
Farid
Aku harus menemui Meylan secepatnya. Ini tidak dibiarkan, dia tidak bisa menganggapku mentah begini. Dia yang merencanakan permainan ini, dan sekarang dia juga yang ingin mengakhiri. Sungguh terlalu kau, Meylan. Dari status-statusnya di WA, dia kini sedang berada di Hongkong. Aku akan mencari tahu alamat persisnya. Tapi bertanya kepada siapa? Meylan sudah memblokir nomer kontakku.
Tak habis pikir apa yang dalam pikiran Meylan, hingga dia berubah begini. Sebelum dia pergi, hubungan kami masih sangat mesra. Aku begitu optimis, kami akan segera bersatu lagi. Telah aku turuti semua kemauannya. Mengapa sekarang dia berubah begini?
Apa ada seseorang yang membuatnya jadi seperti ini? tapi siapa? hatiku semakin tak tenang. Pikiranku kacau. Ninis tidak boleh tahu masalah ini? ide gila ini semua berawal dari Meylan. Aku telah menyeret Ninis dalam permainan ini, dan dia menyetujuinya.
Bagaimana nanti dengan Ninis jika nanti Meylan benar-benar meninggalkan aku dan tidak jadi rujuk denganku? bagaimana dengan surat perjanjian itu? jika dibatalkan, bagaimana nanti caraku menyampaikannya pada Ninis? Meylan brengsek!!!!
__ADS_1
Surat perjanjian itu kubuat dengan penuh rasa optimis. Optimis bahwa Meylan benar-benar akan kembali padaku. Aku lakukan semua demi dia. Dan kini, dengan sikapnya yang tidak jelas begini? aku harus bagaimana? seandainya, aku dan Meylan batal untuk rujuk, tidak mungkin, aku menyerahkan semua aset yang tertulis dalam surat perjanjian itu kepada Ninis. Dan tidak mungkin juga aku akan memilih Ninis.
Tidak..Itu semua tidak boleh terjadi. Meylan harus rujuk denganku. Aku tidak boleh gagal untuk mendapatkan dia lagi. Lihat saja nanti. Kulacak Facebook dan Instagram Meylan. Mungkin ada informasi yang bisa kucari tentang perubahan sikap Meylan. Pandanganku terhenti pada sosok wanita yang sedang berpose berdua dengan Meylan di pinggir pantai. Ini kan Gladys? dia cukup dekat dengan Meylan. Bahkan Meylan sudah menganggap Gladys seperti kakaknya sendiri. Apa aku bertanya pada Gladys ya? mungkin ada informasi yang bisa kudapatkan.
...****************...
"Mau minum apa Rid?" dengan ramah Gladys membuka pintu kulkas yang terletak di sisi samping pintu masuk.
Gladys adalah senior Meylan di salah satu agency model. Wanita berdarah Ambon ini termasuk model papan atas di tanah air. Kecantikannya yang eksotis membuat namanya terkenal dalam ajang fashion show di mancanegara. Setelah menikah dengan pria Perancis, Gladys mundur dari dunia model. Dia memutuskan untuk menjadi pebisnis dengan membangun agency sendiri juga membuka usaha cafe yang sekarang sudah berkembang menjadi lima cabang.
__ADS_1
Jujur saja, dulu aku sangat berharap, Meylan bisa seperti Gladys. Gladys tidak lagi menjadi model sekarang, dan dia sukses menjalani bisnisnya. Suaminya sangat mendukung keputusannya untukmu berhenti dari dunia catwalk. Di sela-sela menjalani bisnis, Gladys juga masih menjalani perannya sebagai ibu dan istri.
Tadi ketika aku baru datang, Gladys baru saja pulang menjemput anak-anaknya dari sekolah, dan dia juga masih sempat menelepon suaminya, menanyakan apakah bekal makan siang yang dikirimnya sudah sampai atau belum. Mengingatkan suaminya agar tidak telat makan. Luar biasa, perhatian sekali.
"Apa???? gila, benar-benar gila. Masak sih Meylan separah itu?" Gladys nampak tidak yakin dengan penjelasanku.
"Demi Allah, aku tidak berbohong. Dan itu semua kulakukan untuk dia. Aku sangat mencintainya. Aku tidak bisa hidup tanpa dirinya. Berpisah darinya membuat hidupku merana."
"Maka aku lakukan ide gila itu. Semua atas saran dan keinginan dia. Dia yang berkata padaku, kalau aku benar-benar ingin rujuk, dia harus mengikuti segala keinginannya, yaitu menikah dengan wanita biasa yang standar kecantikannya jauh di bawah dia. Aku juga harus memberikan kompensasi kepada Ninis agar dia tetap tutup mulut."
__ADS_1
"Meylan merasa wanita seperti Ninis yang kelak bisa mengurusku, sesuai dengan keinginan mama. Tapi tidak buatku. Di hatiku tetap selalu ada Meylan. Hanya Meylan."
Bersambung.