Love Story Anak Sekolah

Love Story Anak Sekolah
92


__ADS_3

Vanka mengatur pertemuan antara Defan dan Dhanu dengan Gio. Tanpa merasa curiga, Dhanu nurut aja apa kata Vanka. Setahu Dhanu, Vanka dan Gio memang masih perang dingin. Jadi dia tidak curiga sama sekali.


Vanka memilih kafe yang tidak jauh dari sekolah mereka. Sepulang sekolah Vanka menunggu di tempat tersebut dengan alasan dia ingin meminta bantuan Defan, Dhanu dan juga Reza untuk merencanakan kejutan buat Akila yang akan berulang tahun seminggu lagi.


Karena mereka bertiga juga sudah menganggap Akila teman, makanya mereka bertiga mau menemui Vanka di kafe yang Vanka tunjuk.


Disana, Gio sudah menunggu di tempat tersembunyi. Dia merasa gugup, takut jika teman-temannya tidak mau memaafkannya. Tapi dia lebih takut kehilangan Vanka. Jadi Gio berusaha untuk tetap tenang.


"Lakuin aja dulu, masalah hasil dipikir belakangan." gumam Gio mengatur irama jantungnya.


"Hai," Vanka melambaikan tangan ketika melihat ketiga teman Gio benar-benar datang.


"Udah gue pesenin makan dan minum!" ucap Vanka ketika mereka mendekat.


"Tahu aja lo kalau kita lapar." sahut Reza dengan senang. Dia kemudian menarik kursi dan duduk lebih dulu, lalu disusul oleh teman-temannya.


"Jadi apa rencana lo buat kasih kejutan ke Akila?" tanya Defan.


"Eh, sebelum kita bahas mengenai rencanan kejutan untuk Akila, gue mau panggil satu orang lagi boleh kan?" tanya Vanka.


Defan dan yang lain menganggukan kepalanya. Di dalam pikiran mereka, orang yang akan bergabung itu adalah Doni, pacar Akila. Tapi betapa kagetnya mereka ketika melihat jika seseorang itu adalah Gio.


"Ngapain dia ikut kesini? Kalian udah baikan?" Dhanu yang agak sewot saat bertemu dengan Gio.


"Dhan, Gio ikut gabung sama kita karena dia ingin minta maaf ke lo." ucap Vanka mewakili Gio bicara.


"Dhan, gue nggak pernah khianati lo. Gue ngaku salah, gue deketin Arin hanya ingin bikin Vanka cemburu." sahut Gio setelah cukup lama terdiam.


"Jadi lo cuma manfaatin Arin? Dasar brengs*k lo!!" Dhanu semakin marah. Dia berdiri dan hendak menghampiri Gio.


Beruntung Reza dan Defan dengan cepat menahan Dhanu. Reza memeluk Dhanu dan menjauhkan Dhanu dari Gio.


"Kalau lo mau pukul gue, silahkan!" ucap Gio lagi.


"Gue emang brengs*k, tapi gue nggak akan pernah khianati lo, lo harus tahu itu." imbuh Gio.


"Gue juga minta maaf ke lo ya, Def! Maafin gue karena nggak percaya sama lo. Kalau lo mau balas pukul gue, gue terima kok." ucap Gio ke Defan.


Pada saat itu Defan dipegangi oleh Chika. Chika takut Defan akan gelap mata, dan membalas apa yang pernah Gio lakukan beberapa waktu lalu. "Jangan Defan, dia saudara lo!" lirih Chika memperingati kekasihnya.


Defan meminta Chika supaya tidak menghalanginya. Bahkan Defan juga mendorong Chika ke samping. "Jangan Defan!" Chika masih menahan tangan Defan. Dia tidak ingin melihat kedua saudara itu berkelahi lagi.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba Vanka menghadap Defan yang hendak mendekati Gio yang saat itu sudah pasrah. Gio sudah siap jika Defan dan Dhanu akan memukulnya. Itu harga yang harus dia tanggung.


"Lampiasin amarah lo ke gue!" ucap Vanka berdiri di depan Gio.


"Van, minggir! Biarin mereka lakuin apa yang membuat mereka puas.." ucap Gio sembari meminta Vanka untuk minggir.


"Nggak. Kalau mereka ingin pukul lo, mereka harus lakuin itu dulu ke gue!" Vanka kekeh, tidak mau pergi. Dia terus merentangkan tangannya, menghalangi Defan yang semakin mendekati Gio.


"Minggir Vanka! Gue nggak pukul cewek." ucap Defan semakin mendekat.


"Nggak akan! Kalau lo mau sakiti Gio, lo harus hadepin gue dulu!"


