LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Sore yang luar biasa.


__ADS_3

Sore yang luar biasa. Betapa tidak, semalaman ini saya dibuat tersenyum-senyum sendiri. Bukan karena kebanyakan ngaca karena mengagumi kecantikan saya yang terbalut make up fantastis, tapi karena saya merasakan rasa percaya diri yang mulai bangkit.


Melihat bagaimana perlakuan Enrico pada saya. Kata-katanya yang terus mensupport, seperti suntikan energi yang memompa adrenalin saya. Saya merasa termotivasi. Dia seperti bisa membaca kekakuan dan rasa insecure dalam diri saya dan berusaha menenangkan dan membangkitkan saya dengan kata-kata penyemangat. Luar biasa.


Sungguh hal yang tidak pernah dilakukan Si Botak selama ini kepada saya. Dia tidak pernah memuji saya. Dia tidak pernah mensupport saya dengan kata-kata positif.


Di matanya saya hanyalah sosok wanita biasa yang sama sekali tidak menarik. Dalam pandangannya hanya sosok seperti Meylan dan Reyna yang memenuhi syarat untuk diangggap cantik.


Luka dan kecewa kembali menyelimuti hati saya. Lihat saja nanti, saya akan membuat perhitungan. Saya sudah siap untuk membuka semua rahasia ini. Apa yang akan terjadi, terjadilah....


Ponsel berbunyi. Ada pesan whatssap masuk. Nomer yang tidak saya kenal....Hmm, siapa ini ya?

__ADS_1


Assalamualaikum.... Selamat malam ...Maaf menganggu waktu istirahatnya. Perkenalkan saya Reyna... Saya mendapat nomer kontak Mbak Ninis dari Mas Farid. Maaf mbak, bisa kita ketemuan? ada hal yang ingin saya sampaikan tentang Mas Farid.


Bukan main.....Ini Reyna kan? ada apa dia menghubungi saya? apa karena disuruh Si Botak? apa maksud Si Botak untuk meminta dia menemui saya? mengapa bukan dia sendiri yang menemui saya? dia kan bisa datang langsung ke rumah ini atau menghubungi saya lewat sms kalau ingin menemui saya. Dasar pengecut!!


Hawa panas mulai menjalari lagi hati saya. Teringat kejadian waktu itu, sehabis pulang konser, di mana Si Botak membohongi saya demi bisa menjemput Reyna dan membiarkan saya pulang dengan sopir kantornya.


Saya ragu untuk menjawab pesan Reyna. Sudahlah, saya diamkan saja. Saya tidak akan membalas pesannya. Hanya akan membuat saya sumpek. Apalagi suasana hati saya sedang happy saat ini. Saya tidak mau ada sedikit saja toxic feeling yang bisa mengacaukan euforia yang sedang saya rasakan saat ini.


Hmmmm....Pantas saja, dia begitu hebat memotivasi saya. Rupanya Enrico itu seorang lulusan Fakultas Psikologi. Cuma dia memiliki minat dan hobi di bidang fotografi. Banyak artis dan orang-orang terkenal lainnya yang memakai jasanya. Hasil jepretan kameranya memang benar-benar keren.


Sekali lagi, terselip rasa bangga di hati saya bisa bertemu dengan fotografer kondang macam dia. Ya Allah....Alhamdulilah, seorang Ninis yang sangat biasa ini bisa bertemu dan berkenalan dengan sosok terkenal seperti Enrico.

__ADS_1


Dia tidak hanya menjadikan saya model, tapi juga berhasil mengubah cara pandang saya tentang menjadi diri sendiri. Tentang bagaimana menerima dan mencintai diri sendiri dan tidak lagi terbelenggu oleh rasa minder. Dia yang seolah bisa membaca segala kekakuan dalam diri saya dan mensupport saya dengan kata-kata istimewanya.


Saya jadi teringat kembali saat pertama kali bertemu dengannya di studio foto. Saat dia diam-diam memperhatikan saya dan lalu mendekati saya untuk berkenalan dan kemudian menawari saya untuk ikut pemotretan.


Apa jangan-jangan dia kenal dengan Meylan ya? hehehehe. Bisa jadi. Banyak sekali artis dan model yang memakai jasanya untuk memotret. Bisa jadi, dia pernah memotret Meylan, hmmmmmm.


Bersambung.


Mohon like, vote dan komentarnya ya Guys.


Matursuwun.

__ADS_1


Mohon maaf ya Guys....Baru bisa lanjut lagi.... Ada beberapa aktivitas di dunia nyata yang membutuhkan konsentrasi ekstra, yang membuat saya kesulitan untuk fokus melanjutkan cerita ini....Terima kasih untuk yang sudah membaca, terima kasih juga untuk support dan sarannya.....Salam sehat selalu.


__ADS_2