LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Selesai Konser


__ADS_3

Lantunan suara merdu personil IL DIVO makin membuat penonton berdecak kagum. Tepukan tangan terdengar semakin riuh. Penampilan mereka benar-benar luar biasa. Tidak terasa pertunjukan konser sebentar lagi akan berakhir.


Saya yang tadinya tidak terlalu suka dengan musik klasik, entah kenapa jadi suka. Ternyata benar kata Si Botak, musik klasik itu keren.


"Menurut kamu mana yang paling keren kualitas vokalnya, Nis? aku paling suka sama suaranya Carlos Marin. Benar-benar dahsyat lengkingannya. Yang lain juga oke sih... " Bisik Si Botak.


Saya hanya mengangguk-angguk. Pandangan saya terus mengarah pada performa grup kwartet itu. Lirik lagu yang mereka bawakan membius saya. Membuat gejolak hati saya makin bergemuruh. Terlebih saat mereka membawakan lirik terakhir lagu Time to say goodbye.


So, with you i will go


on ships over seas


that i now know


No, they don't exist anymore

__ADS_1


it's time to say goodbye


So, with you i will go...


I love you...


Seketika gejolak hati saya makin kencang meneriakkan kalimat itu...I love you.... Kalimat yang begitu ingin saya ucapkan keras-keras di telinga Si Botak saat ini.


Dan konser pun berakhir. Benar-benar fantastis. Saya benar-benar dibuat terpukau. Bukan hanya oleh penampilan IL DIVO, tapi juga oleh atmosfer rasa yang semakin menjerat saya. Tak terbendung, sulit dilukiskan dengan kata-kata. Malam ini, semesta memayungi saya dalam sentuhan cinta. Saya jatuh cinta... Makin jatuh cinta.


Genggaman tangannya masih mengikat kuat di atas jemari saya, saat ponselnya berbunyi dan dia segera berlalu, mencari posisi paling nyaman untuk menelpon. Saya curiga. Jangan-jangan itu telepon dari.....


"Nis, maafkan aku sebelumnya. Aku benar-benar minta maaf. Malam ini aku harus ke kantor. Ada urusan penting. Tidak bisa ditunda besok!" ucapnya dengan ekspresi bingung.


Urusan apa tengah malam begini. Aneh. Saya makin curiga. Saya harus segera mengecek chatt WA nya yang sudah saya retas. Tangan saya mulai merogoh isi tas untuk menemukan ponsel hitam itu. Eits, tunggu dulu, Nis. Bersikaplah lebih kalem.

__ADS_1


"Kamu pulang dianter sama Rocky ya! aku sudah telpon Rocky tadi dan dia segera sampai, sebentar lagi. Oh iya, Rocky itu sopir kantor. Dia biasa tidur di kantor. Jarak dari kantorku ke sini kira-kira 20 menitan. Kamu gak papa kan pulang diantar Rocky?"


Saya berusaha mengangguk. Pikiran saya makin tidak menentu. Feeling saya mengatakan Si Botak sedang menyembunyikan sesuatu. Dia pasti berbohong.


"Justru, lebih aman jika kamu pulang diantar Rocky daripada naik taxi online tengah malam begini."


Tidak lama kemudian, datanglah pemuda bertubuh kurus dengan tinggi badan menjulang. Usianya sekitar 25 atau 27 tahun. Dia mengenalkan dirinya dengan nama Rocky Johnson Marpaung. Baru setahun bekerja di kantor Lawyer tempat Si Botak bekerja.


"Nah ini Rocky. Rocky, tolong kamu antar Bu Ninis sampai di rumah ya! kamu tahu alamat rumah saya kan?" tanya Si Botak.


"Siap, Bang! mari Bu..." Dengan ramah pemuda itu mengajak saya segera masuk ke mobil. Tentu saja bukan mobil Si Botak. melainkan mobil kantor. Si Botak sepertinya mengatur supaya semuanya serba cepat. Dia terlihat sangat terburu-buru. Dia mengantar saya sampai parkiran tanpa mengucapkan kata-kata.


Dia berlalu dengan cepat. Dan segera menuju mobilnya. Entah mau kemana dia? apakah benar dia menuju ke kantor? saya makin penasaran. Dan semuanya terjawab pada percakapan antara dia dengan Reyna.. Rupanya ini penyebabnya! Dammmmn! ini sungguh keterlaluan....


Bersambung.

__ADS_1


Mohon like, vote dan komentarnya ya Guys. Matursuwun.


Mohon maaf baru sempat update lagi, setelah minggu-minggu lalu terpaksa harus tepar karena types..... Thanks yang sudah menunggu lanjutan cerita ini.. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan... Aamiin.


__ADS_2