
"Ayo, silahkan ambil makanannya." ucap mama Firda pada Mawar.
"Iya, Tante."
Mawar tersenyum sumringah, lalu menuang dua centong nasi ke piringnya. Setelah itu, ia mengambil tongseng daging ayam, tahu goreng, acar timun serta sambel tomat, dan mengaduk makanannya.
Mama Firda dan Luqman yang melihatnya, menatap iba. Seperti orang yang tidak pernah makan enak.
Pendapat mereka memang benar adanya. Mawar jarang sekali bisa makan enak, selama dua puluh tahun hidup dalam rumah bordil itu.
Setiap hari ia hanya makan nasi, sayur bayam dan tahu atau tempe saja. Semua bajunya dan perlengkapan lainnya yang membelikan adalah Bu Nindi.
Terkadang ada juga pelanggan yang royal padanya, dengan mengajaknya jalan-jalan ke mall. Pelanggan itu akan membelikannya baju yang seksi, dan makan ayam crispy. Hal itu sudah cukup membuatnya senang.
Jika Mawar meminta sedikit uang gajinya, pasti ibu Nindi akan memarahinya habis-habisan. Alasannya, gajinya tidak cukup untuk membayar seluruh waktu yang terbuang saat mengurusnya di waktu kecil. Mendengar hal itu, Mawar tidak lagi berani meminta gajinya.
"Mawar, makanlah pelan-pelan. Nanti tersedak." mama Firda mengingatkan.
Mawar seketika menghentikan kunyahannya, lalu menatap mama Firda, dengan mulut yang penuh dengan makanan. Ia menganggukkan kepalanya, karena malu sudah bersikap kurang sopan.
Mawar mulai mengikuti sikap Luqman dan mamanya saat makan. Pasangan ibu dan anak itu makan dengan pelan, sehingga tidak terdengar suara denting sendok yang beradu dengan piring.
Tak hanya itu saja, mereka juga menyendok sedikit demi sedikit makanannya, dan mengunyahnya dengan pelan.
Ketika telah selesai, Luqman dan mamanya meletakkan sendok dan garpu nya dengan cara di telungkupkan. Mawar pun melakukan hal serupa.
Setelah selesai makan, mama Firda menjelaskan apa saja yang harus dilakukan oleh Mawar. Tidak hanya itu saja, mama Firda juga menasehati sedikit demi sedikit tentang cara sholat. Agar kualitas ibadahnya lebih baik lagi. Gadis itu menyimak baik-baik ucapan majikannya.
__ADS_1
Suara adzan Isya', membuat mereka mengakhiri percakapan pada malam hari itu.
Mama Firda meminta Mawar untuk membersihkan sisa makanan dan mencuci piring kotornya. Karena ia ingin melihat bagaimana cara kerja Mawar.
Gadis itu segera melakukan apa yang diperintahkan oleh majikannya. Setelah selesai, mama Firda mengecek hasil kerja Mawar.
'Ya ampun, untung saja saat aku melayani tamu, tidak sampai di cek oleh Bu Nindi. Kalau sampai di cek, malunya sampai ke ubun-ubun.' batin Mawar.
"Mawar, ini kamu terlalu banyak menuang sabunnya. Coba kamu pegang." Mawar memegang satu piring.
"Jadi licin kan?"
"Iya, Tante. Maaf ya."
"Hem, besok jangan diulangi lagi."
"Paham, Tante." Mawar menganggukkan kepalanya.
Setelah melaksanakan sholat Isya', Mawar kembali ke kamarnya. Lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Setelah sekian jam berlalu, gadis itu belum juga bisa memejamkan matanya. Apalagi malam itu udara terasa panas.
Ia yang kegerahan dan merasa belum terbiasa memakai pakaian serba panjang, akhirnya mengganti pakaiannya dengan tangtop dan celana hotpants.
"Yah, kebelet mau pipis." gumamnya sambil meringis, karena tidak tahan dengan rasanya. Bergegas ia keluar kamar, dan berjalan menuju kamar mandi.
"Yg, lega banget bisa pipis." gumamnya, sambil berdiri diambang pintu kamar mandi.
__ADS_1
Matanya tak sengaja menoleh ke arah kulkas, yang tingginya melebihi dirinya. Karena penasaran dengan isinya, ia pun mendekatinya. Matanya membulat dan mulutnya menganga, ketika baru saja membuka benda itu.
"Hah? Penuh sekali isinya." Mawar geleng-geleng kepala.
"Makanan sebanyak ini, untuk stok berapa tahun ya kira-kira? Tadi kan masaknya cuma sedikit-sedikit. Makannya saja juga sedikit."
Ketika melihat kue lapis legit yang sudah dipotong tipis-tipis, ia tergoda untuk mencobanya satu.
"Enak sekali." gumamnya setelah menggigit ujung kue itu.
Satu potong kue lapis legit telah masuk ke dalam perutnya. Hatinya kembali terdorong untuk mengambil satu lagi.
**
Sementara itu, di dalam kamar Luqman.
Pria itu juga belum bisa tidur. Mungkin karena tadi sudah tidur siang terlalu lama. Untuk memanfaatkan waktunya, ia melaksanakan sholat tahajud dan membaca Alqur'an.
Cukup lama ia membacanya, hingga akhirnya ia kehausan. Air putih yang selalu ada di atas mejanya ternyata sudah habis. Ia pun berjalan keluar kamar untuk mengambil air putih.
Keningnya berkerut, ketika melihat cahaya yang keluar dari kulkas.
"Kenapa kulkasnya terbuka?" gumamnya, lalu berjalan ke arah kulkas untuk menutupnya.
Pria itu terkejut ketika melihat Mawar yang tengah duduk lesehan sambil menghadap ke arah kulkas.
"Mawar?" gumamnya, yang membuat jantung Mawar seakan ingin lompat dari tempatnya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?"