LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Pernyataan hati


__ADS_3

Bodo amat kalau dia terganggu dengan suara lagu yang saya putar keras-keras. Saatnya menunjukkan isi hati. Saya harap dia mengerti.


Saya terus bernyanyi sampai lelah sendiri. Saya tidak keluar kamar sampai pagi menghampiri. Hari ini hari sabtu, Bu Atin tidak masuk. Ada keponakannya yang menikah, katanya.


Baiklah, sekarang saya cuma berdua dengan Si Botak. Saya bebas melakukan apa saja yang saya suka. Seperti yang saat sedang saya lakukan saat ini, saya memutar lagu keras-keras sambil bernyanyi.


Di depan cermin, saya beraksi, bermain dengan peralatan lenong, eh peralatan make up koleksi saya. Saya mencoba berbagai step make up yang dilakukan oleh Mbak Rani yang merias wajah saya menjadi cantik sekali waktu itu di studio foto, waktu saya menjadi model katalog hijab.


Saya juga menyimak tayangan di Youtube tentang bagaimana cara mengaplikasikan make up yang elegan namun simpel, bagaimana memakai kontur wajah, highlight dan juga membentuk alis agar terlihat rapih natural.


Well, hasilnya lumayan juga. Begini saja saya sudah terlihat cantik koq. Beda dari biasanya. Paling tidak make up saya kali ini tidak norak seperti sebelum-sebelumnya.


Saya juga membiarkan rambut saya yang hitam panjang tergerai indah alami. Untuk baju, saya memakai longdress warna peach senada dengan warna lipstik yang saya pakai. Wow, penampilan saya jadi terlihat seperti putri kerajaan zaman Eropa kuno.


Saya berjalan dengan anggun menuju kamarnya, lengkap dengan membawa baki berisi bubur ayam yang sudah saya pesan tadi plus roti dan juga buah. Saya berharap dia akan speech lees dan terpukau dengan penampilan saya.


Bukankah wanita yang sedang jatuh hati ingin selalu terlihat cantik? dan apa saya lakukan pagi ini semata-mata adalah refleksi dari pernyataan hati saya untuk dia.


"Pagi, Mas. Maaf ya telat bawain sarapannya. Aku pikir kamu masih tidur. Takut ganggu aja kan!" sapa saya.


"Gimana bisa tidur, kalau suara lagu kedengaran sampai ke sini. Aku sudah bangun dari subuh tadi dan gak bisa pulas lagi sampai sekarang," ucapnya datar.

__ADS_1


"Ya ampun, Mas. Maaf ya kalau keberisikan. Aku kira ga kedengaran sampai ke kamar depan."


"Suaramu bagus juga. Tapi saking bagusnya sampai membuatku sulit untuk tidur lagi." Dia terlihat sangat serius. Seolah seperti menunjukkan kalau dia sangat terganggu dengan suara saya.


"Maaf Mas... Aku mohon maaf sekali. Ga tau kenapa, aku lagi senang nyanyi aja. Maaf ya, kalau tidurnya jadi terganggu. Apalagi kamu sedang memimpikan Meylan, kan?" uups, saya keceplosan lagi. Tapi ah, bodo amat.


"Dihabiskan buburnya ya, Mas. Ini madunya juga diminum. Aku pergi dulu ya. Kamu kan pasti juga butuh privacy untuk sendiri kan!" ucap saya tegas.


"Mau kemana kamu? Koq terlihat beda hari ini?" tanyanya.


Wow, rupanya dia memperhatikan penampilan saya juga. Saya kira dia bakalan cuek. Apa dia mulai terpukau ya melihat saya tampil cantik hari ini?


Yess.... Semoga dia makin terpukau dengan kebaikan saya. Walaupun ini cuma modus, hehehe. Sejujurnya, tidak ada acara kondangan hari ini. Saya berdandan cantik seperti ini cuma ingin mengetes aja, kira-kira dia bakalan terkesan gak ya, lihat saya cantik begini.


"Kenapa gak pergi aja? aku gak papa koq ditinggal sendiri.Maaf sudah merepotkanmu terus," ujarnya sambil tertunduk.


"Gapapa, Mas. Aku malah ga enak kalau ninggalin kamu. Takutnya nanti saat kamu butuh apa-apa, kan repot kalau gak ada yang bantu. Aku tinggal dulu ya, kalau perlu apa-apa, panggil aja!" saya pun keluar dari kamarnya.


Yess....Sepertinya dia cukup terkesan dengan penampilan saya pagi ini. Dia menatap saya lama tadi. Apa dia terpesona dengan kecantikan saya? hmmm.


****

__ADS_1


Farid.


Aku benar-benar merasa hancur sekarang. Tidak ada lagi harapanku untuk meraih Meylan, dan kini, bukan cuma hatiku yang sakit tapi juga tubuhku. Nyeri pasca operasi tulang kering akibat kecelakan masih terasa ngilu.


Entah berapa lama lagi aku bisa benar-benalr pulih. Alhamdulillah, Allah masih memberiku keselamatan. Tak bisa dibayangkan, jika kecelakaan itu berakibat lebih buruk lagi. Tapi saat itu, aku memang sudah siap untuk mati. Cinta Meylan sangat berarti untukku. Lebih baik aku mati, jika tidak bisa mendapatkan cintanya lagi.


Tapi untunglah, rasa putus asa sirna begitu saja saat mendengar isak tangis Mama. Mama yang begitu mencemaskanku. Mama yang selalu berdoa untuk kesembuhanku. Mama yang tidak pernah berhenti mencintaiku tanpa sebab dan syarat.


Hanya cinta dan kasih sayang Mama yang tulus. Tak ada yang lain. Tak terbayangkan, jika aku mati, maka hati dan jiwa Mama akan terpuruk hancur. Mungkin butuh waktu lama untuk bisa pulih kembali.


Maafkan Farid, Ma... Farid belum bisa bikin mama bahagia. Jika Farid sampai mati dalam kecelakan itu, maka itu akan lebih menghancurkan Mama. Allah masih memberikan Farid kesempatan untuk hidup, supaya Farid bisa punya waktu lebih lama lagi untuk membahagiakan Mama.


Terbayang dalam memoriku. Bagaimana Mama begitu mencintaiku dengan kasih sayangnya yang lembut. Mama yang selalu melakukan apa saja untuk kebaikanku. Mama yang begitu telaten mengurusku sejak kecil, Mama yang selalu memasakkan makanan kesukaanku.


Mama yang begitu mengkhawatirkanku saat sedang sakit atau sedang ada masalah. Itulah sebabnya, Mama selalu menginginkan agar istriku kelak bisa sepertinya. Bisa mengurus aku dengan baik, sebagaimana Mama.


Dan Ninis, wanita yang kunikahi


dalam ikatan palsu, ternyata memiliki hati yang baik. Dia mengurusku dengan baik selama ini. Meski jujur, aku tidak tahu, ke mana perasaan ini akan berujung? Nyatanya, aku masih belum bisa melepaskan Meylan dari ingatanku.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2