
Arina tanpa sengaja juga melihat adegan dimana Gio dan Vanka berciuman di depan umum. Hatinya serasa tertusuk, dia bahkan langsung mengalihkan pandangannya. Tidak ingin bertambah sakit ketika melihat itu.
Di sebelahnya, ada Dhanu yang menatap kasihan terhadap Arina. Dia bisa melihat jelas raut sedih dan kecewa Arina. "Bisa yuk bisa!" Dhanu meraih tangan Arina. Dengan tersenyum, Dhanu memberi semangat untuk Arina.
"Jadi ke kantin?" tanya Dhanu lagi.
Sementara Arina hanya tersenyum kecil sembari menganggukan kepalanya. Kemudian dia melanjutkan langkahnya. Meskipun terasa berat, tapi Arina harus tetap tegak dan tersenyum.
"Nj*r, kayak dunia milik berdua aja.." olok Dhanu sembari mendorong kepala Gio.
"Emang ****** tuh orang, ciuman di depan muka gue nj*r, kan gue jadi pengen.." gerutu Reza juga yang kaget dengan apa yang Vanka dan Gio lakukan.
"Dibelakang sekolah tuh ada pohon pisang, lo ajak ciuman aja." sahut Vanka.
"Lo pikir gue cowok apaan? Masa disuruh cium pohon pisang, sekate-kate lo.." Reza menjitak kepala Vanka pelan, setelah akhirnya dia kena pukul Gio.
Gio tidak terima jika pacarnya disentuh oleh orang lain apalagi sampai dijitak. Gio akan berdiri di depan untuk melindungi Vanka. "Lo berani sentuh dia, pulang tinggal nama lo!" ancam Gio sembari memukul lengan Reza sebagai balasan karena telah menjitak Vanka.
"Helehhh, bucin kali kau bang?" Reza tidak takut dengan ancaman Gio, justru dia malah mengatai Gio seorang yang bucin.
"Wleeekkkk.." Vanka menjulurkan lidahnya ketika Reza diomeli oleh pacarnya.
"Awas lo.."
****
Alfarezi menghadiri pesta yang diadakan oleh salah seorang kliennya. Alfarezi datang bersama Kimora. Dia tidak pernah pergi tanpa istrinya, kecuali untuk bekerja. Alfarezi sangat senang jika istrinya bisa ikut serta dalam kegiatannya, bisa memperkenalkan istrinya kepada semua koleganya dan bahkan dunia.
Sudah bertahun-tahun Kimora mendampingi Alfarezi. Dia tahu betul harus berpenampilan seperti apa. Dan malam itu, Kimora terlihat sangat cantik dengan berbalut dress panjang berwarna gelap. Riasan yang dia pakai juga tidak terlalu mencolok. Dan, meskipun sudah tidak lagi muda dan memiliki dua anak. Body Kimora masih seperti anak abg, padahal dulunya dia overweight.
Kimora selalu mendapatkan pujian dari istri kolega suaminya. Mereka mengatakan jika Kimora sangat awet muda. "Rahasianya apa sih jeng?" begitu mereka sering bertanya.
Rahasia?
__ADS_1
Tidak ada rahasia. Mungkin rahasianya karena Kimora merasa sangat bahagia selama ini. Dia memiliki dua anak yang cantik dan tampan, dua anak yang pinter dan hebat. Juga, dia memiliki seorang pendamping yang menjadikannya sebagai ratu.
Seorang wanita akan menjadi ratu, jika bertemu dengan pasangan yang tepat.
Meskipun Alfarezi merasa senang karena istrinya mendapat begitu banyak pujian. Tapi tetap aja dia merasa kesal kepada para lelaki yang menatap istrinya dengan tidak senonoh. Rasa-rasanya Alfarezi ingin menghajar mereka semua yang menatap istrinya tanpa berkedip.
Untungnya Kimora orang yang sangat peka. Dia akan dengan sendirinya menghindari kontak apapun dengan lelaki lain. Karena dia tahu betul bagaimana sikap suaminya. Jangankan orang lain, Boy yang dekat dengan Alfarezi begitu lama aja selalu dimarahi ketika sedang ngobrol dengan dirinya. Alasannya karena Boy belum menikah sampai sekarang, dan karena mereka adalah teman masa kecil.
Aneh kan?
Kimora aja sampai heran dengan rasa cemburu suaminya tersebut. Apalagi mereka kan bukan anak muda lagi. Lagipula, Boy kan orang yang sering sekali melindungi mereka ketika mereka dalam bahaya.
"Jangan senyum terus, tuh para hidung belang sedang lihatin kamu!" bisik Alfarezi sembari menunjukan ke Kimora para lelaki yang menatap Kimora dengan tidak pantas.
"Terus aku harus cemberut gitu?" Kimora yang jengkel pun mencubit tangan Alfarezi yang sangat konyol.
"Siapa suruh senyum kamu manis banget.." ucap Alfarezi yang membuat Kimora kembali tersenyum.
"Dansa yuk ma!" ajak Alfarezi dan Kimora langsung mengulurkan tangannya.
