LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Menyusuri Malam Yang Sepi


__ADS_3

Mata saya melotot. Saya baca lagi deretan huruf pada percakapan mereka. Sesak mulai menjalari kerongkongan saya.


Reyna


Mas, aku bisa minta tolong gak? mobil aku mogok di parkiran gedung. Aku sudah coba hubungi bengkel, tapi belum dijawab juga. Aku takut Mas...


Farid


Ya Allah Reyn....Posisi kamu di mana sekarang? kamu sama siapa?


Reyna


Gedung Manggala, Mas. Aku cuma berdua sama Ica. Kebetulan aku baru saja selesai nge MC di acara wedding.


Farid


Ok... Tunggu di situ. Nanti aku telepon.


Hanya itu percakapan mereka. Singkat dan padat, karena selebihnya lebih banyak dilanjutkan via telepon. Pantas saja, Si Botak langsung dengan sigap menelpon. Rupanya Reyna yang meminta bantuan.

__ADS_1


Mobil Reyna mendadak mogok dan dia meminta Si Botak untuk mengantarnya pulang. Dengan alasan dia takut pulang sendiri dan bla bla bla..... Dan Si Botak tidak bisa menolak permintaan Reyna dan akhirnya memutuskan untuk mengantar wanita itu pulang, dan meminta saya untuk pulang ditemani Rocky.


Bagus.... Bagus sekali! begitu baiknya hati Si Botak sampai rela melakukan apapun demi Reyna. Rela membiarkan saya pulang ditemani pria asing yang baru saya kenal demi dia bisa menemani Reyna. Keterlaluan...Ini sungguh keterlaluan.


Lagi-lagi saya dihadapkan pada realita tentang bagaimana arti saya di hatinya. Saya tidak berarti apa- apa. Ibarat seorang pecundang. Selalu kalah. Ya Tuhan, betapa bodohnya....Lagi-lagi saya harus selalu jadi yang nomer dua. Dia lebih memilih untuk menemani Reyna ketimbang pulang bersama saya.


Begitu spesialnyakah Reyna di hatinya? hingga dia tidak sanggup menolak permintaan wanita itu? apa karena Reyna cantik dan dia sudah kepincut dengan kecantikan Reyna? mengapa bukan Reyna yang diantar pulang oleh Rocky? dia kan bisa meminta Rocky untuk menjemput dan mengantar Reyna pulang. Mengapa harus saya yang diantar pulang oleh Rocky? mengapa dia harus memilih Reyna?


Beribu-ribu pertanyaan mendesak hati saya. Ibarat seperti sedang demo, semuanya bernada protes, bertanya dan terus bertanya dan lalu memantulkan pertanyaan lagi. Dan jawabannya tetap sama. Dia lebih memilih Reyna. Di hatinya, saya tidak berarti apa-apa.


Ingin sekali rasanya berteriak sekencang-kencangnya. Keheningan malam mulai pecah seiring jatuhnya butiran bening satu persatu


"Enak kalau tiap hari kaya gini, ya Bu? jalanan sepi. Lancar banget...." Rocky mulai berbicara.


Saya tidak menjawab. Sebisa mungkin saya tahan isak tangis saya agar tidak terdengar olehnya.


"Ngantuk Bu? tidur saja kalau ngantuk Bu. Nanti saya bangunkan kalau sudah sampai. Saya tahu kok alamat rumah Bang Farid."


Saya masih diam mematung. Pura-pura tidur sepertinya ide yang bagus. Saya sedang tidak mood untuk merespon percakapan saat ini. Pikiran saya tak menentu. Jalanan nampak lengang.

__ADS_1


Perjalanan begitu lancar. Sinar lampu jalan menerangi trotoar, memantulkan cahaya berkilauan. Malam ini, saya menyusuri perjalanan pulang sendirian, hanya ditemani Rocky, sopir kantor di tempat kerja Si Botak. Sementara dia sedang asyik berduaan dengan Reyna dan menjelma menjadi pahlawan buat wanita itu. Dammmmn!


Dengan setengah mengantuk, saya turun dari mobil. Tidak terasa, sudah sampai. Rocky membantu saya untuk turun dari mobil.


"Sudah sampai Bu!" dia pun segera pamit dan meluncur pergi.


Saya membuka pintu gerbang dan bergegas masuk menuju kamar. Rasa kantuk saya mendadak hilang. Api cemburu mulai berkobar di dalam hati. Siap melumatkan apa saja yang terlewati.


Sekarang sudah pukul setengah dua malam. Kemana Si Botak? masihkah dia bersama dengan Reyna? tapi Reyna tinggal di mana ya? Duh Gusti, segitu khawatirnya dia dengan Reyna.


Fix ..Dia pasti naksir dengan Reyna. Selain Meylan, ada Reyna di dalam hatinya. Kalau tidak naksir, mana mungkin dia lebih memilih untuk mengantar Reyna ketimbang pulang dengan saya.


Ponsel berbunyi. Pesan masuk dari Si Botak


Nis...kamu sudah sampai rumah? sekali lagi, maaf ya, kamu langsung istirahat aja. Gak usah nunggu aku... Aku lembur dan akan tidur di kantor malam ini... Take care.


Saya menarik nafas panjang.... Tidur di mana dia malam ini? dia kan tidak lembur di kantor. Hanya alasan saja dia bilang ada urusan kantor mendadak malam ini. Apa jangan- jangan dia menginap di tempat Reyna?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2