LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Apa Jangan-Jangan Dia...?


__ADS_3

Akhirnya saya mengirimkan pesan lewat WA.


Mas, Maafkan aku yang belum sempat bangun saat Mas pergi.


Langsung dibalas oleh dia. Tidak apa koq. Aku memang harus berangkat buru-buru tadi. Justru aku yang tidak tega membangunkan kamu. Oh ya, kamu sudah sarapan? kalau butuh apa-apa minta tolong saja sama Bu Atin. Met santai di rumah ya! nanti aku telpon kamu. Bye..


Hmmm, hati saya mendadak lega membaca pesannya. Kelihatannya dia memang sedang sibuk sekali. Semoga segala urusannya berjalan lancar. Dan benar saja, dia baru kembali saat menjelang tengah malam. Saya hanya mendengar suara mobilnya yang memasuki garasi, kemudian dia masuk. Saya keluar dari kamar dan menyapanya.


Kami mengobrol sebentar, lalu dia mandi dan kembali lagi ke ruang kerjanya. Dia bilang ada empat kasus yang sedang dia tangani saat ini. Dan dia harus benar-benar fokus karena keberhasilan kasus-kasus ini akan sangat mempengaruhi kreadibilitasnya sebagai lawyer.


Dan seminggu kemudian, kondisinya masih tetap sama. Dia masih juga sibuk. Tapi rasa heran terus mendesak saya, karena sikapnya yang makin hari makin datar dan terkesan cuek. Dia berbicara dengan saya seperlunya saja dan setelah itu berlalu. Masuk lagi ke dalam ruang kerjanya dan menghabiskan waktu berjam-jam di sana.


Raut wajahnya selalu terlihat kaku dan serius. Seperti sedang memikirkan sesuatu. Apa benar pekerjaannya benar-benar menyita seluruh pikirannya hingga dia terlihat serius begitu? tapi raut wajahnya juga menampakkan ekspresi sedih dan bingung. Saya ingin mendekatinya dan bertanya. Tapi saya takut. Dianggap nanti terlalu mau tahu. Maka lebih baik saya diam saja.

__ADS_1


Apa Jangan-jangan dia gay? hush... Pikiran macam apa ini? tiba-tiba muncul seketika. Apa benar? bisa jadi sih. Apalagi sudah seminggu lebih ini, saya dianggurin. Dia tidak pernah menyentuh saya.


Dia tidak pernah mendekati saya lalu memeluk dan mencium saya seperti layaknya pasangan yang baru menikah. Dia terlihat begitu cool.


Kalau memang iya dia gay... Mungkin pernikahan ini hanya alasan untuk menutupi yang sebenarnya. Pantas saja istrinya dulu meninggalkan dia. Mungkin karena sudah tidak tahan dengan kelainannya. Percuma saja ganteng, mapan dan berwibawa kalau di dalamnya sakit.


Eeeh, tapi belum tentu juga. Saya tidak boleh suudzon. Semoga saja dugaan saya ini salah.


Saya jadi ingat ceritanya Vera. Ines, sepupunya menikah dengan pria gay. Awalnya Ines tidak tahu kalau suaminya itu gay. Hanya saja dia heran, mengapa suaminya tidak pernah menyentuhnya, selalu saja sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan kantor yang dibawanya ke rumah. Lalu asyik telepon-teleponan dengan seseorang dengan ucapan sayang- sayang.


Ines curiga dan marah pada suaminya. Dia pun mencari tahu siapa wanita yang dipanggil sayang oleh suaminya ditelpon.


Dan akhirnya terkuaklah semuanya. Panggilan sayang itu ternyata ditujukan untuk seorang pria. Gilaaa....

__ADS_1


Shock dan terkejutlah Ines. Ternyata suaminya seorang gay. Suaminya yang tampan, gagah, baik dan mapan ternyata pencinta sesama jenis.


Memang Ines dan suaminya hanya menjalani proses penjajakan sebentar. Hanya 4 bulan berkenalan setelah itu mereka menikah. Bahkan atasannya Ines di kantor yang menjadi mak comblang dia dengan Bayu, suaminya juga tidak tahu kalau Bayu ternyata gay tulen.


Bayu menikahi Ines untuk menutupi jati dirinya. Bayu bersedia memberikan apa saja untuk Ines, termasuk mobil, uang dan rumah yang ditempatinya asalkan Ines bersedia tutup mulut. Bayu tidak mau keluarganya sampai tahu. Akhirnya mereka cerai juga. Siapa yang tahan punya suami gay?


Dalam gugatan cerai, Ines tidak menyebutkan alasan cerainya itu karena suaminya menyimpang. Dia hanya menyebutkan alasan tidak adanya ketidakcocokan dalam rumah tangga mereka. Dengan begitu sesuai kesepakatan di awal, Ines tetap mendapatkan harta dari Bayu meskipun mereka bercerai.


Apa Jangan-jangan Mas Farid juga seorang gay? sikap dan gelagatnya mirip dengan Bayu. Selalu cuek dan menghindar. Menyibukkan diri dengan pekerjaan-pekerjaan kantor ketika di rumah.


Ya Tuhan.. Saya tidak sanggup membayangkan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2