
Gio beserta kedua orang tuanya juga om dan tantenya datang ke rumah Vanka. Gio juga membawa sekalian mobil yang akan dia hadiahkan untuk calon istrinya tersebut.
Dengan memakai jas Gio terlihat begitu sangat tampan. Senyuman manis terus merekah di bibirnya. Impiannya untuk menikahi wanita idamannya akhirnya terwujud.
Virsha mewakili anaknya membuka percakapan. Virsha mengatakan maksud dan tujuannya datang ke rumah Vanka.
"Saya selaku kakeknya Gio, ingin menyampaikan maksud dan tujuan kita kemari. Saya mewakili anak saya, Erlan, ingin melamar Jovanka untuk anak kami Gio. Dan ini sedikit oleh-oleh dari kami." ucap Virsha.
Orang tua Vanka juga kaget melihat apa yang dibawa oleh Gio untuk anaknya. Selain perhiasan, pakaian dan juga beberapa makanan. Ayah Vanka salfok dengan sebuah kunci yang sepertinya kunci mobil.
"Gio janji yah, Gio akan berusaha bahagiain Vanka. Gio nggak akan sakiti Vanka. Gio janji.." ucap Gio meminta restu kepada orang tua Vanka.
"Kalau ayah sih terserah Vanka. Kan yang ngejalani Vanka bukan ayah. Tapi ini apa tidak terlalu berlebihan ya?" ayahnya Vanka menunjuk barang-barang yang dibawa oleh Gio.
"Apalagi ini. Ini kunci mobil kan?"
"Nggak ada yang berlebihan untuk calon istri aku, yah." jawab Gio.
"Benar pak, kami sudah mempersiapkan ini sejak lama, karena kami, terutama saya melihat kalau anak saya ingin sekali menikahi anak perempuan bapak." sahut Sakha.
"Kamu gimana Van? Apakah kamu sudah siap menerima lamaran Gio?" ayahnya Vanka beralih bertanya kepada sang tokoh utama.
Tanpa berkata hanya menganggukan kepalanya saja, Vanka menerima lamaran Gio. Vanka juga sangat mencintai Gio. Dan menikah dengan lelaki yang dia cintai juga adalah keinginan terbesarnya dalam hidup.
Pasalnya, banyak sekali orang yang dipaksa menikah dengan orang yang tidak mereka cintai. Dan Vanka beruntung. Orang tuanya tidak pernah memaksanya untuk memilih pasangan hidup. Tapi selalu membebaskan anak-anaknya menentukan pasangan mereka sendiri.
"Apa? Mau atau tidak?" ayahnya mengulangi lagi pertanyaannya. Dia merasa tidak puas dengan jawaban putrinya.
"Mau yah, Vanka mau.." ucap Vanka.
"Yess..." terdengar suara bahagia dari Gio yang merasa sangat senang karena Vanka menerima lamarannya.
Setelah mendengar jawaban Vanka. Sakha kemudian meminta Gio untuk memasangkan cincin di jari Vanka sebagai tanda jika Gio telah mengikat Vanka menjadi calon istrinya.
Dengan malu-malu Vanka mengulurkan tangannya. Sedangkan Gio memasang cincin di jari Vanka sembari terus menatap kekasih yang akan menjadi istrinya.
Setelah itu giliran Vanka yang memasang cincin di jari manis Gio. Sebagai tanda jika Gio sudah terikat dengan Vanka. Kemudian Gio memeluk Vanka di depan keluarga besarnya dan juga keluarga Vanka.
"Hei, belum boleh! Masih belum sah.." sahut ayahnya Vanka.
Gio seketika melepaskan pelukannya sembari cengar cengir. "Maaf yah, dikit doang.." ucap Gio yang membuat semuanya tertawa.
"Dasar anak muda.." gumam ayahnya Vanka.
Setelah itu keluarga Vanka menjamu tamu-tamunya dengan hidangan yang cukup mewah. Aiko selaku memantu keluarga tersebut juga membantu menghidang jamuan makan malam tersebut.
__ADS_1
"Sini biar mama yang gendong Chio!"
"Ayo sayang ikut oma!" Kimora meminta cucunya dari gendongan Aiko.
"Hallo Chio, uh gemesnya.." ucap Defan yang sangat gemes dengan keponakannya.
"Hallo om Defan, Chio minta gendong dong!" ucap Kimora menjawab perkataan Defan.
"Kamu mau gendong Chio?" Defan menganggukan kepalanya.
Kimora pun memberikan Chio, anak Aiko, kepada Defan yang ingin menggendong keponakannya. Defan memangku keponakannya yang berusia 1 tahun tersebut.
"Udah pantes tuh, buruan nyusul!" ucap Aiko mengolok adiknya.
"Ya sabar dong, ada waktunya juga kalik. Gue mau fokus kuliah terus kerja, baru nikah." jawab Defan. Meskipun dia sudah bertunangan dengan Chika tapi Defan tidak mau terburu-buru untuk menikah.
"Harusnya Ernes duluan sih. Defan sama Gio udah punya calon, lo kapan nyusul, Nes?" tanya Aiko ke Ernes.
"Gue entar aja, masih mau kejar karier dulu." jawab Ernes.
"Makanya jadi orang jangan kaku-kaku! Jadi nggak laku kan lo.." olok Gio.
"Gue masih mau fokus kerja dulu. Pasangan mah belakangan aja." Ernes tidak terpancing dengan provokasi saudara-saudara. Dia lebih ingin fokus menjalankan perusahaan yang baru saja dia rintis.
"Iya ma cuma bercanda."
Chio merasa tidak nyaman di dalam pangkuan Defan. Dia merengek dan mengulurkan tangannya ke Gio. Sepertinya Chio lebih suka dengan Gio dibanding dengan Defan.
