Mawar Liar Untuk Luqman

Mawar Liar Untuk Luqman
34. Make over


__ADS_3

"Amel, kamu bisa keluar sekarang. Hubungi aku jika semua sudah siap."


"Siap, tuan." Amel membungkukkan sedikit badannya sebelum berlalu pergi.


Setelah kepergian Amel, Luqman menatap Mawar sejenak, sebelum akhirnya menceritakan tentang pekerjaan apa yang harus dilakukannya.


"Jadi Mawar, kamu aku ajak kesini bukan untuk membersihkan perusahaan seperti apa yang kamu sangka. Tapi untuk menggantikan salah satu karyawan ku yang biasanya menjadi model setiap produk ku."


"Oh, leganya. Kalau Mawar di suruh untuk membersihkan seluruh lantai di gedung ini, pasti sudah pingsan duluan." Mawar mengusap dadanya, sambil menghirup nafas lega.


Luqman menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar celotehan Mawar, walaupun benar adanya.


Di saat keduanya tengah berbincang-bincang, terdengar suara ketukan pintu lagi. Luqman mempersilahkan masuk. Tampak Amel yang muncul dari balik pintu, dan berjalan mendekati direkturnya.


"Semuanya sudah siap, tuan."


"Terima kasih, Amel. Kami akan segera kesana. Kamu boleh keluar."


"Baik, tuan." Amel membungkukkan badannya sejenak, sebelum keluar.


"Ayo, Mawar. Aku tunjukkan pekerjaan yang harus kamu lakukan."


Setelah merapikan dokumennya, Luqman bangkit berdiri, yang diikuti oleh Mawar. Keduanya berjalan menuju studio pemotretan.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju ruang itu, Mawar memperhatikan setiap sudut ruangan kantor. Ia kembali takjub, karena dari tiba sampai berada di lantai atas, semuanya rapi, bersih, wangi dan tampilannya begitu menarik.


"Silahkan, masuk." Luqman membukakan pintu sebuah ruangan, untuk Mawar. Sejenak gadis itu menoleh ke arahnya, lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


"Selamat pagi, tuan." sapa dua orang karyawan, yang sudah menunggu di dalam ruangan itu.


"Selamat pagi, Amanda, Rico. Seperti apa yang sudah di bilang Amel pada kalian, aku membawa seorang wanita untuk menggantikan Linda. Namanya Mawar." Luqman menunjuk gadis yang berdiri di sampingnya.


"Hallo, perkenalkan saya Mawar." Gadis itu mengulurkan tangannya duluan, pada kedua karyawan. Mereka pun membalas jabat tangan dan memperkenalkan diri masing-masing.


Meskipun baru kali itu Mawar berkenalan dengan karyawan Luqman, ia tidak canggung dan terlihat humble dengan keduanya. Karena ia ingin mendapatkan teman baik yang lebih banyak lagi. Dalam pemikirannya, semua orang-orang yang berhubungan dengan Luqman, pasti mereka adalah orang baik.


Setelah sejenak berkenalan, Amanda mengajak Mawar menuju ruang rias. Ia mempersilakan gadis itu duduk di depan meja rias, lalu mulai melakukan beberapa sentuhan di wajahnya.


"Apakah make up sebanyak ini, akan dipoleskan ke wajahku kak?"


"Tidak, nona. Hanya beberapa saja, sesuai dengan kebutuhannya." Mawar manggut-manggut sambil ber-o ria.


Meskipun ia pernah menjadi wanita malam, ia tidak menggunakan banyak make up seperti itu. Hanya bedak dan lipstik, serta parfum saja. Hal itu sudah membuatnya tampak lebih cantik.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Mawar selesai di rias. Ia dan Amanda begitu takjub dengan perubahan wajahnya. Meskipun ia memakai make up tipis, tapi ia kelihatan semakin cantik dan flawless.


"Nona, saatnya ganti kostum ya. Mari saya tunjukkan beberapa pakaian yang harus Anda coba satu persatu."

__ADS_1


Mawar menganggukkan kepalanya, lalu berjalan mengikuti karyawan wanita itu.


"Coba untuk foto yang pertama, nona pakai baju ini ya." Amanda menyerahkan satu set baju muslim berwarna mocca.


Mawar pun menerimanya sambil mengamati sejenak. Setelah itu, ia membawanya menuju ruang ganti. Tak lama kemudian, ia sudah keluar dengan kostum pertamanya.


"Mari, nona. Saya bantu pakai jilbabnya."


Sekali lagi Mawar hanya bisa mengangguk patuh, lalu berjalan mengikuti Amanda yang bergerak menuju meja rias.


Tangan karyawati itu bergerak lincah, sehingga tak butuh waktu lama, Mawar sudah berpenampilan sempurna.


"Anda cantik sekali, nona. Seperti artis saja." puji Amanda, yang takjub melihat penampilan Mawar.


Ia memutar badannya sambil menghadap kaca, lalu tersenyum simpul.


"Oh ya, kakak bisa saja. Tapi Mawar memang merasa begitu sih. Cantik sempurna." kekeh Mawar sambil menutup mulutnya.


"Ayo nona, kita segera keluar. Pasti tuan Luqman sudah menunggu anda."


"Iya, kak."


Mawar berjalan keluar dari ruang make up. Lalu mengulas senyum, ketika pandangannya bersirobok dengan Luqman. Pria itu tampak syok sekaligus takjub melihat penampilan baru Mawar. sampai-sampai mulutnya menganga.

__ADS_1


__ADS_2