
Farid
Tidak tega rasanya menolak permintaan Reyna. Semalam, Reyna mengabariku kalau mobilnya mogok. Maka, aku pun berinisiatif untuk mengantarnya. Dia memang tidak sendiri. Ada sahabatnya Ica yang menemani. Tapi tetap saja, terlalu rawan membiarkan Reyna dan temannya pulang sendirian.
Dan Ninis? sebenarnya tidak enak juga pada Ninis? tapi mau bagaimana lagi? akhirnya aku minta tolong Rocky untuk mengantar Ninis pulang dengan mobil kantor. Terpaksa aku berbohong padanya dengan mengatakan ada tugas kantor dadakan. Maafkan aku, Nis....
Entah mengapa aku semakin kagum pada Reyna. Bukan karena dia cantik tapi juga pada kepribadiannya yang unik. Reyna tipe pekerja keras. Selain bekerja sebagai staf humas, dia masih melakoni pekerjaan sampingan sebagaimana MC di acara wedding. Dia juga tipe yang senang belajar, ulet, gigih untuk mencapai cita-citanya.
Dari obrolan tipis- tipis dengannya, dia dulu bercerai dengan suaminya karena merasa sudah tidak sepaham. Suaminya menentang Reyna untuk bekerja. Sementara Reyna bersikeras, dia harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga yang sedang jatuh saat itu.
__ADS_1
Suaminya belum sukses seperti sekarang. Gaji suaminya sebagai sales saat itu kurang bisa mencukupi kebutuhan. Suaminya juga tipe pencemburu. Setiap hari mereka ribut karena suaminya selalu curiga. Reyna merasa tidak dihargai. Setiap hari dia bekerja tapi selalu saja dicurigai. Saat itu dia masih bekerja di pabrik sepatu.
Pasti karena Reyna cantik, meski dia sudah bersuami dan memiliki anak, masih ada saja laki-laki yang mendekatinya. Suaminya semakin keras memintanya untuk berhenti bekerja. Reyna menolak. Pertengkaran terjadi hampir setiap hari. Kadang disertai dengan kekerasan. Lama-lama Reyna semakin tidak tahan, gugatan cerai pun dilayangkan. Mereka bercerai. Setelah bercerai, Reyna melanjutkan kuliahnya di jurusan Humas mengambil program Diploma, hingga akhirnya dia bekerja di kantor Law Firm milik Bang Bonar.
Jujur, aku kagum dengan kisah hidup Reyna, dia tipe wanita mandiri yang punya prinsip. Selain itu, dia juga luwes dan keibuan. Senyumnya mengingatkanku pada mama. Dari obrolan dengan beberapa teman Lawyer, beredar kabar kalau Bang Norman (salah satu Lawyer terkenal sekaligus seniorku yang terkenal cool dan kaku) naksir dengan Reyna. Bahkan sempat beberapa kali minta dicomblangi, hahahaha.
Aku mengantar Reyna dan Ica sampai di tempat kost an Ica. Urusan mobil Reyna yang mogok, bisa kuurus besok. Aku segera menuju kantor dan tidur di sana. Tidur di kantor lebih memungkinkan karena jarak antara kost an Ica dengan kantorku tidak terlalu jauh.
Sudah tiga hari ini aku tidak komunikasi dengannya. Pesan-pesan yang kukirim lewat WA hanya dibaca dan dibalasnya dengan singkat. Dari statusnya, dia kini sedang berada di Hongkong untuk urusan kerjaan. Aku kangen padanya.
__ADS_1
...****************...
Aroma kopi membuatku terbangun. Dari arah pantry, kudengar hentakan musik heavy metal yang diputar keras-keras. Tak salah lagi itu pasti Rocky. Bergegas aku bangun. Kulirik ponsel dan kubaca pesan masuk dari Reyna.
Reyna
Makasih ya Mas atas bantuannya semalam. Aku gak tau lagi deh ngomong apa ..Yang jelas aku sangat berterimakasih sama Mas. Hari ini ada acara Mas? bisa ketemu sebentar?
Aku pun segera membalas pesan Reyna dan bergegas untuk mandi. Kesempatan ini tidak boleh dilewatkan. Entah mengapa, ada sesuatu yang memicu adrenalinku pagi ini. Bertemu Reyna di hari minggu ini membuatku bersemangat.
__ADS_1
Bersambung.