
Duh Gusti, kok begini amat ya nasib saya? mau sampai kapan saya begini terus. Saya harus segera menanyakan perihal kelanjutan hubungan kami pada dia. Harus. Dia memang sedang sulit diajak bicara. Tidak ada salahnya lewat whatsapp. Ya, siang ini saya akan menanyakan semua itu pada dia lewat whatsapp. Tidak peduli bagaimana dengan respon dia nanti. Saya hanya butuh kejelasan. Saya tidak mungkin ada di rumah itu selamanya kan!
Jam istirahat tiba. Yess, sepertinya ini saat yang tepat. Saya mulai mengeluarkan ponsel dan mulai mengetik kata demi kata, seketika pesan masuk. Whatsapp dari Ibu.
"Nduk, kamu gak ke sini? Ibu masak banyak loh! Kalo ke sini, ajak suamimu. Dari awal nikah koq gak pernah datang ke rumah mertua. Seingat Ibu baru dua kali dia datang ke sini, waktu melamar kamu sama pas jemput kamu pas abis nikah untuk diboyong ke rumahnya."
"Kalian baik-baik saja kan?" Ibu selalu berdoa supaya kamu segera diberi momongan. Udah gak sabar rasanya momong cucu dari kamu."
__ADS_1
Deg... Ya Allah, Ibu.... Seandainya Ibu tahu rahasia yang sebenarnya. Fix, ini tidak bisa dibiarkan terus menerus. Saya memang harus cerita sama Ibu. Maafkan, Ninis Bu. Ibu pasti sedih dan kecewa. Tapi memang begitulah faktanya. Laki-laki itu tidak mencintai saya. Dia menikahi saya hanya untuk......
Desakan di hati saya terus meronta-ronta. Saya harus menyampaikan ini semua.... Masa bodoh dengan apa yang terjadi nanti. Mudah-mudahan Ibu dan Bapak kuat menerima kenyataan ini. Oh iya, tidak hanya pada ibu, saya juga akan bercerita pada Bu Endang, juga pada Mama dan Kak Ferin. Biar mereka semua tahu dan shock. Biarlah, apa yang akan terjadi, terjadilah...Saya mulai melanjutkan mengetik kata demi kata.
Mas Farid.....sebelumnya aku minta maaf telah lancang bertanya seperti ini...Tapi aku selalu berdoa untuk kamu dan Meylan .... Semoga kalian bisa segera bersatu lagi. Aku ikut bahagia jika kalian bahagia. Tapi entah mengapa, pasca kepulangan Mas dari Hongkong, Mas selalu terlihat murung dan sedih. Ada apa dengan kalian berdua? apa Meylan tidak mau diajak rujuk? maaf, feeling aku berkata demikian Mas.
Tolong beri aku kejelasan tentang peranku atas hubungan kalian. Jika hubungan kalian sudah selesai dan tidak jadi rujuk, segera buat keputusan atas peranku selama ini, dan berikan aku kompensasi yang pantas.
__ADS_1
Segera saya kirim pesan tersebut... Tapi kok kesannya lugas sekali ya kata-katanya. Aah, bodo amat. Biar, dia tahu kalau saya bukan perempuan lemah. Dia harus tahu kalau saya butuh kejelasan akan kompensasi itu sesuai dengan surat perjanjian. Hmmm, terkejutkah Si Botak nanti membaca pesan ini?
Seketika hati saya bergetar. Ada sensasi menggelitik yang terus berirama. Kenapa tadi saya tidak jujur sekalian sama dia ya? jujur akan perasaan saya yang sebenarnya, kalau saya jatuh hati padanya dan sangat menginginkannya.....Ahay! tidak....tidak. Tidak boleh. Dia tidak boleh tahu kalau saya mencintainya.
Menyatakan perasaan hanya akan mempermalukan diri saya. Tidak....tidak boleh. Untuk sekarang, saya hanya akan fokus pada kompensasi itu. Masa bodoh dengan rasa cinta ini. Saya.sudah terlatih kok untuk merasakan patah hati. Insya Allah, saya yakin pasti bisa menetralisir perasaan ini. Time will heal the pain....
Bersambung
__ADS_1