LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Di Studio Foto


__ADS_3

A new Morning....Seperti biasa saya bangun lebih awal, dan seperti biasa dia juga masih tidur. Dia masih meringkuk di kamar saya...Hahaha, dia pasti akan sangat terkejut pas bangun nanti. Saya harus cepat-cepat berangkat nih. Agak nervous saja mengingat kejadian semalam.... Hmmm...


Saya tiba di sekolah pagi-pagi sekali, pintu gerbang pun masih ditutup. Saya melipir dulu ke warung di sebelah sekolah untuk mencari sarapan.


"Ninis....!" saya menengok ke belakang. Ada seseorang memanggil saya. Aah, ternyata Bu Ratu. Bu Ratu juga sedang membeli sarapan rupanya.


"Bu Ratu beli sarapan juga?" tanya saya.


"Iya Nis. Tadi saya berangkat buru-buru. Saya kan berangkat dari Bandung, karena khawatir macet, makanya saya berangkat sebelum subuh."


Oh iya, saya ingat, Bu Ratu dari hari kamis sudah izin untuk ke Bandung, menengok orangtuanya yang sedang sakit.


"Oh iya, nanti kamu ada acara gak? kalau gak ada temenin saya ya Nis? bisa gak?"


"Boleh Bu. Tapi ke mana nih?"


"Ke studio foto. Saya ada pemotretan sore ini. Kamu ikut ya?"

__ADS_1


Saya menggangguk. Lalu Bu Ratu bercerita kalau belum lama ini dia diminta untuk menjadi model sampul salah satu majalah wanita. Sahabatnya yang juga seorang staf redaksi di majalah itu berkali-kali menghubunginya.


Sambil mendengarkan ceritanya, saya amati lagi wajah wanita ini dengan seksama. Apa yang kurang ya? Bu Ratu sangat cantik. Meskipun sudah berumur lima puluhan, kecantikannya seolah tidak pudar. Wajahnya masih sangat awet muda. Kulit wajahnya masih kencang tanpa kerutan, tubuhnya juga masih langsing, pokoknya sangat terawat.


Secantik ini tapi masih diselingkuhi? tidak habis pikir saya. Benar-benar keterlaluan!


...****************...


Sorry about last night....Maafkan aku, itu semua di luar kendaliku.


Hmmm, pasti dia sangat terkejut pas bangun tadi pagi....Akankah dia merasa bersalah dan pada akhirnya akan mencintai saya? saya tidak berani berharap lebih. Berat pastinya. Dia tidak akan pernah mencintai saya selama di hatinya masih ada Meylan.


Saya tidak membalas pesannya. Saya akan tetap bersikap biasa saja, seolah tidak terjadi apa- apa dan akan tetap menuntut dia perihal kompensasi surat perjanjian itu.


...****************...


Bu Ratu nampak begitu anggun dalam balutan dress panjang berwarna marun. Riasan wajahnya yang soft menampilkan kesan wajah yang elegan. Penampilannya benar-benar memukau bak wanita bangsawan Eropa di abad pertengahan. Sesuai dengan namanya... Ratu. Benar-benar menampilkan sosok kecantikan dan keanggunan yang sempurna.

__ADS_1


Tidak salah orangtuanya memberinya nama Ratu. Eh, nama saya juga bagus. Dewi Rengganis. Cerita tentang Dewi Rengganis kan sangat melegenda, terlebih tentang kecantikannya yang membuat banyak pria kepincut dan bertekuk lutut. Tapi sayangnya, hal itu tidak terjadi pada saya, hehehe. Kecantikan saya terlalu biasa, buktinya Si Botak tidak juga kepincut..


Ya iyalah, Si Botak kan seleranya tinggi. Pria flamboyan macam dia hanya bisa tertarik pada wanita dengan nilai kecantikan yang berkelas, seperti yang nampak pada Meylan, Reyna dan juga Bu Ratu.


"Bu Ratu cantik banget..." puji saya.


Bu Ratu hanya tersenyum. Senyumnya begitu teduh dan menggemaskan. Benar-benar tidak terlihat seperti wanita usia lima puluhan. Bu Ratu memang sangat tertutup dan cenderung pendiam jika di sekolah, bahkan bisa dibilang jarang tersenyum lepas seperti ini.


Saya juga bingung, kenapa Bu Ratu jadi dekat dengan saya. Seperti halnya Bu Endang, beliau nampaknya lebih nyaman cerita tentang apa saja ke saya di banding ke teman-teman yang lain. Dan lagi-lagi, hal itu makin menuai anggapan miring. Saya dikatain belagu lah, pilih-pilih teman lah mentang-mentang sudah punya suami kaya, serta anggapan lain yang ga enak di kuping. Siapa lagi yang berani memunculkan anggapan-anggapan miring seperti itu kalau bukan Mr Black dan kroni-kroninya.


"Maaf Mbak, namanya siapa?" seorang pria tampan berwajah oriental menyapa saya.


Saya tersentak dan gelagapan. Grogi, pastinya. Pria itu tersenyum manis ke arah saya sambil menampilkan deretan giginya yang putih bersih. Sambil tersenyum dia mengulurkan tangannya.


"Saya Enrico...Bisa mengobrol sebentar?"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2