
Gempar. SDN Melati tempat saya mengajar dibuat gempar pagi itu. Semua orang heboh bertanya-tanya pada saya. Tidak heran lagi. Pasti ini ulah dari Mr Nyinyir bin Kepo. Tidak salah lagi, Mr Black. Hanya dia yang melihat ketika saya dijemput Mas Farid kemarin siang. Baru kemarin siang sudah jadi trending topik. Luar biasa. Dahsyat sekali kele'me'san bibir dari Mr Black. Saya membayangkan bagaimana bibir tebalnya saat membicarakan tentang saya. Pasti mleyat mleyot ke kiri dan ke kanan.
"Waduh yang kemaren dijemput sama cowok ganteng...kelihatan beda nih sekarang. Kok gak diajak masuk sih. Kenalin atuh sama kita -kita!" ujar Bu Darsih.
"Jadi udah ada calonnya nih sekarang. Kirain betah menjomblo, Neng!" ucap Bu Iyas
"Auranya dah mulai beda nih. Udah mulai kelihatan cerah. Jangan lama-lama ya. Ingat umur!" celetuk Bu Probo
Deg. Sialan. Bu Probo memang terkenal asal jeplak kalau bicara. Tidak mikir bagaimana perasaan orang lain.
Saya dibuat tidak nyaman pagi ini. Segera saya taruh tas dan laptop di atas meja dan bergegas keluar. Dari pojok meja seberang nampak Mr Black sedang pura-pura sibuk merapihkan tumpukan buku. Sesekali dia melemparkan pandangannya ke arah saya. Seketika pandangan matanya bertemu mata saya. Saya membalasnya dengan delikan sinis. Mau apa sih nih orang? kok ada ya tipe laki-laki seperti ini. Kalau perempuan ya masih bisa dimaklumi, tapi ini laki-laki loh. Tapi begitulah faktanya. Semua yang ada di sekolah ini juga sudah paham sekali bagaimana Mr Black.
__ADS_1
Semua orang di sekolah ini memanggilnya Mr Black. Julukan yang diberikan pada laki-laki paruh baya bertubuh tambun dan berkulit gelap, sehitam tembaga. Beliau termasuk guru senior di sekolah ini. Posisi yang seharusnya menjadikan beliau suri tauladan yang baik bagi para juniornya. Tapi sepertinya tidak bagi Mr Black. Sosok tambun dan berkulit hitam itu juga terkenal dengan mulutnya yang nyinyir dan selalu mau tahu dengan urusan orang lain.
Selain itu dia juga rada sirik dan tidak mau dikalahkan. Jika bicara tentang harta atau segala sesuatu yang berkaitan dengan prestise, maka tidak boleh ada yang mengalahkannya. Kecuali kalau lawan bicaranya memang tajir beneran, barulah dia kincep dan langsung berlagak ngasor ke orang itu. Berbagai cara dilakukannya supaya bisa dekat dan jadi sahabat orang itu. Benar-benar penjilat. Ambisius juga. Senang menjatuhkan orang lain dan selalu merasa dirinya paling hebat.
Hampir semua orang di sekolah ini tidak suka dengan Mr Black. Termasuk Bu Endang. Hanya beberapa orang saja yang masih terlihat dekat dan kompak dengan Mr Black. Mereka kurang lebih memiliki kesamaan karakter dengan Mr Black dalam hal urusan gosip dan nyinyir terhadap urusan orang lain tentunya.
Saya pun pernah jadi korban kenyinyiran mulut Mr Black. Saya ingat pertama kali saya bekerja di sekolah ini dan langsung bisa dekat dengan Bu Endang, Mr Black langsung menunjukkan sikap sinis pada saya. Berkali-kali dia menyindir dan mengatakan kalau saya sok SKSD dengan Bu Endang. Setiap saya lewat, dia langsung berucap di depan rekan-rekan yang lain secara spontan...
"Syuuuut, hati-hati kalau bicara di sini. Nanti ada cicak putih nguping." Atau dia akan berkata lagi. "Hey, hati-hati ada CCTV! ada kamera pengintai," yang seakan-akan ditujukan ke saya. Seolah-olah seperti menunjukkan ke rekan-rekan kalau saya ini memang mata-matanya Bu Endang. Sialan betul!
Beberapa orang mengatakan Mr Black iri dengan saya. Mengapa saya bisa dekat dengan Bu Endang? mengapa Bu Endang lebih sering bepergian dengan saya? mengapa saya lebih sering keluar masuk ruangan Bu Endang. Dan itu membuat dia heran. Mungkin dia akan terheran-heran juga kalau tahu Bu Endang pula yang menjadi mak comblang saya dengan Mas Farid. Pasti dia akan langsung kebakaran jenggot... Hahahaha... Eh tapi kan dia gak punya jenggot ya?
__ADS_1
Yang saya tahu, selama ini Mr Black cukup intens menjilat Bu Endang. Tapi sepertinya gak ngaruh tuh. Semanis apapun dia pedekate dan berusaha menjilat, Bu Endang sepertinya tidak tergubris. Mungkin karena sedari awal beliau sudah tahu bagaimana karakter asli dari Mr Black dan berusaha sebisa mungkin menghindari orang seperti itu.
Gambar visual untuk SDN Melati
Terkadang saya penasaran, seperti apa sih istri dari Mr Black itu. Mr Black tidak pernah membawa atau mengajak istrinya pada kegiatan-kegiatan di sekolah. Dan apakah dia juga nyinyir terhadap istrinya? apakah istrinya cukup tahan punya suami bermulut nyinyir seperti dia?
Terus bagaimana respon istrinya ketika penampilan atau masakannya dinyinyiri**i? atau bagaimana tanggapannya ketika sedang jalan bareng suami, dan suaminya itu tiba-tiba sibuk mengomentari orang lain? saya tidak bisa membayangkan. Kalau dari cerita Bu Sari, istrinya Mr Black itu lugu sekali. Penampilannya sederhana. Bahkan bisa dibilang ndeso. Kebalikan dari suaminya, istrinya itu pendiam dan tidak banyak bicara.
Pantas saja Mr Black tidak pernah mengajak istrinya ke acara-acara di sekolah, bahkan kondangan pun dia lebih sering datang sendiri. Mungkin dia malu dengan penampilan istrinya yang lugu, atau mungkin dia takut nanti istrinya akan jadi bahan nyinyiran sebagaimana dia sering menyinyiri orang lain?
__ADS_1
Bersambung.
Mohon like, vote dan komentarnya ya Guys! Matursuwun....