LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Konsekuensi


__ADS_3

"Makasih ya, Nis. Kamu udah cariin ponsel aku. Alhamdulillah, ternyata ada di rumah. Aku udah panik banget. Baru ingat pas di kantor tadi."


"Makanya sebelum berangkat, cek dulu satu-satu Mas. Untung ketinggalannya di rumah, coba kalau di tempat umum, wassallam deh!"


Sebagai ucapan terima kasih, dia membawakan saya martabak telor spesial. Lagi-lagi saya membatin, yah kok makanan lagi sih, Mas. Sekali-sekali kek kasih kalung atau tas branded. Yang KW juga gak papa deh. Asalkan dari kamu, pasti akan kupakai terus...


Bukannya saya tidak bersyukur ya dikasih makanan. Dia memang sering sekali membawakan saya makanan. Dari yang enak sampai yang super enak. Apa mentang-mentang body saya lebar begini makanya dia berpikir saya doyan makan, dan karena itu sering sekali membawakan saya makanan. Huh, sungguh terlalu!!!


Apalagi martabak telor porsi jumbo begini. Baru melihatnya saja sudah bikin saya blenger. Padahal belum juga dimakan.


"Ayo cicipin, enak loh! biasanya kamu paling suka kan sama martabak telor." Dia menyodorkan piring berisi martabak itu ke arah saya.


"Buat besok saja, Mas. Aku masih kenyang."


Saya memang sedang tidak berselera makan. Pikiran saya kembali galau. Perasaan saya campur aduk. Dan ini semua terjadi setelah saya membaca seluruh percakapannya di WA. Percakapan dirinya dengan Meylan yang benar-benar so sweet.


"Aku ke kamar dulu ya Mas! kepalaku pusing. Mau rebahan dulu." Ucap saya pelan.


"Kamu sakit, Nis?"


Duh, tatapan mata itu benar-benar membuat saya grogi. Dia kelihatan seperti mengkhawatirkan saya..Ditempelkannya tangannya di dahi saya. Saya makin meleleh.

__ADS_1


"Gak papa, Mas. Dibawa rebahan nanti juga hilang kok. Cuma gak enak badan karena mau datang bulan."


"Yakin? kalau perlu apa-apa, jangan sungkan untuk kasih tahu aku. Badanmu agak anget loh!" Dia bergegas menuju lemari kecil di pojok ruang makan dan menyerahkan obat ke tangan saya.


"Ini obat andalan aku kalau lagi gak enak badan. Diminum ya!" ujarnya sambil menepuk bahu saya.


"Iya Mas. Makasih ya. Aku istirahat dulu ya!"


Pandangan mata saya tertuju pada ponsel hitam yang tergeletak di atas meja rias. Ya Allah jangan sampai dia tahu kalau whatsappnya sudah saya retas. Tidak pernah terbayangkan kalau dia sampai tahu. Mudah-mudahan kondisinya akan terus aman seperti ini.


Farid


Sorry about last night. Aku benar-benar tidak bisa menahan diri. Kamu benar-benar membuatku gila. Sayang, kamu tidak marah kan?


Meylan


Farid


Emoticon love.. Love you, Sayang... Sampai ketemu nanti ya.. Aku benar-benar gak sabar ingin segera membawamu kembali ke sini. Ke istana cinta kita. Tahukah kamu kalau setiap hari aku merindukanmu ada di sini. Sulit rasanya menjalani hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit dan detik demi detik tanpa kehadiranmu...


Meylan

__ADS_1


Gombal ah. Dulu-dulu juga udah biasa kan aku tinggal- tinggal! Kamu juga udah terbiasa sendiri kan?


Farid


Beda sayang. Dulu meskipun kamu sering pergi berhari-hari untuk urusan fashion, kamu tetap pulang ke rumah ini. Dan aku selalu menantikan kepulanganmu. Saat kamu pulang, rasanya duniaku kembali utuh. Ibarat lampu, kedatanganmu kembali menerangi hatiku..


Meylan


Hahahhahahaha.. Kamu tuh ya, Mas. Dari dulu paling ahli deh kalau untuk urusan gombal. Terus gimana dengan wanita yang jadi istrimu sekarang? dia juga ada di rumah kan? menemani kamu, mengurus kamu? apa dia belum bisa juga menerangi hati kamu?


Farid


Aah, kamu.... Kan dari awal kita sudah sepakat tentang kehadiran Ninis dalam hubungan kita. Tentang peran dari keberadaan Ninis selama ini dalam hubungan kita. Ninis hanya teman, Sayang. Dia bukan siapa-siapa di hatiku. Meskipun satu rumah dengan dia, tetap saja, aku tidak ada rasa. Hubungan kami tak ubahnya seperti rekan kerja. Itu saja. Tidak ada getaran dalam hatiku saat berdekatan dengannya.


Ya Tuhan... Semakin tidak karuan. Ibarat kertas usang dan lecek lalu diremas-remas hingga tak berbentuk.. Seperti itulah isi hati saya.


Hua.. Huaaaa....isi hati saya menjerit menahan tangis. Sakit. Sakit sekali. Ternyata, seperti inilah perasaan Si Botak yang sebenarnya terhadap saya. Dia sama sekali tidak ada rasa terhadap saya. Di dalam hatinya pun saya tidak berarti apa-apa. Dia telah menyatakan semuanya kepada Meylan. Dan malam itu. Malam dimana mereka makan malam dan merayakan ulang tahunnya Meylan, mereka melakukan hubungan.... di apartemen.


Mereka masih saling mencintai. Sangat mustahil mereka bisa saling menghindari hal-hal seperti itu. Apalagi mereka cuma berdua di dalam apartemen. Masih terbius dalam romantisme cinta yang masih membara..


Lelehan air mata saya makin deras mengalir. Kamu harus kuat, Nis. Sekali lagi, kamu harus kuat. Ini belum seberapa. Kamu kan sudah bertekad untuk mengetahui semua tentang dia dan Meylan. Sampai kamu rela meretas whatsappnya dia. Inilah konsekuensi yang harus kamu tanggung, Nis....

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2