
Vanka keluar dari toilet dengan mata sedikit bengkak. Saat dia masuk ke dalam kelas, Akila sudah menunggunya. Akila sedikit kesal karena Vanka tidak menunggunya seperti biasa. Di telepon juga tidak mau angkat.
Akila sudah hampir marah, tapi ketika melihat mata Vanka yang agak bengkak dan merah. Akila berubah menjadi khawatir. "Lo kenapa Van?" tanyanya cemas.
Vanka terdiam, dia duduk di bangku dan memasukan tasnya ke dalam laci. Bahkan Desi dan Ira juga cemas melihat Vanka yang seperti sedang menangis.
"Lo kenapa sih Van? Kalau punya masalah cerita sama kita, biar beban pikiran lo berkurang." ucap Desi.
"Iya Van, kita kan teman. Ngomong lah kalau lo punya masalah." sahut Ira.
Vanka melihat ketiga temannya yang terlihat cemas. Dia pun malah tersenyum kecil. Hatinya boleh sakit sekarang, tapi dia masih memiliki teman-teman yang menyayanginya.
"Buset nih bocah malah senyum, ditanya kenapa malah senyum, kita cemas tauk.." omel Akila yang tidak biasanya melihat Vanka seperti itu.
"Nggak apa-apa kok," jawab Vanka dengan suara serak, itu menandakan jika Vanka beneran habis menangis.
"Lo berantem sama kak Gio?" tanya Akila yang bisa didengar oleh Desi dan Ira.
Tentunya Desi dan Ira terkejut mendengar pertanyaan Akila. Desi dan Ira pun saling berpandangan sembari bertanya-tanya. "Kak Gio? Apa hubungannya dengan kak Gio?" tanya Desi penasaran.
Akila membulatkan matanya, dia menyadari kalau dia telah keceplosan. Akila melirik Vanka yang terlihat semakin sedih. Dan dugaannya benar, Vanka pasti sedang ada masalah dengan Gio.
"Van, lo ada hubungan apa sama kak Gio?" tanya Desi lagi.
"Atau jangan-jangan apa yang kak Lika katakan kemarin bener, lo sama kak Gio pacaran?" Ira menebak dengan tepat.
Vanka cukup lama terdiam. Air matanya kembali menetes tanpa diinginkan. Vanka buru-buru menghapus air matanya. Akila ikutan sedih melihat Vanka yang meneteskan air matanya. Akila mengulurkan tangannya mengusap air mata Vanka.
"Jangan nangis lagi! Nanti nggak cantik lagi.." ucap Akila tapi justru membuat air mata Vanka semakin deras.
Akila memeluk Vanka. Meskipun dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Vanka. Tapi Akila juga merasakan sakit yang Vanka rasakan.
"Gio mutusin gue." lirih Vanka disela tangisnya.
Desi dan Ira kaget mendengar perkataan Vanka. Jadi bener ternyata selama ini Vanka dan Gio sudah pacaran.
"Kenapa?" tanya Akila lagi yang sebenarnya juga terkejut. Baru semalam mereka terlihat begitu romantis.
"Defan tahu hubungan kita, dia marah sama Gio, terus Gio." Vanka tidak bisa melanjutkan kata-katanya, hatinya terasa sangat sakit ketika teringat alasan Gio memutuskan hubungan mereka.
"Sudah jangan diterusin, gue udah tahu.." tanpa Vanka melanjutkan Akila sudah tahu apa yang terjadi.
"Ya udah, jangan lagi mikirin dia. Air mata lo terlalu berharga untuk dia." Akila mengelus rambut Vanka.
"Anterin gue ke UKS! Gue agak pusing," karena semalam Vanka tidak bisa tidur, dan pagi ini dia merasa sangat sedih mengakibatkan kepalanya terasa pusing, ditambah lagi dia belum sarapan.
"Ayok.." Akila memeluk Vanka dan menuntunnya ke UKS.
__ADS_1
"Ntar tolong izinin kita ya!" ucap Akila kepada Desi dan Ira.
"Iya, beres."
Akila menuntun Vanka ke UKS. Akila meminta Vanka supaya jangan terlalu memikirkan Gio lagi. Dan meminta Vanka supaya jangan nangis dan sedih lagi. "Masih banyak cowok yang lebih baik dari dia." ucap Akila.
Di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan Defan dan juga teman-temannya, termasuk Gio. Meskipun masih marahan, tapi Defan dan Gio tetap kemana-mana berempat.
"Vanka kenapa tuh?" tanya Reza.
"Sakit." jawab Akila dengan ketus.
"Biar gue yang tuntun dia!" ucap Defan tapi langsung ditolak oleh Akila.
"Nggak perlu, dia nggak butuh kalian, dia hanya teman-teman yang peduli sama dia." ucap Akila masih dengan ketus sembari melirik Gio.
Akila dan Vanka melewati mereka tanpa menoleh lagi.
Tapi Gio tidak bisa menyembunyika rasa khawatirnya. Dia tahu Vanka seperti ini karena ulahnya. Tapi dia sudah memutuskan memilih saudaranya.
"Kalau lo mau kejar dia, silahkan!" ucap Defan.
"Nggak, gue udah nggak ada hubungan apapun sama dia." jawab Gio menguatkan hatinya.
"Lo udah tahu?" tanya Reza kaget.
"Lo juga sama kayak mereka?" tanya Defan ke Dhanu.
"Gue nggak tahu apa-apa, Def.." Dhanu mengelak tuduhan Defan. Karena dia memang tidak tahu bahwa Gio dan Vanka sudah pacaran.
