LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Di luar dugaan


__ADS_3

Ini sungguh di luar dugaan. Benar-Benar seperti mimpi. Saya tidak pernah menyangka kalau saya bakalan jadi model, hihihi. Pria ganteng berwajah oriental itu yang juga seorang fotografer itu menawari saya untuk menjadi model photoshoot untuk salah satu katalog hijab.


Tentu saja yang ditampilkan hanya wajah dan bagian close up saja, hehehe. Secara, body saya kan tidak menarik untuk ditampilkan. Beda dengan Bu Ratu yang meskipun sudah beranak tiga dan sudah memasuki usia setengah abad masih terlihat langsing.


Awalnya saya ragu menerima tawaran dari fotografer itu, tapi dia terus memaksa dan mengatakan kalau dia sudah bingung mencari model dari tadi. Fotografer ganteng yang bernama Enrico itu mengatakan kalau aura dari wajah saya sangat sesuai dengan model hijab yang ditampilkan di katalog....Duh, masak sih? jadi geer saya...Wajah saya kan bulat dan tembem.


Bu Ratu terus menyemangati saya.. Katanya tidak ada salahnya mencoba. Apalagi ada honornya pula. Dan jadilah saya model dadakan sore ini. Luar biasa. Hmmm....Kalau dilihat-lihat saya cantik juga ya. Polesan make up natural dengan riasan mata smokey eyes ini bikin wajah saya terlihat berbeda. Manglingi kalau kata orang-orang.


Aah, kenapa waktu jadi penganten saya tidak terlihat pangling ya? pasti karena yang tukang make up nya kurang expert....Ya maklumlah, persiapan nikah waktu itu mepet sekali. Serba kilat. Walaupun cuma pernikahan sederhana, tapi waktu itu saya sempat stress mengurus persiapannya.

__ADS_1


Eeh, siapa sangka setelah menikah, tingkat stresnya malah lebih tinggi. Saya bukan cuma dibikin shock, tapi tertekan sepenuhnya! lagi-lagi saya memuji kehebatan Mbak Rani, yang memoles wajah saya tadi. Sumpah keren abis!


Sambil tersenyum, fotografer bermata sipit nan ganteng itu mengacungkan dua jempol ke arah saya. Aiih manisnya, saya jadi makin grogi. Dia juga hebat sekali mengarahkan saya untuk tersenyum lepas tadi. Sedikit demi sedikit saya bisa lebih santai. Tidak lagi kaku dan nervous.


Sambil bercermin, saya kembali teringat Si Botak. Apakah dia akan surprise jika melihat wajah saya kali ini? Akankah dia akan jatuh cinta melihat betapa cantiknya saya sore ini? Aaah, berkhayal hanya akan membuat saya kecewa lagi.


...****************...


Farid

__ADS_1


Ini gila. Benar-Benar gila. Apa yang kulakukan semalam dengan Ninis benar-benar di luar kesadaran. Mengapa itu semua bisa terjadi? seharusnya itu tidak boleh terjadi. Aku tidak habis pikir, bagaimana aku bisa sampai.....? damn!!!!! Sekarang apa yang harus kulakukan?


Pikiranku benar-benar kacau. Bagaimana aku akan menghadapi Ninis untuk selanjutnya? Aaaaaaaaaaah, kacau semuanya. Ingin rasanya kubenturkan kepala ini agar tidak mengingat lagi kejadian semalam. Mengapa aku bisa seceroboh itu?


Kemarin malam aku memang mabuk berat. Aku benar-benar fly... Dalam pandanganku hanya ada Meylan. Sosok cantik yang tidak akan bisa lepas dari ingatan. Dia begitu mempesona. Menggodaku dengan sejuta pesonanya. Hasratku semakin tidak terbendung. Ingin sekali aku menyentuhnya. Aku begitu ingin merasakannya. Dan terjadilah itu semua....Aku berhasil menyentuhnya. Membawanya dalam dekapan hasrat yang menggelora. Sayangnya dia dalam wujud seorang Ninis...Dan bukan Meylan..


Sekarang jam enam sore. Pekerjaanku sudah selesai. Aku tidak mau pulang ke rumah sekarang. Aku harus menghindari Ninis. Harus. Kalau suasana sudah mulai tenang, aku akan katakan padanya, bawa kami harus berpisah secepatnya. Akan kuberikan apa saja yang dia mau, asalkan dia bisa secepatnya menjauh dari hidupku. Aku tidak bisa dengan dia. Apa yang kulakukan semalam hanya khilaf semata.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2