Love Story Anak Sekolah

Love Story Anak Sekolah
30


__ADS_3

Defan masih belum mau berdamai dengan Gio. Meskipun Gio sudah mengorbankan hubungannya dengan Vanka. Defan masih kesal karena telah dibohongin.


"Def, kenapa sih lo nggak maafin Gio? Dia udah korbanin cintanya demi lo." tanya Dhanu yang juga kasihan kepada Gio.


"Tau lah Dhan, btw lo jadi nggak kenalin cewek lo ke kita?" tanya Defan masih ingat janjinya dengan Dhanu.


"Jadi dong. Ntar malam jam 7 gue tunggu di kafe Love." ucap Dhanu masih ingin meneruskan rencananya. Setidaknya dia masih memiliki harapan persahabatannya akan kembali utuh.


"Ok."


Setelah itu tanpa sepengetahuan Defan. Dhanu memberitahu Reza dan Gio jika dia akan terus melanjutkan rencana mereka. "Seenggaknya biarin mereka ngobrol terlebih dulu! Setelah itu keputusan ada di tangan Defan." Dhanu berharap yang terbaik untuk persahabatannya.


"Gimana Gi?" tanya Reza.


"Terserah kalian aja." Gio sedang tidak ada semangat. Setelah memutuskan hubungannya dengan Vanka. Gio begitu cepat menyesal. Dia tidak kuat menahan rindu kepada gadis itu.


"Berdoa aja, semoga Defan menyadari perasaannya terhadap Chika, jadi lo bisa balikan lagi sama Vanka." Reza menepuk pundak Gio, memberi Gio semangat. Reza tahu, sikap murung Gio itu karena hubungan yang kandas dengan Vanka.


Gio terdiam. Bahkan dia tidak tahu, apakah Vanka masih mau memaafkannya. Gio sadar apa yang dia lakuin ke Vanka itu sangat menyakitkan dan tidak adil.


"Lo nggak mau balikan sama Vanka?" tanya Reza ketika Gio hanya terdiam sembari melamun.


"Gue nggak tahu apakah dia masih mau maafin gue." ucap Gio dengan sedih.


Reza dan Dhanu menatap kasihan kepada Gio. Dia telah mengorbankan semuanya demi persahabatan dan persaudaraan, bahkan merelakan cintanya putus ditengah jalan. Dan juga rela menyakiti wanita yang dia cinta.


"Semangat dong!" ucap Dhanu. Sedangkan Gio hanya menganggukan kepalanya.


Bagaimana mau semangat. Gio bahkan tidak memiliki kekuatan untuk bangkit. Wanita yang dia cintai kembali bersikap dingin kepadanya, tidak mau menyapanya, dan memalingkan wajahnya ketika bertemu.


Rasa bersalah juga semakin menguat di dalam hatinya. Teringat tangisan Vanka kemarin pagi membuat hati Gio kembali berdenyut. Gio juga merasakan sakit yang sama seperti Vanka.


Belum lagi kemarin sewaktu pulang sekolah. Mamanya akhirnya tahu kalau dia sedang bertengkar dengan Defan. Dan luka diwajahnya disebabkan oleh perkelahiannya dengan Defan.

__ADS_1


Kimora mendatangi Ines dan menanyakan keadaan Gio. Sekaligus meminta maaf dan menceritakan apa yang terjadi antara Gio dan Defan. Mamanya meminta Gio untuk tidak lagi berhubungan dengan Vanka.


Tapi masalah hati dan cinta. Gio tidak kuasa mengendalikan perasaannya, dan tidak bisa membantah mamanya. Itulah yang akhirnya membuat Gio pusing.


Sama halnya dengan orang putus cinta lainnya. Gio juga merasa sedih. Tapi dia menyimpan sendiri kesedihannya.


Dan pada saat yang sama, Vanka lewat bersama ketiga temannya. Reza yang melihatnya pertama, kemudian menyapa Vanka. "Vanka..." sapa Reza dengan gaya lucu.


Mendengar nama Vanka, seketika Gio mengangkat kepalanya. Dia menatap wanita yang saat ini masih ada di dalam hatinya.


"Mau ke kantin?" tanya Reza lagi.


"Iya." jawab Vanka singkat. Dia juga sempat melirik Gio tapi kemudian memalingkan wajahnya kembali.


"Van, rencana kita kemarin akan kita teruskan, semoga lancar dan sesuai rencana." ucap Reza memberitahu Vanka, karena rencana itu juga disusun oleh Vanka.


"Sayangnya gue udah nggak peduli." jawab Vanka dengan ketus.


