Mawar Liar Untuk Luqman

Mawar Liar Untuk Luqman
35. Salah tingkah


__ADS_3

"Hayo, kenapa mas Luqman melihat Mawar seperti itu? Cantik banget ya?" dengan gaya centil, Mawar menggoda majikannya.


Amanda dan Rico saling beradu pandang dan menautkan kedua alisnya, melihat hal itu. Keduanya merasa jika direkturnya ada hubungan khusus dengan gadis cantik, bernama Mawar.


Pasalnya tidak pernah ada wanita yang dekat dengan bosnya, dan bahkan berani menggoda seperti itu. Luqman pun tampak salah tingkah.


"Mawar, jaga bicaramu. Jadi wanita harus kelihatan anggun, jangan banyak salah tingkah. Rico, tolong kamu bantu Mawar mengerjakan tugasnya."


"Baik, tuan." Rico sejenak menganggukkan kepalanya, lalu mendekat ke arah Mawar.


"Mari nona, ikut saya."


Rico berjalan menuju tempat pemotretan, diikuti Mawar. Kemudian pria itu mengarahkannya untuk bergaya.


Gaya pertama, kedua tangannya bertumpu di depan, wajahnya menatap lurus ke depan, seulas senyum tipisnya begitu memikat siapa yang melihat, baju gamis bagian bawahnya terbang tertiup angin buatan.


Dalam sekali jepret, Rico berhasil mendapatkan gambar yang bagus. Luqman yang berdiri di sampingnya, melihat foto itu tampak mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia sangat takjub melihat Mawar bisa bergaya seluwes itu.


Setelah itu, Mawar berganti kostum untuk pemotretan selanjutnya. Gaya kedua, ketiga, dan seterusnya, Rico selalu mendapatkan hasil yang bagus.


Meskipun baru sekali Mawar berlenggak-lenggok seperti model, tapi hasilnya tidak diragukan lagi. Dia seperti model profesional. Luqman yang melihatnya, juga tampak takjub melihat kelihaian gadis itu.


Dua jam berlalu, akhirnya serangkaian kegiatan itu selesai juga. Mawar mendekati Rico dan memperlihatkan seluruh hasil jepretannya. Gadis itu juga tampak takjub melihat hasil fotonya sendiri.

__ADS_1


"Masa sih kak, itu aku?" celoteh Mawar, sambil menatap fotonya dengan seksama.


"Iya, nona. Semua ini foto, anda. Kenapa?"


"Bagus sekali. Aku tidak menyangka jika bisa melakukan hal seperti itu."


"Jadi sebelumnya anda belum pernah melakukannya? Saya kira anda itu seorang model profesional."


Mawar terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


"Saya cuma seorang..."


"Mawar."


"Rico, segera cetak fotonya."


"Baik, tuan."


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri melihatku, Mawar?" Luqman mengusap tengkuk lehernya, merasa tidak enak di tatap oleh gadis itu.


"Memang tidak boleh?"


"Hem, terserah kamulah. Ayo, kita keluar." Luqman menggandeng tangan Mawar, yang membuat gadis itu membulatkan matanya.

__ADS_1


"M-Mas, tumben sekali sih kamu menggandeng tanganku."


Luqman menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya. Ia menatap wajah dan tangannya yang terlihat menggandeng tangan Mawar. Seketika ia pun melepaskannya.


"Ma-maaf, aku tidak sengaja. Ayo kita keluar."


"Mas Luqman, kenapa sih. Tampak aneh banget. Tunggu sebentar, Mawar ganti baju dulu."


"Oh, iya. Silahkan, aku tunggu."


Mawar pun berlalu pergi menuju ruang ganti. Sedangkan Luqman, duduk sambil menghela nafas. Ia juga tidak tahu, kenapa mendadak tidak bisa mengendalikan hatinya.


"Ayo, mas." tak lama kemudian, Mawar tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Luqman. Pria itu menganggukkan kepalanya, lalu keduanya berjalan keluar ruangan.


"Habis ini Mawar di suruh ngapain lagi, mas?"


"Kamu mau pulang sekarang, atau pulang nanti bersama ku?"


"Terserah mas Luqman saja, bagaimana baiknya. Mawar kan cuma pembantu, jadi harus menurut apa kata majikannya."


Luqman menoleh sejenak menatap Mawar. Rasanya asisten rumah tangganya itu begitu berbeda. Gadis itu pun menyunggingkan senyum, ketika di tatap.


Tanpa mereka ketahui, seorang wanita berhijab sudah berdiri di hadapan keduanya. Walaupun ia tidak tahu hubungan apa yang terjadi di antara mereka, tapi yang jelas hatinya mengatakan sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum." ucap wanita itu, yang membuat Luqman dan Mawar mengalihkan pandangannya, dan kini menatapnya.


__ADS_2