
Sesampainya di rumah sakit, seluruh korban kecelakaan segera di bawa menuju ruang IGD. Mereka semua menjalani serangkaian pemeriksaan, untuk memastikan kondisinya.
Setelah sekian menit berlalu, akhirnya pemeriksaan itu selesai. Mama Firda dan Luqman hanya mengalami luka lecet, dan sudah diobati.
Sedangkan Mawar yang menderita cukup serius, harus mendapatkan perawatan lebih intensif. Sesekali ia meracau sambil berkata sakit dan memegangi kepalanya.
Mama Firda yang melihatnya, tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya. Ingin sekali ia mendekati gadis itu, tapi dokter dan beberapa perawat sedang mengerumuninya.
Tak hanya melihat Mawar yang sedang terbaring lemah, mama Firda dan Luqman juga melihat pasangan suami-istri yang terbaring lemah dan sedang menjalani pemeriksaan juga.
Dan yang terakhir, pandangan mama Firda beralih pada anaknya, Luqman. Ia memeluk anaknya erat sambil menitikkan air mata.
Di satu sisi ia senang karena dirinya dan anaknya selamat, tapi di sisi lain ia juga merasa sedih dan terenyuh, karena Mawar dan orang yang di tabrak, sepertinya mengalami luka yang cukup serius.
Perawat yang tadi membantu mama Firda dan Luqman mengobati lukanya, mempersilahkan keduanya untuk keluar dari ruang tindakan, dan menyuruhnya untuk menunggu di luar.
__ADS_1
"Suster, tolong upayakan segala yang terbaik untuk mereka. Berapa pun biayanya, akan saya tanggung." Pesan Luqman, pada salah satu team medis itu.
"Baik, ustadz. Kami akan mengupayakan segala yang terbaik untuk mereka. Ustadz dan ibu, silahkan berdoa saja." Balas perawat dengan ramah.
Luqman menganggukkan kepalanya sambil menyunggingkan senyum, walaupun terasa berat. Setelah itu, ia dan mamanya keluar dari ruang IGD.
Kini, mama dan Luqman duduk di kursi tunggu. Mama Firda memeluk bahu putranya untuk memberinya kekuatan dan dukungan, bahwa semua ini terjadi sudah atas kehendak-Nya.
Tak lama kemudian, seorang dokter keluar. Mama Firda dan Luqman beranjak dari duduknya dan segera menghampirinya.
"Bagaimana keadaan mereka, dok?" Tanya pasangan ibu dan anak itu.
"Saya serahkan semua keputusannya pada dokter. Yang penting anda melakukan yang terbaik untuk semuanya." Tegas Luqman.
"Baik, akan kami usahakan ustadz." Dokter kembali masuk ruangan IGD.
__ADS_1
Di dalam, ia menyuruh perawat untuk segera menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk operasi.
Tiba-tiba pasien wanita, korban yang di tabrak Luqman tadi perlahan mengerjapkan matanya. Dan hal yang pertama kali ia lihat adalah tanda lahir yang ada di pinggang Mawar sebelah kiri. Karena jarak keduanya yang tidak terlalu jauh, ia bisa melihat tanda itu dengan jelas.
Tak lama kemudian wanita itu memijat kepalanya pelan, karena merasakan pusing yang sangat mendera setelah melihat tanda lahir itu.
"Ibu, anda sudah siuman?" Tanya seorang perawat sambil mendekati wanita tadi. Sedangkan Mawar di dorong keluar, menuju ruang operasi.
"Dia mau di bawa kemana, sus?" Bukannya menjawab pertanyaan perawat, wanita itu justru menanyakan tentang Mawar.
"Pasien itu mau di operasi, Bu. Karena mengalami pendarahan otak."
"Apa! Operasi?" Wanita itu terlihat syok, lalu menoleh ke arah samping dan melihat suaminya masih memejamkan matanya.
"Bagaimana keadaan suami saya? Apa dia baik-baik saja?"
__ADS_1
"Iya, Bu. Hanya mengalami luka lecet dan memar. Semoga sebentar lagi segera sadar."
Pandangan wanita itu bergantian, menatap pintu yang baru saja tertutup dan suaminya yang masih terbaring. Nafasnya terlihat naik turun tidak beraturan, seperti menanggung beban yang amat dalam.