
"Baiklah sayang, kamu duduk lah. Mama akan memanggil bibi untuk ikut makan siang bersama kita." Nyonya Anita bangkit berdiri dan segera berlalu ke dapur.
Ia dan suaminya akan melakukan apapun demi kebahagiaan putri semata wayangnya. Termasuk makan satu meja dengan asisten rumah tangganya. Walaupun dalam hidup mereka, belum pernah melakukan hal itu.
"Bi, tinggalkan dulu pekerjaan kalian. Ayo ikut saya makan siang bersama."
Bagai mendengar sebuah komando, semua asisten rumah tangga langsung menghentikan aktivitas pekerjaannya. Seakan mereka tidak percaya dengan apa yang baru mereka dengar, sehingga tampak saling tatap dengan dahi yang mengernyit heran.
"A-apa saya tidak salah dengar, Nyonya? Anda mengajak kami makan siang bersama?" Ucap salah satu bibi, setelah ia membalikkan badannya.
Nyonya Anita tersenyum tipis pada asisten rumah tangganya.
"Bibi semua tidak salah dengar, karena ini adalah permintaan putri saya satu-satunya. Ayo segera ikuti saya."
__ADS_1
Nyonya Anita membalikkan badannya, melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Sedangkan para asisten rumah tangga, sejenak kembali saling beradu pandang, lalu memutuskan mengikuti langkah majikannya.
Para asisten rumah tangga itu saling dorong, agar temannya duduk lebih dulu. Clara yang melihatnya menyunggingkan senyum tipis.
"Tidak usah malu-malu, Bi. Ayo, silahkan duduk." Clara menggerakkan tangannya, mempersilahkan rombongan wanita setengah baya yang tampak malu-malu itu. Akhirnya mereka pun duduk di kursi kosong yang masing tersisa.
Setelah itu, pak Andreas dan Nyonya Anita mempersilahkan semuanya untuk mengambil aneka jenis makanan yang sudah tersaji di atas meja.
Meskipun awalnya tampak malu-malu atau canggung, akhirnya mereka mulai menikmati makan siang pada hari itu.
'Eh, kenapa aku jadi sering memuji Mawar? Maksudku Clara. Pasti ada yang tidak beres dengan otak dan hati ku.'
"Nak Luqman, Nyonya Firda, menginaplah kalian di sini beberapa hari. Setelah putri kami lebih sehat, kami akan mengajak kalian jalan-jalan mengelilingi kota ini." Ajak Nyonya Anita.
__ADS_1
"Iya, Clara setuju dengan ide mama. Clara akan berusaha sembuh secepatnya." Clara menimpali dengan antusias.
"Iya, papa sangat setuju. Selama ini Papa berusaha mengajak mama refreshing, tapi selalu saja di tolak. Karena setiap waktunya selalu dihabiskan untuk menangisi mu sayang. Tapi setelah bertemu denganmu, apapun yang kalian inginkan, pasti papa akan berusaha melakukannya." Pak Andreas tak kalah antusiasnya.
Sekarang giliran Luqman dan mamanya yang saling beradu pandang kebingungan. Pasalnya keduanya juga memiliki kesibukan sendiri.
Tapi di sisi lain, Luqman seperti tak bisa menolak ajakan itu. Apalagi ketika melihat Clara yang tampak antusias sekali. Tidak ingin rasanya melihat senyum itu memudar.
"Maaf, mungkin..." Belum selesai mama Firda berkata, Luqman buka suara. Menjawab sesuai dengan apa kata hatinya, yang penting bisa membuat Clara bahagia.
"In shaa Allah kami akan menerima ajakan bapak."
Mama Firda memandang aneh pada putra satu-satunya. Sedangkan pak Andreas sekeluarga, beserta para asisten rumah tangga tampak bahagia mendengar jawaban yang baru saja dilontarkan Luqman.
__ADS_1
Tanpa terasa acara makan siang itu berlalu dengan ceria dan menyenangkan.
Setelah selesai, para asisten rumah tangga membereskan meja. Sedangkan sang pemilik rumah dan tamunya melanjutkan percakapannya di taman samping rumah.