LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Stalker 2


__ADS_3

Cuaca mendung sejak pagi. Semendung hati saya. Sedari pagi, sinar mentari enggan menampakkan sinarnya. Gerimis berpacu dengan rintik hujan. Satu-satu turun ke bumi. Menimbulkan suara gemericik. Cuaca yang nyaman untuk berdiam diri di rumah. Duduk santai sambil menikmati coklat panas atau rebahan sambil menonton TV.


Harusnya sih memang begitu. Kalau menuruti keinginan, saya juga malas keluar rumah. Apalagi ini hari sabtu.. Waktu dimana setiap orang bebas dari rutinitas. Cuaca dingin begini, paling enak rebahan ditemani cemilan sambil nonton drama korea. Hmmmm.....


Sayangnya, keinginan santai itu harus saya tunda dulu. Saya harus bersiap-siap. Si Botak juga. Dia sudah rapih dan ganteng pastinya. Aroma parfumnya tercium sampai ke kamar saya. Saya juga harus tampil cantik kan!


Dia duduk di ruang makan sambil memainkan ponselnya. Saya mengintip dari balik pintu kamar. Aah, kasian dia kalau terlalu lama menunggu saya, hehehehe.


Sayangnya, dia tidak menunggu saya. Dia akan pergi sendiri dan saya akan menguntitnya.. Hahahaha. Saya tidak boleh kehilangan kesempatan. Saya harus ikuti dia pelan-pelan tanpa sepengetahuan dia. Dari chatt whatsappnya dengan Meylan, mereka berdua mau ketemuan hari ini di Mall Garden City untuk nonton bareng.


"Aku pergi dulu ya, Nis."


"Iya Mas. Hati-hati ya!" jawab saya tanpa keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


Saya membuka pintu kamar sedikit, memastikan kalau dia sudah menuju halaman untuk memanaskan mobil. Saya baca lagi chatt whatsappnya.


Farid


Aku otw Sayang.. Kamu mau dibawain apa?


Meylan


Farid


Duh.. Kacian yang lagi kelaparan. Nanti kita makan steak kesukaan kamu. Sampai ketemu di sana ya. Love you!


Mobil Si Botak sudah bergegas keluar dari halaman. Saya segera memesan ojek online untuk menuju ke stasiun kereta. Perjalanan menuju Mall Garden City kurang lebih 40 menit. Semoga saja tidak lama menunggu keretanya. Tapi pasti saya akan tiba lebih dulu daripada Si Botak. Saya kan naik KRL sementara dia naik mobil. Gak kebayang gimana macetnya. Belum lagi kalau nanti di tengah jalan turun hujan.

__ADS_1


Tapi demi cinta, apapun akan dilakoni. Tak peduli mendung, hujan, banjir, asalkan bisa membahagiakan Sang pujaan hati. So sweet.. Lagi-lagi hati saya meleleh. Sudut mata saya mulai memanas. Saya terharu akan kebesaran cinta Si Botak sekaligus iri pada Meylan.


Ya Tuhan, adakah kesempatan bagi saya untuk merasakan dicintai dengan teramat dahsyat sebagaimana cinta Farid pada Meylan? akankah ada sosok laki-laki yang bisa memperlakukan saya dengan begitu istimewa seperti Farid pada Meylan? akankah Farid bisa mencintai saya suatu saat nanti? akankah nanti ada suatu keajaiban yang bisa menuntun hatinya untuk berpaling pada saya?


Khayalan demi khayalan mulai hinggap di kepala saya. Aah betapa indahnya jika seandainya nanti..... Suara klakson motor mengejutkan saya. Ojek online sudah datang. Saya segera meluncur menuju stasiun.


...****************...


Saya terdampar di Miaw Cat Cafe. Sebuah Cafe kucing yang terletak di seberang Mall Garden City. Lokasinya memang tidak jauh dari stasiun. Lima belas menit yang lalu saya menyusuri pintu keluar stasiun dan hujan turun dengan derasnya. Tidak lagi gerimis rintik-rintik tapi hujan deras disertai angin kencang. Alhamdulillah, akhirnya dapat juga tempat berteduh yang sangat nyaman. Saya bisa duduk santai di dekat jendela sambil melihat tingkah polah kucing-kucing lucu dan menggemaskan.


Butiran air hujan menetes membasahi jendela Cafe. Satu demi satu tetesannya mulai menutupi, memberikan kesan buram. Segelas coklat panas dan choco bread, cukup lumayan juga untuk mengganjal perut saya. Sekarang jam 11 siang. Dimana Si Botak ya? apa dia masih di perjalanan atau sudah sampai di Mall Garden City?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2