"Kalian semua sama aja!" Defan marah lalu kemudian berjalan duluan meninggalkan ketiga temennya.
Baik Gio, Reza dan Dhanu mengejar Defan dan membujuk Defan supaya jangan lagi marah. Mereka tidak mau persahabatan mereka akan hancur.
Reza bertanya kenapa Gio bisa ketahuan. Padahal tinggal sehari lagi untuk membuat Defan dan Chika baikan.
"Dia buntutin gue waktu pergi sama Vanka." jawab Gio.
"Def, lo jangan marah gini dong. Gio kan juga udah milih lo, dia rela putusin Vanka demi lo." bujuk Reza.
"Lo pernah tahu nggak seberapa kecewanya gue waktu tahu mereka ternyata pacaran? Gue masih bisa nahan waktu lihat video mesra mereka, gue masih berpikiran positif, tapi ternyata kalian sengkongkol bikin gue kayak orang bodoh yang tak tahu apapun." Defan menggebrak mejanya karena marah.
"Video?" Gio dan Reza saling berpandangan, mereka saling bertanya-tanya. Gio yang tidak tahu apapun hanya mengangkat bahunya.
"Video apa sih? Lo dapet darimana?" tanya Reza lagi.
Dengan cepat Defan membuka ponselnya dan menunjukan video yang direkam oleh Chika kemarin siang. Gio pun terkejut, tidak menyangka jika ada orang yang membuntutinya kemarin siang dan merekam semua kejadian di depan rumah Vanka.
__ADS_1
"Kalau lo ngomong dari awal, apa menurut lo gue nggak akan ikut bahagia?" tanya Defan dengan tatapan kecewa kepada Gio.
"Gue minta maaf, gue hanya nggak mau sakitin hati lo."
"Tapi lo udah hancurin hati gue Gio!" Defan kembali memukul Gio membuat teman-temannya menjadi kaget.
"Def, kendaliin amarah lo!" Dhanu memegangi Defan dan Reza menolong Gio.
"Kenapa lo nggak bales pukul gue?" tanya Defan masih dengan amarah yang tidak stabil.
"Gue nggak akan. Lo adik gue, gue sayang sama lo, kalau lo belum puas, lo boleh pukul gue lagi." Gio berjalan mendekati Defan.
"Kenapa sih kita jadi kayak gini?" seru Reza yang sudah tidak kuat melihat kedua sahabatnya bertengkar.
"Kenapa kita harus kayak gini hanya karena wanita?" tanya Reza lagi dengan emosi.
Defan dan Gio sama-sama terdiam. Mereka juga menyayangkan insiden tersebut. Tapi hati Defan terasa begitu sakit karena merasa dikhianati oleh teman-temannya.
"Iya Def, Gi, kenapa kita harus bertengkar kayak gini? Bukankah Gio udah memilih, dia memilih tinggalin Vanka?" sahut Dhanu juga tidak bisa melihat sahabatnya bertengkar.
Mereka berempat sudah berteman dari kecil. Tapi baru kali ini mereka bertengkar cukup hebat seperti ini. Bahkan sampai memukul salah seorang diantara mereka.
"Sebenarnya lo dapat video itu dari siapa?" tanya Reza.
"Chika." Reza dan Gio kembali terkejut. Mereka kembali saling berpandangan.
Padahal mereka sudah merencanakan supaya Chika dan Defan bisa ngobrol berdua. Tapi Chika justru menghancurkan rencana itu.
Reza menghela nafasnya, lalu kemudian berjalan mendekat ke bangku Chika. "Ikut gue!" Reza menarik tangan Chika dengan paksa.
Reza membawa Chika ke tempat yang agak jauh dari kelasnya. "Apa maksud lo kirim video ke Defan?" tanya Reza dengan kesal.
"Kenapa emangnya? Gue cuma mau Defan sadar kalau hanya gue yang mencintai dia dengan tulus, gue mau Defan jauhin wanita mur*han itu. Udah punya Gio masih godain Defan." jawab Chika dengan santainya.
Plakkk. Reza menggeplak tembok di belakang Chika dengan marah. "Lo mikir nggak, apa yang lo lakuin itu bikin persaudaraan Gio dan Defan hancur?" tanya Reza menatap Chika dengan marah.
Ya, Chika tidak mikir sampai sejauh itu. Dia hanya ingin membuat Defan ilfil sama Vanka. Tidak memikirkan akibat setelah itu tentang hubungan Gio dengan Defan.
"Dan asal lo tahu, cewek yang lo umpat itu, adalah orang yang ingin membantu lo balik sama Defan." imbuh Reza yang membuat Chika terkejut.
"Maksud lo apa?" tanya Chika.
Reza menceritakan rencana yang telah mereka susun bersama. Chika pun terkejut karenanya. "Terus gimana besok malam? Jadi kan, itu kesempatan gue buat jelasin semua ke Defan." tanya Chika.
"Entahlah, Gio sama Vanka udah putus sekarang, mungkin itu akan membuat Defan semakin ingin mendekati Vanka." perkataan Reza tersebut membuat Chika menyesal bukan main.
Tidak seharusnya dia mengirim video tersebut. Chika hampir menangis karena kesempatan yang dia punya, dia hancurkan sendiri.
__ADS_1
"Nanti gue kabarin lagi!" Reza menepuk pundak Chika. Reza juga ragu apakah Defan akan terpengaruh dengan penjelasan Chika nantinya. Karena Vanka dan Gio juga sudah putus. Mungkin saja Defan akan semakin gencar mendekati Vanka.