LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Kejutan di tengah Malam


__ADS_3

Dia baru membalas pesan saya menjelang maghrib, ketika saya baru saja sampai di rumah. Sore tadi, saya sempatkan untuk mampir ke rumah Ibu. Ibu membuat semur ayam kesukaan saya. Kami makan dan mengobrol lama. Ibu bertanya lagi pada saya apakah saya dan Si Botak baik-baik saja? ingin sekali saya katakan yang sebenarnya, tapi kok tidak tega rasanya. Apalagi melihat ekspresi wajah Ibu yang nampak sumringah sore ini. Tidak tega rasanya, jika senyum dan wajah sumringahnya mendadak sirna.


Sore ini, rumah Ibu memang sedang ramai. Lesti dan Nira, kedua adik saya yang sudah berumah tangga, datang untuk menginap dari kemarin dengan anak-anak mereka. Suasana rumah bertambah riuh ketika keponakan-keponakan saya bercanda dan berlarian ke sana kemari.


Maaf tadi aku sedang meeting....Aku juga sudah memikirkan hal itu Nis. Kamu benar, Aku dan Meylan sepertinya sulit untuk rujuk. Aku juga tidak tahu, mengapa dia secepat itu berubah. Tapi, biarlah waktu yang akan bicara. Yang jelas, aku akan selalu menantinya. Sampai kapan pun hati ini akan selalu jadi miliknya. Untuk saat ini, aku minta kamu untuk bersabar dulu...


Kamu tenang saja. Aku tidak akan mengingkari janji. Nanti aku akan pikirkan bagaimana strateginya. Dan aku minta tolong sama kamu, jangan dulu ceritakan semua ini ke mama atau Bu Endang. Biar aku nanti yang akan bicara sama mereka. Semua kegilaan ini adalah ideku, jadi aku yang akan bertanggung jawab. Sekali lagi, aku minta maaf Nis.....

__ADS_1


Balasan pesan yang mengejutkan. Lagi-lagi saya hanya bisa mengelus dada. Tak ada sinyal kalau dia akan meminta saya untuk bertahan di rumah itu dan menggantikan posisi Meylan di hatinya... Lagi-lagi semua hanya khayalan. Duh, Ninis...sampai kapan kamu akan terbelenggu khayalan? sedangkan realita yang dihadapi begitu kejam. Dia masih sangat mengharapkan wanita itu. Meskipun sudah disakiti, tetap saja hanya Meylan dan Meylan yang ada di hatinya.


...****************...


Suara ketukan pintu makin nyaring terdengar. Saya terjaga dari tidur. Huh, siapa sih. Apa jangan-jangan Si Botak? tapi kan dia sudah bawa kunci sendiri. Dia bisa masuk kapan saja tanpa harus gedor-gedor pintu. Apa jangan-jangan maling atau rampok? saya mulai bergidik ketakutan. Apa saya telpon satpam di depan komplek ya? saya mulai meraih ponsel, duh ngumpet dimana sih ponsel saya? rasa panik mulai menjalari sekujur tubuh saya. Belum pernah saya setakut ini.


Sigap saya membuka pintu. Ya Allah, ada apa ini? Si Botak pulang dalam kondisi mabuk. Dua orang pria itu kemudian pamit pulang. Saya sampai lupa mengucapkan terima kasih. Siapa mereka ya? mungkin mereka teman Si Botak. Si Botak terkulai di sofa, bau alkohol sangat kuat tercium. Saya jadi takut. Saya tidak pernah berhadapan dengan orang mabuk seperti ini. Apa saya tinggal saja masuk kamar ya?

__ADS_1


Belum sempat saya melangkahkan kaki, seketika tangan Si Botak meraih lengan saya. Saya tersentak. Ditariknya tubuh saya untuk mendekat padanya. Mulutnya makin mengeluarkan ceracau tidak jelas. Berkali-kali disebutnya nama Meylan. Saya berusaha untuk tenang. Saya biarkan dia terus mendekap tubuh saya.


Dia bangkit dari sofa dan sambil terus mendekap saya, menuju ke kamar yang biasa saya tempati. Darah saya berdesir. Matanya terus menatap saya dengan tatapan liar penuh nafsu. Duh, saya jadi makin takut, ingin saya lepaskan pelukannya tapi dia begitu kuat. Dan tiba-tiba terjadilah semuanya. Seperti jet coaster yang melaju kencang, terjadi begitu saja. Malam ini dia telah mengambil semuanya dari saya. Tak tersisa.


Perasaan saya campur aduk. Duh Gusti, kenapa harus seperti ini? dalam kondisi mabuk, hasratnya tiba-tiba muncul dan dia mengganggap saya ini adalah Meylan, dan terjadilah semuanya. Saya tidak kuasa untuk melepaskan pelukannya. Entahlah, apa karena saya juga menginginkannya? walau bagaimanapun, secara hukum dia adalah suami saya dan dia berhak atas tubuh saya.


Dia pasti akan sangat terkejut ketika sadar nanti, ketika mendapati kalau perempuan yang baru saja ditidurinya adalah saya dan bukan Meylan. Hmmm.....Apakah ini bisa jadi senjata buat saya untuk mendapatkan dia? kalau di sinetron atau film sih, sangat bisa banget. Apalagi kalau saya hamil, nanti hehehe. Tapi ah, sudahlah saya tidak mau berharap lebih.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2