
Farid
Masih dengan ekspresi yang sama, Gladys makin melongo mendengarkan ceritaku. Jangan-jangan dia berpikir aku mengada-ada. Gladys kan sangat dekat dengan Meylan, siapa tahu dia lebih percaya pada Meylan daripada aku.
"Well, aku masih bingung. Meylan tidak pernah cerita sama aku kalau dia sedang dalam proses rujuk dengan kamu. Terakhir kali kami bertemu saat anakku ulang tahun. Kira-kira sebulan yang lalu. Dia tidak cerita apa-apa tentang hubungannya dengan kamu. Cuma pernah, dia masang status di WA kalau dia lagi makan berdua sama cowok. Belum lama ini malah..." Gladys keceplosan.
"Kapan itu, Dys?"
"Kira-kira empat hari yang lalu atau lima hari yang lalu ya? tapi, enggak lama kemudian segera dihapus sama dia."
"Fotonya seperti apa?" tanyaku.
"Foto sedang dinner berdua dengan latar belakang Jumbo Floating Restaurant."
"Seperti apa pria yang dinner dengan dia?" aku mulai penasaran.
__ADS_1
"Ganteng, berwajah oriental. Aku lupa gimana wajahnya, karena keburu dihapus sama Meylan."
"Demi Tuhan Rid, Meylan sama sekali tidak cerita denganku. Mungkin Nisya tahu. Coba tanyakan pada Nisya. Ini nomer handphone Nisya."
Nisya adalah asisten Meylan. Baru setahun belakangan ini bekerja pada Meylan. Gladys yang merekomendasikan Nisya untuk bekerja pada Meylan. Tapi apa Nisya mau memberikan informasi kepadaku? ah, aku coba saja.
Aku tidak akan menyerah. Aku harus mendapatkan Meylan kembali. Harus. Dia harus jadi milikku. Tidak boleh ada pria lain yang mendekatinya. Meylan adalah milikku.
Segera kuhubungi ponsel Nisa. Sial, tidak dijawab. Nomer panggilan tidak aktif. Kutanyakan lagi pada Gladys mengapa nomer Nisya tidak aktif. Gladys mengatakan memang itu nomernya. Aku semakin tidak sabaran. Apa jangan-jangan Nisya ikut ke Hongkong, dan dia mengganti nomer ponselnya dengan nomer Hongkong? bisa jadi.
Ninis
Sudah hampir lima hari ini, Si Botak nampak murung. Dia selalu diam dan tidak pernah bicara. Kadang wajahnya menunjukkan ekspresi galau tingkat dewa, kadang juga menunjukkan ekspresi geram, penuh emosi. Saya kan jadi takut.
Dia juga tidak pernah lagi duduk di meja makan dan mengajak saya ngobrol seperti biasa. Pulang kerja dia langsung masuk ruangan pribadinya, dan tidak pernah keluar lagi. Hanya sesekali dia dia bicara, waktu menawari saya Batagor Bandung. Waktu itu dia pulang dan membawa batagor banyak sekali. Katanya itu pemberian salah satu kliennya.
__ADS_1
Saya sampai terperangah waktu itu. Surprise, dia menawari saya makanan lagi. Tapi melihat ekspresi wajahnya yang serius dan datar, saya jadi ragu. Benar saja, tanpa basa-basi dia langsung masuk ke ruang kerjanya. Dia meletakkan bungkusan plastik berisi batagor dan segera berlalu tanpa melihat saya.
Jadilah saya makan sendiri sambil menerka-nerka. Sedih rasanya. Sikapnya tidak lagi hangat dan ramah seperti dulu. Mendadak dia menjadi autis. Asyik dengan dunianya sendiri. Diam seribu bahasa dengan ekspresi wajah yang sedang tidak mau ditegur.
Saya jadi makin bingung. Ini semua gara-gara perempuan sialan itu. Saya kok jadi ikutan emosi ya? ya gimana gak emosi, nasib saya kan ikut dipertaruhkan juga!
Kalau mereka tidak jadi rujuk, bagaimana nanti dengan saya? lantas bagaimana dengan surat perjanjian itu? Mas Farid tidak mungkin akan mempertahankan saya. Sudah pasti dia akan mendepak saya dari rumah ini. Sangat kecil kemungkinan, dia akan menjadikan saya isteri beneran.
Apalagi dengan sikapnya yang berubah pada saya akhir-akhir ini. Dingin seperti es batu dan pelit bicara. Sudah pasti, sikapnya yang ramah dan hangat sebelum-sebelumnya hanya karena Meylan. Supaya saya mau membantu proses rujuknya dia dengan Meylan, sesuai dengan syarat yang diminta perempuan itu.
Dan sekarang baru terbaca semuanya. Bagaimana isi hati dia yang sebenarnya terhadap saya. Dia tidak pernah menatap saya, dia tidak pernah tersenyum lagi pada saya. Dia tidak pernah menganggap saya ada. Di mata dia, saya tak berarti apa-apa.
Duh Gusti, akankah nasib baik berpihak pada saya? Bagaimana nanti jika dia tetap menceraikan saya dan saya tidak dapat apa-apa. Bagaimana nanti dengan orangtua saya? apa yang harus saya jelaskan pada mereka?
Bersambung.
__ADS_1