LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Logika


__ADS_3

Mungkin karena sudah terlalu sering saya merasakan kecewa dan nelangsa dalam urusan cinta, maka sekarang saya harus mengedepankan logika. Saya tidak boleh terlalu bermain dengan perasaan. Karena yang sudah-sudah, saya pasti akan merasakan kecewa lagi.


Saya memang mencintainya. Tapi saya sadar, dia tidak pernah membalas cinta saya. Saya juga tidak mau terlalu berangan-angan, bahwa suatu hari nanti dia akan mencintai saya, dan tidak akan melepaskan saya. Tidak....Karena kembali berkaca pada pengalaman, membangun angan-angan hanya akan membuat saya sakit. Saya akan terjerembab dalam kubangan rasa yang bernama bertepuk sebelah tangan. Tidak...Saya tidak mau jatuh terjerembab lagi.


Terlebih lagi, melihat ekspresi wajah dan perubahan sikapnya pada saya pasca dia diputuskan Meylan. Dia menganggap seolah saya tak ada. Bicara pun seperlunya saja. Saya benar-benar dicuekin dan merasa terasing. Mungkin akan lain ceritanya, kalau saya menjadi Reyna. Kalau saya jadi Reyna, dia gak akan cuekin saya. Segalau apapun dia sama Meylan, gak bakalan deh wanita secantik Reyna akan dibuat merasa terasing. Wanita cantik dengan penampilan adem dilihat seperti Reyna, masak diangggurin? mana tahan????


Huh! jadi nyesek lagi rasanya kalau ingat Reyna. Terlebih kejadian di malam habis konser itu. Rasa benci terhadap Si Botak muncul lagi. Kini semua sudah semakin jelas, Si Botak tidak pernah mencintai saya dan harapan saya untuk bisa dicintainya hanyalah angan-angan belaka. Saya tidak boleh berkhayal terlalu tinggi. Harus realistis!


Sekarang saya harus tegaskan ke dia. Jika nanti kami bercerai, saya harus mendapat kompensasi yang sesuai. Kalau dia ingin merevisi isi surat perjanjian itu, silahkan saja. Tapi saya harus dapat nilai nominal yang sangat-sangat layak. Dia dan Meylan harus membayar mahal untuk semua kekecewaan dan rasa sakit hati saya atas permainan mereka. Paling tidak mobil dan uang milyaran rupiah harus dia berikan pada saya.

__ADS_1


Ponsel berbunyi. Saya segera meraihnya dan membaca pesan WhatsApp yang muncul.


Mama


Kapan mau ke Bandung Nis? Sebentar lagi liburan kenaikan kelas kan? nanti kita nginap di Villa yang ada di Lembang sekalian merayakan anniversary pernikahannya Kak Ferin.


Saya


Iya Ma... Insya Allah nanti Ninis ke sana saat liburan. Mas Farid juga lagi sibuk banget Ma. Sekarang sedang ke luar kota nih.

__ADS_1


Mama


Tuh kan Farid gitu deh.. Selalu aja sibuk. Sekali-kali bisa kan ambil cuti panjang, biar kalian bisa berbulan madu. Biar nanti mama yang bicara sama Farid. Farid kalau kerja memang sering lupa waktu. Kamu jangan bosan ingatkan Farid terus ya Nis! Ingatkan dia agar jangan capek-capek! harus cukup istirahat dan makan teratur. Kalau terlalu diforsir dengan kerjaan terus, gimana mau punya anak?


Deg...Oooh nooo.... Seperti ada barbel berukuran 10 kg diletakkan diatas dada saya. Sesak sekali. Seandainya mama tahu keadaan yang sebenarnya. Mama pasti akan sangat shock, tapi suatu saat nanti mama pasti akan tahu. Mama harus tahu kejadian yang sebenarnya. Mama harus tahu betapa anak lelaki kesayangannya itu sudah menderita love sick akut pada mantan istrinya dan telah menjadikan saya sebagai obyek penderita. Biarlah itu nanti menjadi urusan Si Botak.


Yang jelas, jika kisah ini diviralkan, semua orang pasti akan heboh menyalahkan Si Botak dan Meylan. Mereka pasti akan mendapat hujatan dan makian. Bahkan bukan cuma itu, nama baik mereka juga pasti akan jadi taruhan, biar saja, itu sanksi sosial yang sangat pantas buat mereka. Dan sebaliknya, sebagai obyek penderita, saya yang nantinya akan mendapat dukungan dan simpati penuh dari orang-orang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2