Mawar Liar Untuk Luqman

Mawar Liar Untuk Luqman
11. Basic class


__ADS_3

Akhirnya, seharian itu Mama Firda menjelaskan semua nama-nama perlengkapan, yang ada di dalam rumahnya pada Mawar.


Tak hanya sekedar menjelaskan namanya saja, ia juga memberikan tutorial cara pemakaiannya. Mawar menyimak baik-baik ucapan mama Firda. Setelah itu, ia mencoba menggunakannya.


Mawar yang belum pernah sekalipun menyentuh alat-alat itu, merasa takjub. Apalagi saat ia mencobanya, ia senantiasa terkekeh sendiri, menyadari dirinya yang terlalu katrok.


Memberikan basical class pada Mawar, ternyata membuat mama Firda lapar. Ia pun mengajak Mawar memasak menu makan siang.


"Mawar, apa kamu tidak lapar?"


Belum juga sempat menjawab pertanyaan mama Firda, perut Mawar sudah berbunyi nyaring sekali. Membuat ia malu sendiri.


"Mawar tidak perlu menjelaskan lagi ya, Tan." balasnya sambil meringis.


"Okay, kita masak sup ayam sekarang ya. Sepertinya panas-panas seperti ini, makan yang pedas dan hangat lebih segar."


Mama Firda berjalan menuju ke arah kulkas. Lalu mengambil apa saja yang diperlukan.


"Mawar, kamu potong wortelnya ya." mama Firda mendekatkan beberapa buah wortel ke arah Mawar yang berdiri di dekat pantry.


"Baik, Tante." Gadis itu pun mengambil pisau dan mulai memotong wortel.


"Seperti ini kan, Tante?" Mawar memperlihatkan hasil potongannya pada mama Firda. Ia tidak mau melakukan kesalahan, sehingga membuat wanita itu membencinya.


Mama Firda yang sedang memotong daging ayam menoleh sejenak, lalu mengangguk mengiyakan.


Setelah memotong wortel, kini Mawar memotong kentang. Perutnya yang tadi keroncongan, sedikit teralihkan dengan kesibukannya memasak.

__ADS_1


"Habis itu, kentangnya kamu goreng ya, Mawar."


"Iya, Tante."


Mawar pun asal menuang minyak yang cukup banyak ke dalam penggorengan. Lalu memasukkan kentang yang baru di cuci nya tadi semuanya.


Pikirnya agar cepat selesai. Tapi hal itu justru membuat minyak panas memercik mengenai tangannya, sehingga ia mengaduh kesakitan.


"Mawar! Ada apa?" tanya mama Firda terlihat panik.


Sedetik kemudian, ia melihat kentang yang berenang di dalam penggorengan, dengan jumlah yang cukup banyak. Dan minyaknya meletup-letup.


Dengan cepat mama Firda pun mematikan kompornya. Lalu membantu Mawar mengobati lukanya.


"Kamu duduk dulu ya, biar Tante ambilkan kotak obat dulu."


"Kenapa baru kerja setengah hari saja, aku sudah membuat banyak ulah? Bagaimana kalau aku bekerja disini sebulan atau setahun? Apa Tante Firda dan mas Luqman akan betah melihat pekerjaanku ini? Kenapa menjadi orang baik itu susah? Haruskah aku kembali pada Bu Nindi? Walaupun aku tidak digaji, setidaknya tidak kerepotan kalau urusan makan." gumam Mawar, dengan raut wajah sedihnya.


Tak lama kemudian, mama Firda datang. Ia membawa kotak obat, lalu meletakkannya di atas meja, dan ia duduk di kursi samping Mawar.


"Ulurkan tanganmu, biar Tante bantuin obati lukanya." Mawar mengulurkan tangannya, pada wanita berjilbab hijau tosca yang ada di depannya.


Dengan hati-hati, mama Firda mengobati tangan Mawar yang terlihat memerah, dan bahkan melepuh karena terkena letusan minyak panas.


Gadis itu sejenak mengamati wajah mama Firda yang tampak lemah lembut, dan bersahaja. Lalu matanya terlihat berkaca-kaca.


'Beruntung sekali mas Luqman itu. Sudahlah kaya, wajahnya tampan, mamanya sangat lembut seperti ini.

__ADS_1


Sedangkan aku, tidak tahu siapa orang tuaku, menjadi wanita penghibur, dan kini jadi asisten rumah tangga, tidak becus pula.


Kenapa bukan aku saja yang menjadi anaknya Tante Firda? Kalau mas Luqman itu kan laki-laki. Aku rasa bisa menjaga diri, dan lebih mudah mendapatkan pekerjaan.'


"Pasti tadi kamu menggoreng kentangnya sambil melamun ya. Pantas saja terkena percikan minyak. Semoga lukanya cepat sembuh ya."


Mawar tersadar dari lamunannya, ketika mama Firda berkata seperti itu.


"Eh, sebenarnya tadi Mawar tidak melamun, Tante. Habis di cuci, semua kentangnya langsung Mawar masukkan ke penggorengan." tutur Mawar dengan polosnya, sedangkan mama Firda menekan pelipisnya, karena memiliki asisten rumah tangga yang berbeda dari biasanya.


"Ayo, Tante ajari menggoreng kentang."


Mama Firda bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju tempat penggorengan. Mawar pun berjalan mengekor di belakangnya.


"Perhatikan baik-baik ya." Mawar menganggukkan kepalanya.


Mamanya Luqman itu menyaring kentang yang sudah terlanjur tenggelam di dalam penggorengan. Lalu meniriskan di tempat lain. Kemudian ia menyalakan kompornya. Setelah minyak cukup panas, barulah ia memasukkan kentang sedikit demi sedikit. Setelah berwarna keemasan, barulah kentang itu diangkat.


"Nah, sekarang kamu sudah mengerti kan, Mawar?" Gadis itu terlihat menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, giliran kamu yang menggoreng. Tante mau lihat."


Mawar pun melakukan apa yang diperintahkan oleh majikannya. Ia berseru kegirangan, ketika hasil gorengannya tidak jelek-jelek amat hasilnya.


"Not bad. Kalau begitu kamu tinggal mengulang hal yang sama, sampai seluruh kentangnya habis." ucap mama Firda.


"Iya, Tante." Mawar terlihat bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2