"Kenapa? Apa kareno lo masih suka sama dia?" tanya Defan dengan sengit.


"Ya. Gue masih cinta sama dia." jawab Vanka dengan cepat.


Defan menatap Vanka yang dengan yakin mengatakan perasaannya. Tiba-tiba Defan tertawa kecil. "Denger kan Gi, Vanka masih cinta sama lo." ucap Defan yang membuat semuanya jadi kaget.


Mereka mengira jika Defan akan benar-benar memukul Gio. Tapi ternyata dia hanya ingin membuat Vanka mengakui cintanya. Defan menarik Gio kemudian memeluknya.


"Hah," Chika dan Vanka terlihat begitu lega saat Defan memeluk Gio.


"Nggaklah, dia saudara gue, gila aja gue pukul dia." Defan menyela perkataan Vanka sembari memeluk Gio lebih erat lagi.


Gio dan Defan sudah dekat dari kecil. Mereka juga jarang sekali musuhan. Jika ribut karena rebutan mainan itu sudah biasa dan tidak lama kembali baikan. Jadi permusuhan ini termasuk permusuhan terlama mereka.


"Thank ya Def," ucap Gio tidak menyangka jika Defan akan dengan memaafkan dirinya.


"Iyah." Defan dan Gio kembali berpelukan.


Reza kemudian meminta Dhanu untuk memaafkan Gio juga. Lagipula Dhanu juga sudah tahu alasan Gio mendekati Arina. Bukan karena Gio mengkhianati Dhanu, tapi hanya ingin membuat Vanka cemburu.


"Baikan aja, ngapain sih musuhan terus!" ujar Reza.


"Dhan, maafin Gio ya!" pinta Vanka.


Dhanu terdiam sejenak. Setelah itu dia menganggukan kepalanya. "Demi lo, gue maafin Gio." ucap Dhanu.


"Kok demi gue?"


"Iya, soalnya lo cantik, gue kan nggak bisa nolak permintaan cewek cantik." jawab Dhanu sembari melirik Gio.

__ADS_1


"Biasa aja mukanya bisa nggak sih?" Dhanu maju mendekati Gio kemudian memukul lengan Gio pelan sembari tertawa.


Dhanu kemudian memeluk Gio dan Defan, disusul oleh Reza yang tidak mau ketinggalan moment tersebut. "Makasih ya, kalian masih mau temenan sama gue!" ucap Gio.


"Makasih sama Vanka, kalau dia nggak cantik, gue nggak bakal mau turuti dia." sekali lagi Dhanu menggoda Gio.


"Nj*r, gue hajar juga lo.." omel Gio. Dia memang selalu tidak suka ketika ada cowok yang memuji pacarnya.


Ketiga temannya pun terbahak melihat Gio yang tidak pernah berubah sama sekali. Mereka kembali berpelukan.


Di sebelah para cowok yang sedang berpelukan tersebut. Vanka dan Chika juga berpelukan berdua.


"Terus perjodohan lo sama Arin?" Dhanu masih penasaran dengan kelanjutan perjodohan Gio dengan Arina.


"Mama gue udah batalin perjodohan itu." jawab Gio yang merasa sangat bahagia karena akhirnya mamanya mengerti apa yang dia rasakan.


"Kasihan Arin, dia pasti sedih banget.." rasa cinta Dhanu ke Arina itu sudah tumbuh sejak lama. Dia masih saja memikirkan perasaan Arina, padahal beberapa waktu lalu dia dihina oleh Arina.


"Lo masih mikirin dia? Dia udah hina lo, bro.." sahut Reza yang tidak habis pikir dengan sahabatnya itu.


"Iya, dia udah hina lo, lo nggak sakit hati?" timpal Defan.


"Nggak. Gue nggak pernah marah atau sakit hati sama dia. Dia emang bener, gue cowok yang nggak guna, karena gue nggak bisa lupain dia meskipun dia selalu nolak gue." jawab Dhanu yang membuat teman-temannya sangat salut dengan besarnya cinta Dhanu ke Arina.


"Lo emang cowok gentle.." Vanka salut kepada Dhanu.


"Vanka!" Gio tidak terima Vanka memuji Dhanu di depannya.


"Apa sih?"


"Lo puji cowok lain di depan gue. Gue cemburu."


"Bodo amat.." sahut Vanka yang membuat teman-temannya tertawa, kecuali Gio yang manyun.


"Lagian Dhanu kan sahabat lo, heran, gitu aja cemburu." Vanka tersenyum sembari mencubit pipi Gio.


"Ehem..."


"Sakit lo pada? Berobat gih!"


"...."

__ADS_1


__ADS_2