LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Insecure


__ADS_3

"Mereka cantik-cantik banget ya Bu?" tanya saya.


Sore ini sehabis mengikuti Beauty Class, Bu Ratu mengajak saya minum es kelapa di seberang jalan.


"Yah, namanya juga publik figur Nis. Kecantikan itu kan modal utama. Mereka dituntut untuk selalu tampil cantik dan menarik. Intinya, berbagai cara dilakukan agar tetap terlihat oke di depan TV. Banyak yang melakukan perawatan di klinik kecantikan seperti suntik putih, suntik kolagen, filler, tanam benang, botox sampai ada juga yang operasi plastik."


"Beruntunglah kalau punya suami yang mencintai apa adanya. Yang cintanya tidak akan luntur meskipun fisik kita mulai menua. Yang bisa menjaga pandangan matanya dan tidak silau terhadap kecantikan fisik wanita lain." Ucap Bu Ratu.


"Suami Mbak Ninis kelihatannya laki-laki yang baik dan setia ya? dijaga terus ya Mbak. Jangan sampai kepincut wanita lain. Memupuk dan mempertahankan cinta itu sangat sulit. Apalagi banyak godaan di luar sana!" Bu Ratu mulai terlihat sedih.


Seketika saya langsung batuk-batuk. Seperti ada yang nyangkut di tenggorokan saya. Aah, andai Bu Ratu bisa mengetahui isi hati saya. Ingin sekali rasanya, saya bercerita...

__ADS_1


Ponsel saya berbunyi. Ternyata ada WA dari Bu Endang. Bu Endang meminta saya ke rumahnya sore ini. Beliau meminta saya mencarikan laporan jurnal inventaris di laptopnya. Kebetulan laptopnya itu baru diservis. Ada beberapa file yang tidak bisa ditemukan. Saya pun pamit pada Bu Ratu dan bergegas ke rumah Bu Endang.


...****************...


Menatap wajah di depan cermin menjadi ritual yang kerap saya lakukan beberapa hari terakhir ini. Tepatnya setiap malam, sebelum tidur. Saya memandangi dengan seksama mata saya, hidung saya, pipi saya, dagu saya, alis saya dan juga bibir saya. Lalu saya mulai mengamati wajah-wajah cantik para model dan selebritis. Dan mulai mencari-cari adakah kesamaan dari rupa fisik mereka dengan wajah saya yang biasa ini.


Hahahah... Kurang kerjaan sekali saya ini. Duh, kenapa saya jadi makin insecure begini sih? Beruntunglah mereka yang dikaruniai wajah dan fisik yang rupawan. Mereka dengan mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan? termasuk keberuntungan soal cinta. Tapi benarkah selalu demikian?


Aah, rasanya tidak juga. Banyak juga kok, wanita yang fisiknya biasa saja bisa mendapatkan cinta yang tulus.


Aah, tidak semua kok. Banyak yang terlahir cantik, tapi tidak juga beruntung dalam urusan percintaan. Banyak yang terlahir cantik, tapi juga biasa-biasa saja dalam bidang pekerjaan. Ada banyak faktor yang berperan di situ. Dan bukan cuma kecantikan lahiriah semata.

__ADS_1


Saya pandangi lagi wajah saya di cermin. Banyak yang bilang saya manis. Hidung saya juga tidak pesek-pesek amat. Sepertinya kadar rasa percaya diri, bukan cuma dilihat dari fisik. Tapi juga dari faktor-faktor lain. Harta, dan popularitas misalnya. Juga status sosial.


"Cantik itu butuh proses. Gak langsung bisa instant. Lihat aja artis-artis. Mereka gak langsung cantik dan putih begitu kan! pasti butuh yang namanya perawatan!" tiba-tiba saya teringat kata-kata Vera.


Apa iya saya harus melakukan make over habis habisan? filler, tanam benang, suntik putih, hmmmmm.....


Tapi untuk apa ya? untuk terlihat cantik dan menarik di mata Si Botak? untuk terlihat lebih percaya diri? tapi kan pasti mahal? rasanya kok sayang ya menghabiskan uang untuk perawatan seperti itu. Si Botak memang memberikan saya uang bulanan yang jumlahnya sangat lumayan setiap bulannya. Mungkin dengan menyisihkan sebagian tiap bulan, cukuplah untuk biaya filler hidung dan facelift. Tapi???


Si Botak belom pulang. Biasanya jam segini dia sudah pulang dan kami akan makan malam bersama. Entah mengapa, saya ingin sekali melihat wajahnya malam ini. Membayangkan makan berdua dengan dia nanti, membuat hati saya bergetar.


Saya kembali menatap cermin. Akankah wajah saya yang biasa ini bisa membuat dia jatuh hati? bisa membuat dia terperangah dan betah, sekaligus bisa membuat dia kesemsem pada saya. Uuups, pikiran macam apa ini? ada apa dengan saya?

__ADS_1


Hati saya semakin tidak karuan. Saya gelisah menantinya pulang malam ini. Debar hati saya semakin tidak bisa dibohongi. Saya ingin berada di dekatnya malam ini. Saya ingin menatap wajahnya. Saya ingin menemaninya mengobrol. Saya ingin melihat tawa dan senyumnya. Apa saya kirim pesan WA ya? dan menanyakan keberadaannya dan mengapa dia belum juga pulang.


Bersambung.


__ADS_2