
Saya memasuki gerbang sekolah pagi ini dengan hati yang riang. Dengan penuh rasa percaya diri, saya tebarkan senyum kepada Pak Cokro, satpam sekolah yang duduk sambil menikmati kopinya. Saya juga tersenyum dan melambaikan tangan pada Bu Probo dan dua rekan bergosipnya yang sedang bercengkrama menunggu bel masuk.
Pagi ini, sebisa mungkin saya menanamkan keyakinan dalam hati bahwa saya adalah pribadi yang kuat dan bahagia, saya akan mampu mengelola rasa minder, saya tidak boleh iri melihat kelebihan orang lain, dan saya akan terus belajar untuk mengembangkan segenap potensi diri.
Saya melangkah dengan mantap memasuki ruang guru. Saya tersenyum dan menyapa Mr Black yang sedari tadi memandangi saya dengan tatapan heran. Mungkin dia merasa aneh, melihat senyum saya pagi ini.
"Gimana pemotretannya?" tanya Bu Ratu.
"Lancar Bu. Saya senang sekali. Benar-benar gak nyangka, saya bis jadi model." Jawab saya.
Saya keluarkan ponsel dan menunjukkan hasil foto-foto kemarin pada Bu Ratu. Bu Ratu berdecak kagum.
"Kamu cantik sekali Nis.... Masya Allah. Benar-benar bikin pangling."
"Makasih ya Bu....Sudah mengajak saya ke studio waktu itu. Kalau bukan karena Ibu, mana mungkin saya bisa jadi model." Bisik saya.
__ADS_1
"Apaan sih kamu, Nis. Semua itu memang sudah rezeki kamu. Kamu itu cantik, Nis. Aura wajah kamu itu kalem dan keibuan, wajar kalau Enrico tertarik dan memberikan kamu tawaran untuk menjadi model. Yang penting adalah rasa percaya diri Nis. Itu modal utama."
Mr Black kembali berbisik pada Bu Probo. Pandangan mata Mr Black seolah ingin tahu apa yang saya bicarakan dengan Bu Ratu. Hahahaha, nampaknya dua orang itu sedang membicarakan saya. Bodo amat deh.
Mungkin dia heran bagaimana saya bisa akrab dengan Bu Ratu. Bu Ratu yang selama ini terkenal cool dan pendiam, kok bisa sih dekat dengan Ninis. Hahahaha.... Saya kembali mendekat pada Bu Ratu dan berbisik di telinganya, pura-pura sedang membicarakan sesuatu yang rahasia.
Wow, siap-siap saja nih trending topik tentang kedekatan saya dengan Bu Ratu akan semakin menjadi-jadi. Pasti saya akan digosipkan lagi sebagai seorang penjilat sukses yang berhasil naik kelas karena bisa memikat rekan-rekan yang kaya untuk dijadikan teman.
Dulu Bu Endang dan sekarang Bu Ratu. Bisa bergaul akrab dengan mereka, pergi kemana-mana dengan mereka, bisa dikenalkan dengan orang-orang penting mulai dari pejabat, fotografer kondang, pengacara, pengusaha, bahkan bisa menikah dengan pria kaya dan menjadi model pula..... Amazing.
Sesuatu yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Saya juga tidak menyangka bisa dekat dan akrab dengan Bu Endang dan Bu Ratu. Bisa merasakan kebaikan hati mereka, bisa menjadi tempat curhat mereka. Entahlah....Mungkin karena pembawaan saya yang seperti ini, yang alhamdulilah bisa membuat mereka nyaman untuk berteman.
Kira-kira bagaimana reaksinya ya? kalau saya benar-benar menjulurkan lidah ke arahnya sambil meledek, hehehehe. Yang jelas, dia pasti kaget. Tidaklah.... Biar bagaimana pun juga, Mr Black adalah orang tua. Bisa kualat nanti saya kalau kurang ajar sama senior, hihihi.
...****************...
__ADS_1
Semua guru kelas sedang sibuk mempersiapkan laporan perkembangan peserta didik di kelas masing-masing. Rapat wali kelas akan dimulai sehabis zuhur. Saya masih asyik di depan laptop, berkutat dengan pekerjaan operator.
"Mbak Ninis, ada yang mencari tuh!" ujar Pak Zainal.
Saya yang sedang fokus mendadak langsung kaget. Duh, Pak Zainal mengejutkan saja.
"Siapa Pak?" tanya saya. Saya merasa sedang tidak buat janji dengan siapa pun untuk bertemu di sekolah.
"Dia cuma bilang kalau dia itu temannya Mbak Ninis. Itu saja. Tadi saya suruh tunggu di lobi depan."
Siapa ya? saya jadi penasaran.
"Cantik sekali itu temannya, Mbak. Mirip artis," ujar Pak Zainal lagi.
Bersambung.
__ADS_1
Mohon like, vote dan komentarnya ya Guys.
Matursuwun.