Sepasang suami istri itu membuat kagum banyak tamu undangan. Pasalnya, selain terlihat serasi, pasangan itu juga sangat kompak. Hampir tidak melakukan kesalahan ketika berdansa. Dan tentunya vibes daripada pasangan suami istri tersebut sangatlah positif.
Jika banyak pasangan seumuran mereka yang sudah kehilangan respect kepada pasangan, bahkan tak sedikit yang sudah bercerai. Tapi berbeda dengan couple Alfarezi dan Kimora. Mereka masih terlihat kompak dan menggebu-gebu dalam menunjukan perhatian dan cinta mereka.
"Aku ingin selamanya hidup sama kamu." ucap Alfarezi.
"Aku juga ingin menua bersama kamu." balas Kimora. Dan mereka tidak mengalihkan sama sekali pandangan mata mereka. Terus dan terus saling menatap.
Prokkk!
Prokkk!
Prokkk!
__ADS_1
Tepukan tangan bergemuruh ketika Kimora dan Alfarezi berhenti berdansa. Seperti malam ini bintangnya adalah mereka. Padahal mereka adalah tamu undangan.
Pujian demi pujian terus mereka terima. Bukan hanya dari tamu undangan, melainkan dari sang pemilik pesta juga. "Terima kasih pak Alfa, karena telah memeriahkan pesta saya.." ucap sang pemilik hajat.
"Sama-sama pak. Oh, iya pak, saya mewakili kakak saya, pak Erlan, meminta maaf karena tidak bisa memenuhi undangan dari bapak, istri pak Erlan sedang sakit dan tidak bisa ditinggal.." Alfarezi mewakili Shaka menyampaikan permintaan maafnya.
Memang, semenjak Ines sakit. Semua pekerjaan ditinggal oleh Shaka. Dia lebih fokus ke istrinya dulu. Karena Shaka takut Ines akan nekad. Sudah beberapa kali Ines mencoba melukai dirinya sendiri. Efek dari penyakit mentalnya yang terganggu.
"Iya pak Alfa, saya mengerti kok keadaan pak Erlan saat ini. Semoga istri pak Erlan segera pulih kembali." Alfarezi mengucapkan terima kasih karena pengertian klien-nya dan juga klien kakaknya.
Alfarezi dan Kimora kemudian kembali menikmati pesta tersebut. Alfarezi terlihat sedang sibuk memilihkan makanan untuk istrinya. Alfarezi tahu kalau istrinya suka makanan manis, jadi dia ambil satu per satu makanan tersebut untuk Kimora.
Yang menarik dari pasangan itu adalah, karena mereka yang tidak jaim dan apa adanya. Meskipun mereka sudah bisa dibilang sultan, tapi tidak jaga image sama sekali. Bahkan terkadang, seolah-olah mereka lupa kalau mereka adalah salah satu dari deretan pengusaha kaya di kota tersebut.
Alfarezi juga menyuapi istrinya dan itu kembali menjadi pemandangan yang menyenangkan dalam pesta tersebut. "Kamu makan aja pa, aku udah kenyang." setelah menghabiskan cukup banyak kue, Kimora kenyang.
Alfarezi pun lantas menghabiskan kue sisa dari istrinya tersebut. "Ini enak yank, besok bikinin sendiri ya!" pinta Alfarezi.
"Boleh, tapi kamu harus bantuin aku bikin kue-nya.." Kimora tertawa kecil. Dia membayangkan bagaimana penampilan Alfarezi ketika di dapur. Pasti sangat tertekan dan ngomel mulu.
Belum apa-apa, Kimora sudah tertawa sendiri membayangkan Alfarezi tertekan di dapur, dan tentunya dia bisa suruh-suruh untuk cuci peralatan yang mereka gunakan.
"Oke dong! Besok pulang kerja, aku bantu kamu buat kue. Tapi hanya bantuin doa ya.." ucap Alfarezi sembari tertawa kecil pula.
"Ish, kalau itu mah, mending beli aja kue-nya, beres nggak ribet.." jawab Kimora lagi.
Tapi, ketika mereka sedang bercanda. Tiba-tiba mereka dihampiri oleh salah satu kolega Alfarezi. Lelaki paruh baya tersebut datang bersama seorang wanita muda. Alfarezi mengetahui wanita muda tersebut sebagai teman dari anaknya.
Selama Alfarezi dan papanya Heksa saling mengobrol. Riska sesekali curi-curi pandang ke Alfarezi, kemudian ke Kimora dan ke Alfarezi lagi.
Riska mengakui jika Alfarezi memang sangat tampan dan awet muda. Dia juga mengakui jika mamanya Aiko, juga sangat cantik dan masih awet muda. Penampilan mamanya Aiko juga sangat elegan. Sederhana tapi mewah.
#Kangen Alfarezi dan Kimora kan? Nih author spill dikit ya..😊 Happy reading, makasih untuk supportnya..🙏 Jangan bosen support author ya kakak-kakak semua.. Gomawo..#
__ADS_1