
Kini saya resmi kembali ke rumah ini. Saya juga semakin percaya diri menjalani hari demi hari. Bersamanya, saya mulai merasakan kebahagiaan. Hal yang dulu sempat saya ragukan untuk meraihnya. Sekarang dia banyak tersenyum pada saya. Kami berdua saling berbagi perhatian dan kasih sayang. Perlahan-lahan kondisi kakinya juga semakin membaik. Meski sedikit pincang, kini dia tidak lagi bergantung pada tongkat dan kursi roda.
Dan seperti yang dikatakannya, kami memulai lagi semuanya dari nol. Termasuk tentang perasaan ini. Sekarang yang ada hanyalah saya dan dia. Tidak ada lagi yang lainnya. Itulah sebabnya segala bayang-bayang Meylan harus disingkirkan dari rumah ini.
Segala foto dan barang-barangnya harus dilenyapkan jauh-jauh. Tidak boleh ada satu pun yang tersisa. Itu syarat yang saya minta dari dia, ketika akan kembali ke rumah ini. Dan dia setuju.
Dia juga sudah mulai mengenalkan saya pada teman-teman dan lingkungan pergaulannya. Semua berjalan dengan baik dan penuh suka cita. Hidup saya sekarang terasa lebih berarti, bersama Sang Lelaki Pilihan yang pada akhirnya juga memilih saya. Ujung penantian yang berbuah manis. Selalu ada keajaiban bagi siapa saja yang percaya.
sembilan bulan kemudian.
Ibarat sebuah puzzle, hidup yang dijalani akan selalu dipenuhi dengan kepingan. Satu kepingan yang kita bentuk pasti akan membutuhkan kepingan-kepingan lain untuk menghasilkan ornamen yang utuh. Begitu juga dengan saya dan dia. Berdua kami terus belajar untuk lebih saling memahami, saling mengisi, saling terbuka dan juga saling peduli.
Hingga akhirnya, keinginan untuk memiliki buah hati semakin kuat merasuki hati. Kami berdoa dan terus berusaha. Hingga akhirnya sesuatu yang mencengangkan terjadi. Cukup mengejutkan, namun kami tetap semangat dan optimis.
Kami berdua menjalani pemeriksaan. Dokter menyatakan saya subur, sementara Si Botak eh Mas Farid sebaliknya. Entah apa penyebabnya, apakah akibat dari kecelakaan itu? ataukah dari faktor lain? yang jelas, kurang subur bukan berarti tidak ada peluang untuk bisa punya anak, begitu kata dokter.
__ADS_1
Selama masih ada berbagai pengobatan dan treatment, kami harus tetap optimis dan terus berikhtiar. Dia sangat down dan sedih, sekaligus juga semakin posesif pada saya.
Lagi-lagi saya terus menyemangatinya. Saya katakan padanya, ada atau tidak adanya anak, saya akan selalu ada di sisinya. Rasa cinta saya tidak akan berubah sampai kapan pun.
...****************...
Prosesi akad nikah sebentar lagi akan dimulai. Wajah Reyna nampak menegang. Berkali-kali dia mengelap peluh yang menetes di keningnya. Hari ini adalah hari pernikahan Reyna dan Bang Norman.
Reyna sangat cantik sekali. Wajahnya merona. Dengan berbalut kebaya putih dan riasan wajah yang soft, dia berjalan dengan anggun menuju prosesi akad, diiringi ketiga anak gadisnya. Nampak di ujung sana, terlihat mantan suami dan juga istri baru dari mantan suaminya.
Melewati berbagai ujian hidup membuat saya percaya bahwa akhir dari kesedihan pasti akan membuahkan bahagia. Begitulah, tepatnya. Apa yang saya alami dan juga mungkin Reyna pernah alami menjadikan kami yakin bahwa akan selalu ada celah kebahagian di setiap episode kehidupan.
"Reyna cantik sekali ya, Mas. Aura wajahnya benar-benar mempesona. Dia terlihat sangat bahagia," ujar saya sambil melirik ke arah Si Botak.
"Ya, namanya juga jadi pengantin," jawab Si Botak santai.
__ADS_1
"Melihat Reyna tadi, aku seperti dejavu. Dulu sewaktu melangsungkan akad nikah, aku juga seperti itu, penuh isak haru. Rasanya bahagia sekali. Seperti memasuki gerbang kehidupan baru yang penuh dengan senyum dan tawa. Meski setelahnya harus dibuat shock, karena ada begitu banyak kejutan perasaan yang cukup menguras air mata."
"Ninis Sayang....Please, jangan diingat-ingat lagi!" Si Botak mencubit lengan saya dengan mesra. Sorot matanya seolah mengisyaratkan saya untuk tidak lagi mengingat masa lalu.
Tamat.
Mohon like, vote dan komentarnya ya Guys. Matursuwun.
Catatan Author
Alhamdulilah, cerita ini akhirnya selesai dan berakhir bahagia. Author ucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada para pembaca yang masih setia mengikuti cerita ini. Mohon maaf jika dalam penulisan cerita ini ada banyak kesalahan dan kekurangan. Terlebih lagi, jika seringkali jarang update, karena terhalang kesibukan pekerjaan.
Terima kasih juga Author haturkan kepada Sista XYZ yang telah mengilhami kisah ini. Mohon maaf, jika ending cerita ini dibuat beda dengan ending aslinya di dunia nyata. Semoga kebahagiaan selalu terlimpah untukmu, sister fillah.
Sekali lagi terima kasih atas segala dukungan dan komen yang diberikan....Nantikan kisah-kisah selanjutnya ya! Salam...
__ADS_1