
"Senang banget Mas kelihatannya? dari tadi aku perhatikan senyum terus. Habis menang tender 10 milyar ya?" tanya saya.
"Lebih dari itu malah, hehehehe." Dia menjawab sambil tersipu. Hari ini dia mengantar saya ke sekolah. Dia terlihat sangat bahagia. Sebelum berangkat tadi, dia membukakan pintu untuk saya dan menyemprotkan pengharum mobil dengan aroma bunga yang segar. Wow.. Ini sungguh tidak biasa.
"Pasti karena Meylan kan? selamat ya! aku tunggu loh undangannya!" dengan spontan saya berkata demikian.
Dia makin tersipu. Ya Tuhan, ini adalah sinyal buat saya untuk lebih bersiap-siap. Bersiap-siap kalau dia akan segera menceraikan saya. Saya tidak berani membayangkan bagaimana prosesnya nanti. Proses di mana dia akan berbicara kepada mamanya kalau kami akan bercerai dan dia akan rujuk dengan Meylan. Proses di mana nanti saya harus merelakan dia kembali pada Meylan, dan juga momen menyedihkan di mana saya harus keluar dari rumahnya lalu kembali ke rumah orangtua saya, menata hidup baru sebagai janda lengkap dengan kompensasi yang menggiurkan.
Aah, masa bodoh. Itu urusan dia nanti. Yang jelas nanti saya yang akan menjadi obyek penderita. Menjadi istri yang dicerai karena suaminya berpaling kepada wanita lain. Dan semua orang pasti akan bersimpati pada saya sekaligus mengutuk perbuatannya yang telah berselingkuh dan menceraikan saya.
Amazing. Permainan gila. Demi kegilaannya dan ambisinya dia rela melakukan itu semua. Saya melirik wajah tampannya. Dia masih saja tersipu sambil sesekali bersiul-siul mengikuti lagu yang diputarnya. Lagu lawas milik John Lennon berjudul Women.
Woman, I can hardly express
My mixed emotions at my thoughtlessness
After all i'm I'm forever in your debt
__ADS_1
And Woman, I will try to express
My inner feeling and thankfullness
For showing me the meaning of success
Ooh, well, well
Doo, doo, doo, doo, doo
The little child inside the man
Please remember my life is in your hands...
Wajah tampan, otak cerdas, karier yang cemerlang, penghasilan yang sangat mapan tapi ternyata menderita Love Sick akut. Sampai rela melakukan apa saja demi cinta. Terkadang jatuh cinta memang dapat melumpuhkan logika.
Menurut pendapat salah seorang ahli, semakin tinggi seseorang merasakan cinta maka akan semakin kecil kontrol mereka terhadap fungsi kognitifnya. Saat seseorang dimabuk asmara, area besar pada otak yang disebut juga dengan korteks frontal akan berhenti bekerja. Padahal korteks frontal itu penting dalam menilai hal-hal tertentu. Berhentinya korteks frontal akan membuat orang yang sedang jatuh cinta sulit menilai kesalahan orang yang ia cintai.
__ADS_1
Itulah sebabnya, orang yang sedang jatuh cinta akan terlihat bodoh dalam membuat keputusan dan menganalisis perasaan. Bahkan berani melakukan hal-hal yang diluar logika. Tak peduli bagaimana pun caranya. Tak peduli apakah tindakan atau keputusan yang diambil akan merugikan diri sendiri atau orang lain. Tak peduli akan melanggar norma atau tidak. Karena yang mereka kejar hanyalah tujuan untuk segera bersatu dan mewujudkan rasa cinta bersama orang yang mereka cintai.
Seperti laki-laki di samping saya ini. Kelihatan sekali nih, kalau korteks frontalnya sudah berhenti bekerja. Makanya dia rela melakukan apa saja demi bisa bersatu lagi dengan mantan istrinya. Kalau seandainya, dia mau sedikit pakai logika, tentu tidak akan separah ini. Ngapain juga menuruti keinginan aneh Sang Mantan. Kalau tidak mau diajak rujuk, ya sudah. Masih banyak kan wanita yang baik, tulus dan setia. Seperti saya ini.
Saya memang tidak cantik dan menarik. Tapi saya punya hati yang tulus. Saya akan berusaha semampu saya untuk membahagiakannya. Saya akan mengurusnya, memasak untuknya, melakukan apapun yang dia suka. Pokoknya saya akan berusaha total menjadi istri yang ideal untuknya.
Tapi nyatanya dia sudah terlanjur kehilangan logika. Menjadi budak cinta dengan tingkat keparahan yang sudah akut.
Saya masih berceloteh di dalam hati ketika tanpa sadar, mobilnya sudah sampai di depan gerbang SDN Melati.
"Sudah sampai Tuan Putri. Selamat mengajar ya! jangan kebanyakan bengong. Salam buat Bu Endang ya!"
Oalah. Ternyata sudah sampai. Saya bersiap-siap turun dan mencium tangannya.
"Hati-hati di jalan ya Mas. Salam buat Meylan..." Saya tersenyum lebar dan melambaikan tangan.
Bersambung.
__ADS_1