LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Dan Akting Pun Selesai


__ADS_3

Dan akting mesra akhirnya selesai. Siang ini Mama, Kak Ferin, Aufa sudah bersiap-siap kembali ke Bandung. Beni, suaminya Kak Ferin sudah datang dari tadi pagi dan siap menjemput mereka. Saya membantu Mama membereskan barang-barangnya.


"Bulan depan kalian yang harus ke Bandung ya!" pinta Mama.


"Oh iya, kamu jangan terlalu sibuk Rid! sering-sering luangkan waktu bersama Ninis. Jaga kesehatan. Jangan telat makan!"


"Dan Ninis, Mama doakan semoga kamu cepat hamil ya! kamu juga jangan terlalu capek. Oh iya, nanti Mama kirimkan lagi resep resep minuman herbal untuk membantu menyuburkan kandungan. Jaga kesehatanmu!" Mama memeluk dan mencium kening saya.


"Oh iya, kamu dah sukses bikin pancake. Nanti Mama kirimkan lagi resep kue-kue favoritnya Farid waktu kecil!"


Saya tersenyum. Puas rasanya bisa membuat mama senang. mama senang melihat saya cukup terampil juga di dapur. Di mata Mama, mungkin saya sudah mendekati sosok menantu ideal. Saya bisa memasak, beres-beres rumah, saya juga nurut sama suami, patuh sama mertua, dan sebagainya.


Seandainya Mama tahu apa yang terjadi sebenarnya? hiks hiks hiks.


Di mata Si Botak, saya bukan sosok yang ideal. Yang ideal ya hanya Monica Meylani. Mendadak mata saya terasa panas. Kenapa jadi sedih begini?


Setelah mengantar mereka sampai teras. Kami kembali masuk ke dalam rumah. Back to the real situatio**n! saya dan dia akan kembali menjadi "mitra bisnis." Kami kembali pada dunia kami masing-masing.

__ADS_1


"Mas, aku mau pindahin barang-barangku di kamar atas ya!"


"Oh ya. Silahkan!"


Saya pun bergegas ke atas lalu turun ke bawah membawa baju-baju dan barang-barang saya. Hati saya kembali dilanda pilu. Mengapa saya jadi mendadak melow begini. Apakah saya sedih karena permainan akting telah selesai?


Sepertinya iya. Hey, apa yang terjadi dengan saya? sadar Nis. Sadar.... Kamu tidak boleh terbawa perasaan. Kembali ke realita. Itulah yang seharusnya.


Dia kembali ke ruang kerjanya. Lantunan lagu-lagu kembali terdengar. Lirik-lirik so sweet yang menggambarkan perasaan cintanya yang begitu mendalam kepada Meylan. Telinga saya seperti tersayat-sayat. Saya semakin tersentuh. Mata saya mulai basah oleh lelehan air mata.


Duhai, betapa bahagianya seandai saya menjadi Meylan. Betapa bersyukurnya saya seandainya menjadi dia....Bisa dicintai laki-laki ini begitu dahsyatnya. Kurang apa ya Si Botak? dia baik, tampan, mapan, dan juga setia.


Hey geulis. Lagi ngapain nih? ikutan Beauty Class yuk, di Helena Beauty. Sekalian ada launching produk skincare terbaru. Kalau mau, lusa kita langsung ke sana selesai ngajar.


Wah, boleh juga nih. Rasanya saya memang butuh ilmu dalam berdandan. Tiba-tiba muncul keinginan kuat untuk melakukan gebrakan. Saya pun berdiri dan memandangi wajah saya di cermin dengan seksama. Saya gak jelek-jelek amat kok. Hanya butuh polesan.


Sebenarnya tak ada wanita yang jelek. Seluruh wanita terlahir cantik. Penyebab kenapa wanita tidak terlihat cantik terletak di masalah ketidaktahuan. Wanita menjadi terlihat tidak cantik, karena mereka tidak mengetahui bagaimana caranya untuk menjadi cantik.. Bukan begitu bukan?

__ADS_1


Saya menghela nafas. Isi artikel ini ada benarnya juga? lumayan bisa menjadi booster buat saya. Yesss... Saya akan berubah untuk tampil lebih cantik.


...****************...


"Nis, aku keluar dulu ya? ada urusan sebentar." Si Botak tiba-tiba pamit. Dia kelihatan begitu fresh.


"Mau kemana Mas? janjian sama Meylan ya?" dengan spontan saya bertanya. Pertanyaan bodoh. Kenapa harus ditanyakan sih? saya jadi merasa tidak enak.


Dia hanya mengangguk. Dari sorot matanya seperti menyimpan keheranan. Mungkin dia heran, mengapa saya menjadi kepo seperti ini. Saya makin tidak enak.


"Aku turut senang Mas. Salam buat Meylan ya! selamat bersenang-senang!"


"Makasih, Nis. Nanti kusampaikan."


Dan dia pun berlalu. Meninggalkan saya sendiri di rumah ini. Saya menatapnya sampai dia menghilang dari balik pagar. Dia terlihat begitu bahagia.


Sebentar lagi gelap. Senja akan menghilang dan berganti dengan malam. Saya makin terhanyut dalam perasaan nelangsa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2