Love'S Feeling

Love'S Feeling
Kau, aku, dan dia


__ADS_3

Hubungan Liana dan Jojo semakin terlihat akrab.


Keduanya sering bertemu walau hanya sekedar minum kopi atau berbicara tentang kesamaan mereka.


Liana menatap tajam ekspresi Jojo yang sedang berbicara, ingin rasanya dia mengatakan bahwa sudah lama ia mengagumi sosok Jojo sebagai pria idaman dikampus.


"Aku dengar - dengar Kau sudah menikah ya?"


"ehh?" Liana terkejut mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Jojo.


"Semua anak yang diangkatan mu, membicarakan tentangmu yang telah menikah dengan seorang pengusaha properti."


"ii..itu" Liana tak dapat mengelak, semua yang dibicarakan Jojo adalah kenyataan tentang dirinya. "Iya" jawab Liana jujur sembari menundukkan kepalanya.


"Pasti beruntung sekali pria itu mendapatkan wanita sepertimu," Liana begitu tak berkutik dengan ucapan Jojo.


"Andai saja Aku lebih cepat darinya mungkin Aku sudah mendapatkanmu sekarang."


"Kakak?" Shock Liana.


"Aku cuma bercanda! Hanya bercanda!" Jojo terawa sembari sedikit memberantakan rambut Liana.


"Emm.. bagaimana kalau Aku jadi selingkuhanmu saja? Kita pacaran sembunyi-sembunyi"


"Kakak!" kesal Liana.


"Iya maafkan aku! Habis wajahmu lucu saat terkejut seperti itu."


"Walau Aku tahu kalau ini hanya lelucon saja tapi hatiku masih menginginkan bahwa ucapan itu keluar dari hatinya sebagai ungkapan perasaannya, bukan sebagai lelucon." Benak Liana mengharap.


Tiittt...tiitt...tiitttiit...!! Suara handphone berbunyi dengan segera Liana mengangkat panggilan yang disana tertera nama Arvin.


"Nanti saja telponnya! Sekarang Aku sedang sibuk" Liana mengucapkannya dengan nada pelan supaya Jojo tak mendengar apa yang ia bicarakan.


"Sekarang Kau ada dimana? Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu"


"Aku bilang nanti saja! Sekarang Aku sedang sibuk" dengan seketika Liana mematikan telponnya tanpa memperdulikan Arvin yang berada di seberang sana masih ingin berbicara.


"Dasar laki-laki kurang kerjaan, mengganggu kesenanganku saja" gerutu Liana dihati.

__ADS_1


"Siapa?"


"Bukan siapa-siapa, hanya salah sambung."


"Salah sambung?" Ulang Jojo meyakinkan apa yang dirinya dengar.


"Iya salah sambung" ulang Liana memperjelas ucapannya.


"Ehh.. Aku punya sesuatu untukmu"Jojo mengorak-arik isi tasnya dan menggambil sebuah kaset MP3.


"Ini?" Dilihat daftar lagu yang benar-benar disukai Liana.


"Kau menyukainya?


"Tentu saja. Sangat suka, terima kasih!" ucap Liana kegirangan.


"Iya sama - sama" angguk Jojo tersenyum sendiri melihat Liana yang begitu antusias dengan barang yang dikasih olehnya.


"Jika Kau suka, nanti akan Aku berikan lagi."


"Benarkah?". "Tapi apa tidak merepotkan Kakak?"


"Terima kasih!" Liana tersenyum begitu manja.


"Ehm-em..." Dahem Arvin mencoba memberitahu keberadaannya pada Liana dan Jojo yang tengah asik berduaan hingga tak sadar jika dirinya berada diantara mereka.


"Bersikap begitu manis pada pria lain padahal sudah punya suami. apa Kau ingin berselingkuh dariku? Apa dengannya?" tunjuk Arvin terlihat begitu sinis.


"Arvin, Kau!" Shock Liana.


"Apa?". "Jadi karena dia juga Kau memutuskan telpon dariku?"


"Hey... apa yang Kau bicarakan?" Liana mendekat pada Arvin lalu berbisik lirih, "jaga bicaramu itu!" Pinta Liana yang merasa posisinya tersudut.


"Kalau Kau mau berselingkuh, cari yang lebih baik dari ku. jika selingkuhanmu seperti ini? Aku tidak bisa terima sebagai orang yang Kau selingkuhi" sindir Arvin yang merasa diabaikan oleh Liana.


"Yakk..!" pekik Liana.


"Kenapa orang ini begitu menyebalkan sih?"cibir Liana terucap didalam hati.

__ADS_1


"Maaf sepertinya anda salah paham, hubungan kami hanya sebatas antara senior dan adik kelas itu saja tidak lebih. Jadi jangan curiga pada istrimu sendiri" perjelas Jojo mencoba menyelesaikan kesalah pahaman itu.


"Aku jonatan. Aku senior Liana dan kami hanya berteman" Jojo mengulurkan tangannya sebagai tanda perdamaian.


"Aku Arvin suami Liana" Arvin membalas jabatan Jojo dengan tatapan angkuh.


"Senang berkenalan denganmu. Maaf pertemuan pertama kita memberi kesan buruk untukmu" ungkap Jojo terlihat begitu gentle.


"Tidak masalah. Lagi pula aku juga senang bisa berjumpa dengan pria populer yang disukai banyak gadis hingga istri orang."


sepertinya Arvin tak ingin melewatkan kesempatan untuk menyindir kedua pasangan yang tertangkap basah.


"Berhentilah berbicara yang tidak-tidak!" Liana berusaha menghentikan ucapan Arvin yang semakin lama, semakin membuat dirinya terpojok.


"Baiklah." patuh Arvin yang kini menggeggam erat tangan Liana yang terkepal.


"Lagi pula Aku tidak cukup waktu untuk berbicara dengannya. karena Aku mau mengajakmu ke suatu tempat. Istriku sayang" seperti sebuah ledekan bagi Liana ucapan yang terlontar dari mulut Arvin.


Sungguh rasanya tak cukup besar hati Liana untuk menahan kemarahannya untuk membalas perbuatan Arvin yang memalukan dirinya didepan Jojo.


Tapi Liana juga tak dapat berbuat apapun didepan Jojo karena tak ingin dirinya bertambah buruk didepan orang yang disukainya.


"Maafkan Aku! Aku harus pergi sekarang bersama istriku" Arvin merangkul Liana yang berdiri disisinya.


Sedangkan Liana tak dapat berkutik dengan perilaku sangat megejutkan yang dilakukan padanya.


"Baiklah, selamat bersenang-senang!" Lontar Jojo mencoba untuk tetap tenang. Meski ada ketidak relaan dari nada bicara Jojo.


Selain itu kedua mata mereka saling menatap tajam antara satu sama lain, sedangkan Liana sendiri hanya bisa memandang mereka secara bergantian.


Firasat Liana tak begitu baik terhadap cara pandang mereka berdua.


"Arvin, bisa kita pergi sekarang?" Tanya Liana menghentikan pandangan paling buruk itu.


"Baik kita pergi sekarang," Arvin menarik tangan Liana pergi dari tempat itu.


"Kakak aku pergi!" pamit Liana.


Terlihat Jojo memberi senyuman padanya dan sebuah lambaian tangan tanda selamat tinggal.

__ADS_1


***


__ADS_2