Love'S Feeling

Love'S Feeling
Pertemuan pertama


__ADS_3

Pada esok harinya, dengan berbekal informasi dari Liana tentang siapa Tirta itu. Sofi pun pergi untuk menemui sang Pengagum rahasia atau lebih tepatnya adalah Tirta Anggara. Langka kaki Sofi berhenti disebuah hotel yang begitu besar dan megah yang menurut informasi kalau pemilik hotel itu adalah Tirta Anggara. 


"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya security saat melihat Sofi yang kebingungan. 


"Saya ingin bertemu Tirta Anggara" ujar Sofi dengan nada kikuknya.


"Maaf? Anda ingin bertemu dengan siapa?" koreksi Security itu tak yakin dengan nama yang didengarnya.


"Tirta Anggara" ucap Sofi sekali lagi.


"Apa anda tidak salah? Kenapa anda ingin menemui Presdir kami" 


"Presdir?" 


"Iya" jawab sang Security yakin.


Seketika hati Sofi menciut, menerima kenyataan jika seorang yang selama ini ia dambakan jauh dari jangkauannya.


"Benar, sepertinya saya salah orang. permisi!" pamit Sofi mengurungkan niatnya untuk mencari tahu lebih dalam lagi tentang pria yang selama ini membantunya diam-diam. "Oo.. bukannya kau sofi?" ucap salah seorang pria disana yang mengenali Sofi. "Bagaimana kau bisa sampai sini?"


"Siapa ya?" tanya Sofi bingung karena ia sama sekali tak pernah kenal apalagi bertemu dengan orang yang terlihat sangat mengenalnya.


"Aku? Aku sekretaris pribadi Presedir Tirta, namaku Arga" jawabnya memperkenalkan diri.


"Ahh..." Sofi tersenyum canggung.


"Apa Presedir mengundangmu untuk datang kemari? Jadi dia sudah memberi tahumu semuanya?" Cerocos Arga yang semakin membuat Sofi kebingungan.


"Ah bukan. Aku datang sendiri..." belum sempat Sofi menyelesaikan ucapannya sang Sekretaris Arga memberi informasi yang mengejutkan Sofi.


"Ohh.. itu dia presedir" tunjuk Arga.


"Eh? Bagaimana ini?"

__ADS_1


"Presedir disini!" panggil Arga melambaikan tangannya.


"Kenapa kau memanggilnya?" 


"Ada apa? Bukannya kau kemari ingin bertemu dengannya?" 


"ihss.. kau ini" Sofi bergegas melangkah pergi sesaat setelah ia tahu Tirta mulai mendekat kearahnya. 


"Hey.. sofi kau mau kemana?" 


"Siapa kau bilang? Sofi?" 


"iya, itu dia!" tunjuknya kearah Sofi berjalan menjauh dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. "Tapi kenapa dia harus pergi saat melihat anda?" tanya Sekretaris Arga mengharap mendapat jawaban. Namun Tirta malah pergi menyusul Sofi yang telah jauh dari pandangannya. 


"Tunggu!" genggam tangan Sofi saat Tirta berhasil mengejar Sofi. "Kenapa kamu bisa datang kemari? Apa kamu mencariku?" bahasa Tirta terlalu baku dan kaku terlihat dia begitu gugup saat bertatap muka dengan Sofi. 


"aku.." Sofi merasa begitu bingung harus mengucap apa, kegugupannya membuyarkan semua pertanyaannya yang ia siapkan sedari tadi.


"Memang kenapa?" 


"Aku jadi gugup, perkataan yang ingin aku katakan padamu jadi hilang semua" jawabnya polos, mengundang senyum Tirta. 


"Kamu lucu sekali" 


"Apanya yang lucu?" gumamnya sendiri. 


"Apa kamu sudah makan siang?" 


"Maaf?" tanya Sofi yang ingin diperjelas, itu sebuah pertanyaan atau sebuah ajakan.


"Aku sangat lapar."


