LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Insecure Lagi


__ADS_3

Hujan makin deras. Entah bagaimana kabar Si Botak. Pasti dia terjebak macet. Atau bisa jadi jalanan yang dia lalui tiba-tiba banjir. Feeling saya mengatakan dia belum sampai di Mall. Hmm, jadi penasaran. Saya pun membuka whatsapp dan mulai membaca pesan yang dikirimnya untuk Meylan


Farid


Sayang....Aku masih di jalan nih. Macet. Hujan deras pula. Kamu udah di mana?


Meylan


Masih di apartemen Yank. Kamu nanti jemput aku ya.. Jadi malas keluar kalau hujan deras gini.


Farid


Ya udah. Kita gak usah nonton aja ya. Makan mie instant di apartemen kamu kayaknya enak nih.

__ADS_1


Meylan


Hmm... Nanti aja deh mampir ke apartemennya kalau udah selesai nonton. Aku lagi pengen banget makan steak.


Dasar wanita manja. Mall Garden City kan sangat dekat sekali dengan apartemennya. Begitu saja pakai minta dijemput segala. Takut kehujanan lagi alasannya.. Huh!


Dan Si Botak benar-benar menuruti kemauan wanita itu. Secantik apa sih Princess Meylan itu? saya jadi tidak sabar ingin melihatnya secara langsung. Kalau lihat foto-fotonya di sosmed sih memang cantik banget. Tapi kan, bisa saja itu efek kamara.


Saya buka dan amati lagi instagram milik Meylan. Pose-posenya memang sangat menarik. Wajahnya cantik, tubuhnya tinggi dan langsing. Outfit dan aksesoris yang dikenakannya terlihat keren dan mahal pastinya. Aah, model kelas atas macam dia pasti mahal sekali biaya perawatan kecantikannya. Semua yang nampak dari dirinya mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki benar-benar mengagumkan. Cantik sempurna.


Rasa minder kembali menyergap hati saya. Siapalah saya? saya sangat tidak sepadan jika dibandingkan dengan Princess Meylan. Dia ibarat Burung Merak dan saya Ayam Kampung. Astagfirullah, kenapa saya jadi insecure lagi. Tiap-tiap orang kan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Saya memang tidak secantik dia. Tapi saya jauh lebih struggle dibanding dia dalam urusan bertahan hidup. Saya yakin, Si Meylan itu dari kecil sudah terbiasa hidup mewah. Terlahir dari keluarga kaya raya. Tidak pernah merasakan susah. Buktinya kena air hujan saja dia takut, heheheh. Mungkin dari kecil tidak terbiasa main hujan-hujanan.

__ADS_1


Dari kecil, dia juga sudah terbiasa memakai baju baju bagus dan barang-barang branded. Sedangkan saya? dari kecil, saya sudah terbiasa prihatin. Bisa makan dan sekolah saja sudah syukur alhamdulillah. Untuk punya baju baru saja harus nunggu lebaran dulu. Setahun sekali, orangtua baru akan membelikan baju. Itupun yang harganya sangat-sangat murah.


Jujur, emosi saya mulai naik. Rasanya tidak sabar ingin menguntit Si Botak. Apa jangan-jangan dia sudah di apartemen Meylan ya? saya putuskan untuk keluar dari Cafe kucing dan segera menyebrang menuju Mall Garden City.


Hujan sudah mulai mereda. Hanya tinggal gerimis rintik-rintik. Saya melangkah masuk ke dalam Mall . Hujan-hujan begini, Mall masih saja ramai pengunjung. Bagi masyarakat kota, keberadaan Mall ibarat seperti tempat wisata. Berjalan-jalan di dalamnya sambil cuci mata sudah membuat hati senang. Walaupun tidak ada barang yang dibeli.


Sepertinya mereka belum datang. Saya celingukan mencari keberadaan mereka. Culinarry Taste mulai ramai oleh pengunjung. Meja paling pojok belakang sekarang menjadi pilihan saya. Di sini, saya bisa mengamati dengan leluasa tanpa terlihat oleh banyak orang.


Aroma steak mulai tercium. Hmm, rasanya pasti enak. Tapi saya sedang tidak ingin makan. Perut saya masih kenyang. Biar nanti, saya pesan untuk dibungkus saja. Pandangan mata saya masih berkelana ke sana dan ke sini.


Benar saja. Itu mereka. Farid dan Meylan. Mereka berdua masuk dan segera duduk di kursi paling depan. Mereka nampak sangat mesra. Farid menarik kursi untuk Meylan duduk pemandangan yang sangat sweet.


Mata saya tertegun melihat sosok Meylan. Dia benar-benar sangat cantik. Tidak hanya di sosmed. Benar-benar bak bidadari. Tubuhnya sangat tinggi dan langsing. Penampilannya benar-benar bak bintang. Seluruh mata di sini seperti terpukau melihat kecantikan Meylan. Pantas saja Si Botak begitu mencintainya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2