LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Inikah Realita?


__ADS_3

Semalaman saya menangis. Ya Allah, bermimpikah saya? benarkah semua apa yang dikatakannya? dada saya sesak jika mengingat semua kata-katanya lagi? mengapa dia setega itu pada saya? apa salah saya?


Ternyata selama dia berdusta. Dia tidak pernah menginginkan saya. Dia menikahi saya terpaksa sebagai syarat untuk memuluskan usahanya agar bisa rujuk dengan mantan istrinya. Saya telah menjadi tumbal dari permainan mereka...


Saya mengingat-ingat lagi awal-awal pertemuan kami. Waktu itu saya sangat bahagia. Perkenalan kami yang singkat berlanjut dengan taaruf dan menikah. Saya sangat bahagia...Lalu ingatan saya kembali tertuju pada momen-momen dimana saya sering melihat keanehan dan ekspresi wajahnya yang terlihat murung dan sedih.


Saya selalu beranggapan mungkin dia sedang capek atau stres dengan pekerjaannya. Dan ternyata inilah jawaban dari semua itu. Jawaban dari keanehan dan ekspresi wajahnya yang terlihat sedih saat itu. Rupanya dia belum bisa move on dari mantan istrinya dan masih sangat berharap untuk segera kembali padanya.


Dia juga tidak pernah menyentuh saya. Dan sering menghindari saya saat sedang di rumah. Ternyata sekarang terkuaklah semuanya...


Duh, Gusti....Mengapa semua ini harus terjadi sama saya? mengapa hidup saya harus seabsurd ini? apa saya memang tidak pantas untuk bahagia?


Astagfirullahalazim... Sekarang saya harus bagaimana? apa yang harus saya lakukan?

__ADS_1


Apa Bu Endang tahu tentang semua ini? hati saya kembali bertanya. Apa iya Bu Endang tahu? masa iya Bu Endang tidak tahu?


Saya harus menceritakan semua ini pada Bu Endang. Harus. Jangan-jangan Bu Endang memang sudah tahu akan rencana Si Botak eeh Mas Farid ini, dan kemudian dia bersedia membantu mencarikan calon yang pas sesuai kriterianya sebagai jalan untuk memuluskan niatnya agar bisa rujuk dengan mantan istrinya.


Rasanya seperti ada bongkahan api besar yang siap meledak di dalam dada saya. Kecewa, marah, sedih semua bercampur jadi satu. Apa mungkin Bu Endang memang sekongkol dengan Si Botak?


Tidak. Tidak.. Bu Endang tidak mungkin sejahat itu sama saya. Tidak mungkin. Bu Endang, orang yang sangat baik dan tulus sama saya. Tidak mungkin....


Bu Endang juga pasti tidak tahu niat dan rencana busuk si Botak menikahi saya. Dan sekarang, apakah saya harus menceritakan semuanya pada Bu Endang?


Saya tidak akan pernah menjelma menjadi Cinderella. Kebahagiaan yang saya kira bisa saya raih setelah menikah, ternyata harus berakhir seperti ini. Pahit. Benar-benar pahit. Kenyataan ini begitu pahit.


Lalu untuk apa saya di sini? sudah jelas, dia tidak menginginkan saya. Saya ingin pulang saja dan mengadukan semua pada orangtua di rumah. Saya bangkit dan mulai bersiap-siap.

__ADS_1


Tapi apa kata mereka nanti? Ibu dan Bapak saya pasti sangat sedih kalau sampai tahu semua ini. Mereka pasti sangat shock. Saya membayangkan, betapa hancurnya hati Ibu melihat saya kembali ke rumahnya dengan menenteng tas besar sambil menangis. Lalu tangisnya akan makin pecah jika saya menceritakan semuanya.


Saya bingung. Ya Allah, saya harus bagaimana?


saya tidak mau membuat orangtua sedih. Saya pandangi diri saya di depan cermin. Apa saya tidak pantas bahagia? menikah adalah impian saya selama ini. Tapi, Ya Allah.. Mengapa pernikahan seperti ini yang harus saya alami? perrnikahan palsu. Pernikahan pura-pura. Bisa-bisanya dia menipu saya dalam ikatan pernikahan demi syarat yang diminta mantan istrinya itu.


Biarlah.. Dia pasti akan berdosa karena telah mempermainkan ikatan suci pernikahan. Saya menarik nafas panjang. Istighfar Nis... Istighfar. Kamu harus kuat.


Ponsel saya berbunyi. Sebuah pesan WA masuk.


"Nis, aku benar-benar minta maaf. Marahlah dan bencilah aku. Aku memang pantas menerimanya. Sekarang keputusan ada ditanganmu. Aku tidak akan pernah memaksa mu. Tapi jika kamu ingin membantuku dan tetap di sini, aku akan sangat berterima kasih padamu. Aku berjanji akan memberikanmu kompensasi yang layak untuk semua pengorbananmu.


(Maaf sebelumnya, aku meminta bantuanmu untuk tetap di sini dan menjadi istriku sebagai syarat yang diminta Meylan...Aku mohon Nis. Tapi jika kamu sangat keberatan. Aku tidak akan memaksa)

__ADS_1


Astagfirullah.. Ternyata dia masih berharap saya bisa membantunya demi bisa kembali lagi pada Meylan.. Ini benar-benar gila. Tapi sepertinya kegilaan memang harus dibalas dengan kegilaan juga..


Bersambung.


__ADS_2