"Jangan gitu lah Van, jangan ada dendam diantara kita, kita kan teman."


"Gio terpaksa, Vanka.. Dia nggak punya pilihan lain." ucap Reza mendadak menjadi juru bicara Gio.


"Lah emang gue ngomong dia? Lagipula gue nggak kenal dia." ucap Vanka lagi, kemudian dia mengajak teman-temannya jalan.


Gio menatap Vanka yang sepertinya menekan amarahnya. Terdengar dari suaranya yang terdengar sangat marah. Apalagi saat Vanka bilang 'gue nggak kenal dia'. Gio bisa merasakan sakit hatinya Vanka.


****


Riska mendatangi Aiko saat Rakha ada kelas. Riska meminta Aiko untuk bicara empat mata dengannya. Aiko mau menuruti permintaan Riska.


Setelah mendengar penjelasan Rakha, Aiko semakin percaya kepada Rakha. Lagipula Aiko juga tahu kisah Rakha dan Riska dulu.


"Kita ke kantin aja yuk, sekalian aku mau makan." ajak Aiko.

__ADS_1


"Boleh," mereka akhirnya pergi ke kantin. Sembari menunggu Rakha selesai kelas, Aiko makan terlebih dulu.


Sembari menunggu makanan datang. Aiko mendengar cerita Riska yang merembet ke kisah masa lalunya dengan Rakha.


Aiko mencoba menahan dirinya untuk tidak terpancing. Begitu makanan datang, Aiko segera menyantap makanannya semvari mendengarkan cerita Riska.


"Terus mau kamu gimana? Kamu mau aku tinggalin Rakha gitu?" tanya Aiko dengan santai sembari sesekali memasukan makanan ke dalam mulutnya.


Intinya Aiko tidak mau terpancing dengan cerita yang didramatisir oleh Riska. Dia dan Rakha memutuskan untuk lebih serius dengan hubungan mereka. Jadi sebisa mungkin Aiko akan mempertahankan kepercayaannya kepada Rakha.


"Aku nggak punya maksud kayak gitu Ai, cuman kamu tahu aku udah tidak punya siapa-siapa lagi." ucap Riska dengan sedih.


"Terus kemarin yang jemput kamu itu siapa? Bukannya dia sugar daddy kamu?" Aiko masih bicara dengan santai.


Riska membulatkan matanya mendengar pertanyaan Aiko. Dia tidak menyangka jika Aiko melihatnya dijemput seorang lelaki paruh baya menggunakan mobil mewah.


"Itu,, itu om aku." jawab Riska terbata-bata.


"Jadi kamu bukan tidak punya siapa-siapa dong, itu masih ada om kamu. Terus kenapa kamu masih menginginkan Rakha?" kali ini Aiko bertanya dengan serius. Dia menatap Riska dengan tajam, seolah mengingatkan kalau Rakha adalah miliknya.


"Aku,, aku cuma masih merasa bersalah aja sama Rakha karena mama aku dulu," Riska masih memakai topeng kesedihan untuk menarik simpati Aiko.


Tapi sayang sekali, Aiko bukan wanita yang bodoh. Dia bisa melihat bahwa Riska sengaja memprovokasi hubungannya dengan Rakha. Kalai tidak, kenapa dia terus ngomongin masa lalunya dengan Rakha kepada pacar Rakha sekarang.


"Rakha bilang udah maafin kamu dan mama kamu kok. Dia juga bilang dia bersyukur sekarang karena memiliki kekasih yang lebih bisa menerima dia apa adanya." Aiko sengaja membanggakan dirinya sendiri.


"Ai, aku nggak bermaksud memprovokasi hubungan kalian, tapi cerita aku sama Rakha memang sangat indah." ucap Riska tanpa merasa berdosa sama sekali.


"Seindah apapun kisah kalian, itu hanyalah kenangan sekarang." ucap Aiko dengan tersenyum geli.


"Aku nggak peduli kamu punya cerita indah sama Rakha dulu. Itu semua hanya masa lalu, dan semua orang punya masa lalu." imbuh Aiko.


"Dan perlu kamu ingat, kamu masa lalu Rakha, tapi aku masa depan Rakha. Udahlah, lupain Rakha dan jangan coba ganggu dia lagi! Kamu masih punya 'om' kamu, dan Rakha masih punya aku." lanjut Aiko sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Riska yang tertegun dengan perkataan Aiko.

__ADS_1


Aiko berjalan meninggalkan kantin dengan tersenyum manis, tapi sedetik kemudian dia tersenyum sinis. "Trik murahan." gumam Aiko.


__ADS_2