"Apa? Mau ikut om Gio?" tanya Gio yang kemudian mengangkat Chio dari pangkuan Defan.
Gio terlihat lebih fasih ketimbang Defan. Chio juga terlihat lebih nyaman dengan Gio. Berkali-kali dia ketawa saat Gio menggodanya.
"Om Gio dicium dulu!" ucap Gio dan Chio langsung mencium pipi Gio.
Mungkin karena Gio yang lebih sering bertemu dengan Chio daripada Defan. Jadi Chio lebih akrab dengan Gio.
"Lo udah fasih banget, langsung nikah aja sih Gi!" ucap Defan.
"Oh ya untuk pernikahan Gio dengan Vanka gimana ya pak?" tanya Sakha.
"Kalau bisa nunggu sampai Vanka lulus sekolah atau lulus kuliah dulu aja pak. Nggak perlu terburu-buru!" jawab ayahnya Vanka.
"Kenapa nggak secepatnya aja sih yah?" sahut Gio.
"Vanka kan masih sekolah, nanti dia dikeluarkan kalau nikah duluan. Nunggu setahun lagi ya?" bujuk ayahnya Vanka.
__ADS_1
"Kan bisa disembunyiin dulu dari pihak sekolah, yah.."
Ayahnya Vanka saling bertatapan dengan istrinya. Sebenarnya dia juga ingin segera menikahkan Vanka dengan Gio. Takut jika kejadian Rakha dan Aiko akan terulang. Tapi Vanka masih sekolah, sayangkan jika Vanka harus dikeluarkan dari sekolah. Apalagi Vanka sudah kelas 12 sekarang.
"Kita bahas nanti ya!" ucap ayahnya Vanka.
"Silahkan dinikmati hidangan yang tersedia! Maaf kalau terlalu sederhana.." ayahnya Vanka mengalihkan pembicaraan. Dia masih bingung dengan keputusan yang dia ambil.
"Chio sini ikut mami, om Gio biar makan dulu!" Aiko mengangkat anaknya dari pangkuan Gio.
"Sini sama opa!" Alfarezi juga ingin menggendong cucunya.
"Uh, lucunya cucu opa!" Alfarezi terus menciumi cucu pertamanya dengan penuh kasih sayang.
Sedangkan Sakha yang duduk di sebelah Alfarezi juga gemas dengan bayi berusia setahun yang memiliki pipi gembul. Sakha mencubit pelan pipi temben Chio.
"Mau ikut opa besar?" Sakha bersiap menggendong Chio. Akan tetapi, Chio lebih suka dengan opa-nya sendiri.
Setelah makan mereka berbincang-bincang terlebih dahulu. Vanka dan Gio berdiri di samping kolam renang. Mereka memperhatikan keluarga mereka yang terlihat begitu sangat akrab.
Gio memeluk Vanka tanpa sepengetahuan ayahnya Vanka. "Makasih ya yank karena lo udah mau menerima lamaran gue. Gue janji akan selalu bahagiain kamu." ucap Gio sembari mengecup kening Vanka dengan lembut.
"Terima kasih juga karena lo percaya sama gue untuk menjadi pendamping hidup lo." ucap Vanka.
"Semenjak kenal lo, gue selalu yakin kalau lo wanita yang tepat buat gue. Gue cinta banget sama lo." Vanka tersenyum dan memeluk Gio lebih erat.
Cinta. Tidak tahu kapan dia akan datang. Tidak tahu kapan dia akan masuk ke dalam hati seseorang. Cinta yang hanya bisa dirasakan oleh hati. Tidak bisa disentuh. Tidak bisa dilihat.
Cinta terkadang membuat sakit. Tapi banyak membuat bahagia. Bukan cinta yang salah. Tapi kita yang terlalu erat menggenggam cinta itu sehingga dia mati.
Mencintai dan dicintai adalah dua hal yang saling berkaitan. Cinta akan membahagia jika ketika kita mencintai, kita juga merasakan dicintai oleh orang yang sama.
Genggamlah cinta dengan hati yang terbuka. Karena cinta, hatilah yang merasakannya. Jangan memaksa cinta jika itu menyakitkan. Yakinlah, ada hati yang siap untuk menerima semua kekurangan dan kelebihan kita.
Cinta sebuah anugrah terindah yang Tuhan beri untuk kita. Cinta itu, biarkanlah terus membara di dalam hati kita.
END
#Terima kasih untuk support para readers semuanya. Akhirnya kita sampai akhir bab dari novel ini. Terima kasih yang selalu mendukung karya-karya kami. Terima kasih banyak. Mohon maaf bila ada salah kata dari author atau cerita yang tidak sesuai dengan keinginan readers semua. Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tetap dukung author ya. Salam sehat dan sukses selalu untuk semuanya. Jaga kesehatan dan semoga dimudahkan semua urusan kalian. Dan jangan lupa untuk mampir ke judul baru SECRET LOVE. Jangan lupa kasih like, comment, dan juga rate, ya kak. Sekali lagi terima kasih kakak-kakak semua. I love u 💜💜💜#
Oh ya, kalau ada yang bertanya kenapa Ernes nggak diceritain?
Nanti untuk Ernes, kita akan buatkan cerita dengan judul lain. Dan tentunya juga masih berkaitan dengan tokoh lainnya juga. Untuk pernikahan Gio dan Defan, juga akan ada di dalam judul baru. Tapi belum tahu kapan akan rilis. Karena kita masih tahap persiapan. Pokoknya ditunggu aja ya kak.
Untuk saat ini, kita fokus ke judul baru yang sudah rilis. Jangan lupa mampir dan kasih like, comment dan rate. Eits, jangan lupa kasih hadiah dan vote juga😊🤗. Makasih semuanya..
__ADS_1