Mawar Liar Untuk Luqman

Mawar Liar Untuk Luqman
71. Pulang


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian, dokter dan beberapa perawat sudah kembali ke ruangan Mawar.


Mereka membawa gadis itu menuju ke sebuah ruang khusus untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Bahkan kedua orang tuanya menginginkan, agar tidak ada satu pun jenis pemeriksaan yang terlewat untuk putrinya.


Dokter dan perawat akan mengupayakan segala yang terbaik untuk pasiennya. Tentu saja hal itu akan mereka lakukan, mengingat bagaimana kejadian buruk yang menimpanya di masa lalunya.


Bahkan mereka sangat mengutuk perbuatan buruk yang dilakukan oleh orang yang menculik Mawar.


Setelah Mawar sehat dan keluar dari rumah sakit nanti, kedua orang tuanya berniat melakukan sesuatu untuk penculik itu.


Dokter mengatakan, hasil pemeriksaan akan keluar dalam kurun waktu sekitar dua atau tiga hari. Setelah itu, Mawar dibawa ke ruangannya kembali, agar bisa beristirahat.


**


Meskipun Mawar sudah bertemu dengan orang tua kandungnya, mama Firda dan Luqman masih setia menemaninya di rumah sakit.


Bahkan Luqman menolak beberapa tawaran untuk mengisi sebuah acara, demi bisa menemaninya.


Kini sudah tiga hari berlalu sejak Mawar di periksa secara keseluruhan, baik fisik ataupun mentalnya. Hasilnya pun telah keluar.

__ADS_1


Semua mengucapkan syukur, karena Mawar dinyatakan sehat, baik fisik ataupun mentalnya. Dan hari itu juga, ia sudah diijinkan pulang.


Tentu saja ia di ajak pulang ke rumah orang tuanya. Berat, tentu saja terasa berat. Ketika Mama Firda, Luqman dan Mawar harus tinggal terpisah, setelah sekian waktu mereka tinggal bersama.


Kedua orang tua Mawar yang bisa melihat kesedihan antara anak dan mantan majikannya, berinisiatif mengajak keduanya untuk mampir ke kediamannya.


Ketika mendengar ajakan itu, berbinarlah wajah mereka bertiga. Dan mereka pun mengangguk antusias.


Setelah selesai mengemas barang-barang yang tidak seberapa, rombongan itu bergerak menuju kediaman pak Andreas.


Mereka semua mengendarai mobil pak Andreas, karena mobil Luqman masih berada di bengkel. Untuk memastikan bahwa mobilnya tetap nyaman untuk dinaiki.


Tanpa terasa, mereka sudah memasuki pelataran rumah megah milik pak Andreas. Lalu keluar dari mobil.


Mawar berdiri dan menatap rumah bergaya klasik itu dengan takjub. Ia merasa tidak percaya, karena memiliki kedua orang tua yang kaya raya seperti mereka. Mama Firda dan Luqman pun juga tidak menyangka, jika asisten rumah tangga mereka, adalah keturunan orang kaya.


"Mawar, ayo kita masuk." Nyonya Anita melingkarkan tangannya ke bahu putrinya, sehingga membuatnya tersentak kaget.


"I-ini beneran rumah Tante?"


Nyonya Anita menghela nafas berat.

__ADS_1


"Harus berapa kali sih, mama mengingatkan kamu. Panggil kami Mama dan Papa. Dan iya, rumah ini adalah rumah kita. Jadi, kamu sangat berhak tinggal di sini. Sekarang, ayo kita masuk."


Mawar menganggukkan kepalanya, lalu melangkahkan kakinya perlahan, memasuki kediamannya untuk yang pertama kalinya.


Baru menginjakkan kaki di ruang tamu saja, Mawar menghentikan langkahnya dan kembali memperhatikan seisi ruangan.


"Tuan." Suara bibi yang muncul dari kongliong. Wanita setengah baya itu tergopoh-gopoh menyusul majikannya yang masih berdiri di ambang pintu.


"Tuan, apakah ini nona... Clara?" Tebak bibi, sambil memperhatikan Mawar dari atas sampai bawah dengan seksama.


"Clara?" Gumam Mawar sambil mengernyitkan dahi.


"Iya, bi." Pak Andreas dan istrinya menjawab dengan antusias.


"Ya Allah, cantik sekali. Seperti artis-artis di tivi itu lho, Tuan." Bibi memuji majikan barunya dengan senyum yang mengembang sempurna, membuat Mawar tersipu malu dan menyunggingkan senyum tipis.


"Terima kasih bi, untuk pujiannya." Balas Mawar dengan ramah.


"Oh iya, biar bibi panggil semua asisten rumah tangga di rumah ini dulu ya Tuan. Pasti mereka akan terkejut, melihat nona Clara."


Tanpa menunggu persetujuan tuannya, sang asisten rumah tangga segera menuju ke dapur. Tak sabar rasanya ia menyampaikan kabar gembira pada rekan kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2