Mawar Liar Untuk Luqman

Mawar Liar Untuk Luqman
77. Kangen


__ADS_3

Cukup lama Farida terdiam sambil mencerna perkataan mamanya. Wanita yang melahirkannya itu pun terus mengusap lembut kepalanya, sampai ia merasa jauh lebih tenang.


Nasehat yang disampaikan dengan cara yang baik dan penuh kelembutan itu perlahan meresap di hati dan pikirannya. Tapi Farida masih malu untuk mengakui kekalahannya.


"Mama akan terus mendoakan mu Farida. Smoga kamu lekas dipertemukan dengan jodoh terbaik yang sudah disiapkan untukmu. Yang terpenting sekarang kamu tidak boleh bersedih lagi. Cukup sudah kamu menangis. Jalani kehidupan mu seperti apa adanya lagi ya."


Mama membalikkan tubuh Farida. Ia menundukkan wajahnya, untuk menyembunyikan matanya yang bengkak, karena menangis sepanjang hari.


Farida hanya bisa menganggukkan kepalanya lemah, membalas ucapan mamanya yang panjang lebar.


Mama pun tersenyum puas, melihat reaksi yang ditunjukkan oleh putrinya. Lalu ia kembali memeluknya. Dengan sedikit ragu bercampur malu, Farida membalas pelukannya.


**


Sementara itu di tempat lain. Sudah cukup lama Luqman dan mamanya menghabiskan waktunya untuk menginap di rumah pak Andreas. Pria itu akhirnya memutuskan untuk pulang, karena banyak pekerjaan yang sudah menantinya.

__ADS_1


Sebenarnya pak Andreas begitu senang dengan kehadiran Luqman di rumahnya. Tapi tidak mungkin ia akan terus menahannya, karena tidak ada hubungan apa-apa diantara mereka , dan mengetahui kesibukan pemuda itu.


Setelah menyelesaikan sarapan paginya, pak Andreas sekeluarga mengantarkan Luqman dan mamanya sampai ambang pintu. Mereka berjabat tangan dan berpelukan.


Clara sangat sedih, karena harus berpisah dengan kedua mantan majikannya. Bahkan matanya pun sampai berkaca-kaca. Kedua orang tuanya yang bisa melihat kesedihan anaknya, juga turut merasakannya.


"Sayang, kami tidak akan memisahkan mu dengan orang baik yang sangat berjasa dalam hidupmu. Kapan-kapan kita bisa mengunjungi mereka kok." Nyonya Anita yang berdiri di samping putrinya, mengusap lembut kedua bahunya.


"Iya sayang. Betul sekali apa yang dikatakan mamamu." Pak Andreas menimpali. Sehingga membuat wajah Clara kembali berubah cerah.


"Jika sudah sampai rumah, jangan lupa kabari kami ya Sis?" Nyonya Anita mengingatkan pada Mama Firda.


"In shaa Allah." Senyum tak luput dari wajah mama Firda.


Setelah obrolan sejenak saat berpamitan, Luqman dan mamanya memasuki mobilnya. Lalu melongokkan kepalanya ke luar, dan melambaikan tangannya sambil tersenyum. Keluarga pak Andreas pun membalasnya dengan hal yang sama.

__ADS_1


Akhirnya mobil itu pun perlahan bergerak meninggalkan pelataran rumah megah pak Andreas. Setelah bayangannya tak lagi terlihat, barulah mereka masuk ke dalam rumah.


**


Perjalanan panjang akhirnya terlewati sudah. Kini Luqman dan mamanya tiba di kediamannya pada waktu sore hari.


Setelah keduanya membersihkan diri, mama memasak menu makan malam yang sederhana. Sedangkan Luqman mengecek beberapa email yang masuk tentang pekerjannya.


Saat keduanya makam malam, barulah mereka teringat, jika belum mengabari pada keluarga Pak Andreas.


Mama Firda pun meraih handphone yang ada di samping piringnya. Ia menekan beberapa digit nomor, lalu sambungan telepon mulai terhubung dengan orang yang berada jauh di seberang sana.


Terlihat wajah-wajah yang menyunggingkan senyum sambil melambaikan tangan dan mengucapkan salam padanya dan Luqman.


Keadaan mereka pun sama, sedang duduk menghadap meja makan.

__ADS_1


Mereka saling menyapa dan saling melempar pertanyaan untuk meluapkan kegembiraannya, karena bisa bertatap muka, walaupun hanya melalui video call.


__ADS_2