
Akhirnya saya pindah juga. Tepatnya diboyong untuk pindah setelah menikah. Rumah yang berada di jalan Angkasa Blok A22, No 109 itu sudah ditempati Mas Farid lima tahun yang lalu. Jarak ke rumah itu hanya satu jam dari kediaman orangtua saya. Letaknya berada di dalam sebuah kompleks perumahan elite yang kalau ada tamu mau masuk saja harus meninggalkan KTP dulu di pos satpam.
Siang ini Mas Farid membawa saya pindah ke rumahnya. Rumah yang berada di deretan paling pojok. Bentuknya minimalis, meskipun di dalamnya cukup megah. Dekorasi dan interiornya tertata apik. Dasar norak, mata saya berdecak kagum melihat penataan interior rumah ini. Selera Mas Farid boleh juga. Desain dan penataan dekorasi di setiap sudut ruangan sangat elegan. Artistik. Menandakan si pemilik rumah memiliki selera seni yang cukup tinggi.
Semakin jauh saya menyusuri bagian dalam rumah, saya makin norak, eeh tidak deng. Takjub lebih tepatnya. Pemandangan dalam rumah ini sungguh jauh berbeda dengan rumah saya sebelumnya. Segalanya serba tertata. Perabotannya juga serba lux dan pastinya mahal-mahal semua.
__ADS_1
Lagi-lagi saya masih dibuat tidak percaya. Saya akan tinggal di rumah megah ini. Ya Allah, kini saya telah menjadi nyonya di rumah ini. Memegang peranan sebagai pengatur rumah ini. Rasanya seperti mimpi. Masih terbayang di ingatan saya, tahap-tahap awal perkenalan saya dengan Mas Farid. Lalu berlanjut dengan proses taaruf, lalu lamaran, menikah dan sekarang menjadi nyonya rumah. Ya Allah, alhamdulillah untuk semua ini. Saya bahagia sekali...
Nikmat juga rasanya duduk di sofa empuk ini. Bahan covernya halus terbuat dari kain satin. Saya jadi teringat sofa di rumah saya yang sudah bertahun-tahun tidak pernah diganti. Sudah usang. Covernya juga sudah kumal. Semoga saya ada rezeki YA Allah, membelikan sofa baru untuk Ibu dan Bapak di rumah.
Saya duduk dengan nyaman sambil menyeruput segelas jus melon. Hmm.. Segarnya. Tiba-tiba pandangan mata saya tertuju pada bercak putih pada dinding yang berukuran cukup besar. Hmmm, apa ya itu? saya penasaran. Sepertinya itu bekas bingkai foto berukuran besar. Ya, benar. Itu bekas bingkai foto. Jangan-jangan itu bekas bingkai foto pengantin Mas Farid dengan mantan istrinya. Sudah pasti.
__ADS_1
Mungkin Mas Farid sudah benar-benar move on dari masa lalunya, makanya dia memindahkan foto pernikahannya terdahulu. Dan nantinya akan memajang foto pernikahannya dengan saya. Sebagaimana di sosial media, jika tidak pernah lagi memajang foto pasangannya, kemungkinan besar ada sesuatu. Bisa jadi hubungan mereka sedang bermasalah, atau bisa jadi memang sudah pisah.
Tapi tidak juga sih. Ada beberapa orang yang sengaja menyembunyikan wajah pasangannya dengan alasan privacy. Tidak mau hubungannya menjadi konsumsi publik. Tidak nyaman jika foto fotonya dengan pasangan dikomentari warga net. Saya sendiri juga tidak keberatan kok, seandainya Mas Farid menyembunyikan saya di Instagram atau Facebooknya. Saya juga bukan penggiat sosial media kok. Saya akan menghargai privacynya, jika dia memang tidak ingin ada yang tahu tentang pernikahan keduanya. Bagi saya, pengakuan dan respon ataupun pujian dari orang lain tidak penting. Yang penting adalah kesungguhan dan cinta dari pendamping hidup saya.
Bersambung
__ADS_1
Mohon like, vote dan komentarnya ya Guys! Matursuwun....
Sorry baru lanjut lagi nih Guys.. Kemaren sibuk banget memeriksa tugas tugas online siswa.... Sekarang, juga masih sibuk sih.. Tapi daripada suntuk, mending refreshing dulu, menjelajah imajinasi untuk meneruskan cerita ini..