LELAKI PILIHAN

LELAKI PILIHAN
Mr Black Cari Gara-Gara


__ADS_3

Saya masih sibuk mendekor ruangan ketika Bu Endang memanggil saya. Segala pernak-pernik hiasan dekor dan peralatan sudah dipersiapkan Bu Ratu. Kebetulan saya dan Bu Ratu sama-sama bertugas sebagai tim dekorasi.


"Biar saya yang teruskan Mbak. Mbak Ninis temui saja Bu Endang!" pinta Bu Ratu.


Saya pun berlalu dan menuju ruangan Bu Endang. Rupanya Bu Endang menanyakan tentang berkas-berkas kepegawaian yang beberapa waktu lalu saya serahkan ke Disdik. Berkas pengajuan tunjangan juga sudah selesai dan besok tinggal saya serahkan.


Sambil menanyakan berkas, Bu Endang bertanya apa saya sedang hamil? menurut beliau, bentuk pinggang saya makin lebar dan saya juga terlihat agak gemuk. Hahahaha, Bu Endang bisa saja.


"Belum isi Bu. Saya gemukan karena sering makan malam. Mas Farid sering mengajak saya makan di luar." Jawab saya.


"Semoga secepatnya ya! mamanya itu sudah tidak sabar sekali ingin cepat-cepat punya cucu dari Farid," ujar Bu Endang.


Saya hanya menjawab amin. Lagi-lagi saya tersenyum getir. Bu Endang tidak tahu saja kalau yang sebenarnya terjadi adalah...


Lalu beliau memberikan banyak wejangan pada saya tentang kehidupan rumah tangga. Termasuk tips supaya saya cepat hamil. Diselingi dengan cerita-cerita seputar nostalgianya dulu dengan mamanya Mas Farid.

__ADS_1


Saya pun kembali untuk meneruskan pekerjaaan mendekor ruangan. Lah, kemana Bu Ratu? oh, mungkin Bu Ratu sedang ke ruang guru atau ke mushola. Tapi, apa-apaan ini! betapa terkejutnya saya saat melihat hiasan dinding yang saya tempel sudah pada lepas semua. Dan diganti dengan kain spanduk warna-warni. Duh, pekerjaan siapa ini? kok bisa diganti begini.


"Tadi aku lihat, Mr Black masuk ke sini Nis. Dia mau lihat hasil dekorasi kamu katanya," ujar Bu Yayuk.


Mr Black? Apa pula maksudnya? ooh, saya ingat, waktu rapat persiapan beliau sepertinya sangat keberatan saya dan Bu Ratu menjadi tim dekorasi. Beliau inginnya, dia yang menjadi penata sekaligus yang mendekor ruangan. Pasti supaya dia bisa menjilat Bapak Pengawas. Pengawas yang sekarang ini memang sangat interest dengan seni dan kreativitas. Beliau sangat menyukai tatanan ruangan yang memiliki sentuhan seni yang tinggi.


Apa jangan-jangan Mr Black yang mencopot hiasan-hiasan dinding yang sudah saya tempel? kok bisa sejahat itu?


Saya menarik nafas. Benar-benar bikin emosi. Jika dia pelakunya, Si Ayam Cemani alias Mr Black itu benar-benar ngajak ribut. Benar-benar tidak menghargai pekerjaan orang.


Dengan wajah kesal, saya bertanya kepada Mr Black.


"Maaf pak, apa bapak lihat siapa yang sudah mencopot hiasan-hiasan dinding yang saya tempel? terus siapa ya yang sudah menaruh kain spanduk warna-warni begini di ruangan dekorasi?"


"Saya tidak tahu. Saya tadi hanya masuk buat ngecek. Pengen lihat saja." Jawab Mr Black tak kalah ngegas.

__ADS_1


"Kain-kain spanduk ini punya bapak kan? dan tadi saya lihat, sudah ada kain spanduk yang ditempel untuk menggantikan hiasan-hiasan kertas yang dicopot. Acaranya besok loh Pak! pekerjaan mendekor yang harusnya sudah tinggal sedikit lagi selesai, jadi berantakan! ucap Bu Ratu tak kalah sengit.


Selama ini Bu Ratu yang terkenal pendiam dan tak banyak bicara berani mengeluarkan amarahnya. Mungkin beliau sudah sangat muak dengan ulah Mr Black selama ini.


"Pokoknya saya dan Ninis tidak mau tahu. Pekerjaan dekorasi ini bukan hanya tanggung jawab kami berdua. Tapi juga teman-teman yang lainnya. Saya dan Ninis sudah melakukan pekerjaan mendekor sebaik mungkin dan sudah nyaris selesai. Dan sekarang semua berantakan. Jujur, saya dan Ninis tidak sanggup kalau harus mendekor ulang lagi."


"Dan kesalahan ini murni bukan kesalahan saya dan Ninis! Saya merasa aneh. Bagaimana bisa ada orang yang menyelinap masuk ke dalam dan mencopot hiasan-hiasan dinding dalam waktu yang begitu cepat. Saya hanya keluar untuk ke mushola, dan Mbak Ninis sedang dipanggil menghadap Bu Endang. Begitu kami kembali, sudah berantakan seperti ini!"


"Dan sebagai solusi terbaik, sepertinya kita harus memanggil jasa tukang dekor dari luar. Karena waktunya sudah mepet sekali. Tidak mungkin, saya dan Mbak Ninis bisa mengerjakan hari ini sampai selesai. Dan untuk biaya jasa tukang dekor, mau tidak mau harus dikeluarkan dari dana persiapan!"ujar Bu Ratu dengan tegas.


"Ya sudah, nanti saya yang dekor ulang. Kalau perlu nanti saya yang bayar jasa tukang dekornya. Biaya nanti diambil dari dana cadangan!" tiba-tiba Mr Black bersuara.


Saya terkejut. Guru-guru lain nampak keheranan dan saling bertatapan. Hmmmm, tebakan saya, Bu Ratu dan mungkin beberapa rekan guru lain pasti sama. Mr Black lah, pelakunya. Dia lah yang telah mengobrak-abrik hasil dekorasi saya dan Bu Ratu. Maksudnya biar kami kelabakan. Tapi untungnya, Bu Ratu bersikap tegas. Bu Ratu tidak mau kalo harus mendekor ulang. Kalau mau cepat beres juga, ya terpaksa harus memanggil jasa tukang dekor dari luar dan biayanya harus ditanggung dari dana sekolah.


Benar saja, digertak begitu oleh Bu Ratu, Mr Black langsung ciut. Sudah pasti dia pelakunya. Makanya dia langsung bersuara dan bersedia mengeluarkan dana cadangan. Kebetulan Mr Black yang mendapat amanah sebagai bendahara kegiatan HUT PGRI ini. Dananya memang tidak banyak. Dan memang harus dialokasikan sebaik mungkin. Tapi dengan kejadian seperti ini kan, mau tidak mau, jadi ada pengeluaran tak terduga. Padahal kejadian ini seharusnya bisa dihindari.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2