
FARID
Kata-kata Ninis ada benarnya juga. Aku benar-benar terkejut dengan ucapannya. Ya, Ninis benar. Apa yang kulakukan dengan Meylan memang tidak seharusnya kami lakukan. Tapi aku tidak bisa menahan diri. Aku sangat mencintainya. Sangat menginginkannya. Dan Meylan juga tidak menolakku.
Ninis benar. Aku harus segera memutuskan. Aku harus segera menikahi Meylan. Mungkin secara siri dulu. Tapi apa Meylan mau menikah secara siri? kalau aku menceraikan Ninis dalam waktu dekat ini, itu tidak mungkin. Pasti bakalan ribet dan panjang urusannya. Sebenarnya bisa saja sih... Ya, sangat bisa. Tapi masalahnya adalah bagaimana menghadapi tanggapan dari Mama dan Kak Ferin?
Aku berencana untuk menceraikan Ninis tapi secara tidak tiba-tiba begini. Prosesnya harus pelan-pelan. Harus diatur serapih mungkin tanpa mengundang kecurigaan Mama atau Kak Ferin. Mengapa jadi bingung begini ya? aku sudah dibuat bingung oleh permainan yang kurancang sendiri.
Semoga Meylan setuju dengan rencanaku. Aku akan menikahi dia. Dan sembari berjalan, pelan-pelan aku akan mengurus perceraianku dengan Ninis. Meylan pasti setuju. Apa yang terjadi saat ini kan tidak lepas dari rencananya juga. Pernikahanku dengan Ninis juga bagian dari idenya juga. Ide yang menjadi syarat dari dia untuk kami bersatu. Meylan pasti setuju. Dia harus setuju.
__ADS_1
Aku mengecek agenda kerjaku. Besok ada meeting di kantor Bang Bonar. Sekalian bisa ketemu Reyna nih... Entah mengapa aku senang saja mengobrol dengan wanita itu. Siapa sih yang tidak betah mengobrol dengan wanita cantik macam Reyna? hehehe.
Belum lama aku mengenal Reyna. Wanita ini tidak hanya cantik tapi juga luwes dan keibuan. Jujur saja, aku betah mengobrol berlama-lama dengan Reyna. Dia wanita yang menarik. Ya, hanya sebatas suka saja sih. Tidak lebih. Buatku tetap Meylan yang nomer satu.
Kuambil ponsel dan segera menghubungi Meylan. Sedang apa ya dia sekarang ? apa masih di studio? di statusnya tadi dia bilang sedang ada syuting iklan di daerah Kelapa Gading. Aku mulai mengetik huruf demi huruf.
My Love, lagi apa kamu? sudah makan belum? jangan lupa makan ya!
Tapi nyatanya dia tetap keras pada pendiriannya. Kami sering ribut sampai akhirnya dia mengajukan gugatan cerai. Kami pun berpisah. Dan ternyata perpisahan, tak juga bisa membuatku melepaskannya. Cintaku padanya terlalu besar dan aku begitu mengharapkan dia untuk kembali ke pelukanku.
__ADS_1
Aah, aku baru ingat. Sabtu besok ada konser IL DIVO. Sebagai pencinta musik klasik, aku tidak mau melewatkannya. Aku sudah lama menunggu kesempatan untuk menonton IL DIVO. Tiket sudah kubeli. Dua sekaligus. Untukku dan juga Meylan.
...****************...
Ninis
Sosok Reyna masih saja bergelayut dalam pikiran saya. Rasa penasaran saya belum juga sirna. Maka saya lanjutkan penyelidikan tentang Reyna malam ini. Saya akan membuka lagi Facebook dan Instagram Reyna. Saya mulai menyimak postingan-postingannya di sosmed lengkap dengan komentar-komentarnya.
Koneksi internet yang lambat membuat saya kesal. Api cemburu di hati saya masih menyala-nyala. Saya harus mengetahui semuanya. Harus. Tidak boleh ada wanita lain yang dekat dengan Si Botak selain saya dan Meylan. Saya akan terus menguntit dan menyelidiki.
__ADS_1
Tak sadar, butiran hangat meleleh lagi di ujung mata saya. Rasa insecure saya semakin menjadi-jadi. Dalam hati timbul pertanyaan, bisakah saya berubah cantik menjadi seperti Meylan atau Reyna? dan lalu Si Botak akan terkagum-kagum oleh kecantikan saya. Dan selanjutnya, kecantikan saya akan semakin bersinar karena saya memiliki hati dan cinta yang tulus untuknya. Cinta yang tidak ada tandingannya. Yang tidak dimiliki oleh Meylan atau Reyna.
Bersambung.