"Tunggu sebentar aku masih tidak mengerti?"

__ADS_1


"Temani aku makan siang ya!" 


"Tapi aku datang kemari bukan untuk itu. Aku.." belum sempat melanjutkan apa maksud hatinya, Tirta langsung menggandeng tangan Sofi dan menariknya. "Eh?".


Sofi dan Tirta pun duduk di belakang, dan dengan mengandalkan seorang supir mereka pun berangkat kesebuah yang dipilih sendiri oleh Tirta.


Disepanjang perjalanan Sofi mencoba untuk memberanikan diri untuk bertanya, "Aku ingin tanyakan sesuatu padamu..."


Namun belum sempat ucapkan apa yang ingin ia tanyakan Tirta kembali menyela pembicaraan Sofi, "Apa kau menyukai Sushi?" tanya Tirta masih dengan pandangan yang sangat intim kini ditambah dengan senyuman.


"Iya" hanya bisa jawab itu, tak ada kata-kata yang bisa dikeluarkan lagi karena jantung Sofi langsung berdebar sangat kencang. Tak ingin ambil reksiko lagi, Sofi pun memalingkan wajahnya kearah jendela dan beberapa saat terlihat Sofi memeriksa dadanya karena jantungnya kini berdegup kencang. "kau gila Sofi. Kau benar-benar sudah gila" cibirnya pada dirinya sendiri yang ia lontarkan dihatinya saja.


Setelah beberapa waktu berada ditempat yang tak begitu luas karena dirinya dan Tirta hanya berjarak beberapa sentimeter tempat duduknya, membuat hati Sofi terus saja berpacu. Akhirnya mobil itu terparkir disebuah tempat makan yang terkenal kelezatannya.


Meski ia telah keluar dari tempat sempit itu, tak membuat Sofi terbebas, karena kini ia malah lebih dekat dengan Tirta. Tangannya digandeng saat keduanya masuk kedalam restoran. Tak sampai disana saja, Sofi juga tak dapat menolak saat Tirta memilihkan tempat duduk yang berhadapan dengannya. Dan juga ketika perlakuan manis Tirta Yeng memberi potongan daging ikan segar padanya.


"Bagaimana? Apa kau menyukainya?" tanya Tirta berbasa basi.


"Apa sebelumnya kau mengenal ku? Apa kita pernah bertemu secara tidak sengaja?" Ucap Sofi balik bertanya kepada Tirta. "Kenapa kau melakukan semua ini padaku? Siapa kau sebenarnya?"


Tirta tersenyum, ia tak langsung menjawab pertanyaan dari Sofi.


"Kau tidak mengenalku tapi kenapa selama ini kau selalu membantuku?". "Bisakah kau menjawab salah satu dari pertanyaanku!" pinta Sofi dengan nada rendah. 


"Aku mengenal Ayahmu dengan sangat baik" ujar Tirta setelah sekian lama hanya terdiam saja.


"Ayahku?"


"Ehm" angguk Tirta. "Aku berhutang pada beliau. Berkat dialah aku masih bisa berdiri dihadapanmu seperti sekarang ini". "Ayahmu sungguh baik padaku, karena itulah aku ingin membalas segala budinya" ucap Tirta yang hanya sebagian saja ia dapat ceritakan. Karena sesungguhnya, kisah itu tak sesederhana yang diucapkan oleh Tirta saat ini.


"Ah.. begitu ya" seperti ada nada kekecewaan dari ucapan Sofi, karena selama ini ia mengira Tirta adalah pengagum rahasia yang mungkin secara diam-diam suka padanya. Tapi ternyata segalanya terjadi karena Tirta ingin membalas Budi sang Ayah. "Sofi sadarlah! Dia tidak pernah menaruh hati padamu, dia hanya seorang yang ingin membalas Budi pada ayahmu. Jadi mulai saat ini hilangkan semua perasaan itu" benak Sofi berniat menghapus semua angan jika Tirta menyukainya.


***

__ADS_1


__ADS_2