
Sudah dua hari Luqman dan mamanya menginap di kediaman pak Andreas. Ia dan keluarga pak Andreas melakukan hal-hal kecil secara bersamaan.
Sejak awal masuk rumah sakit sampai sekarang, hubungan mereka terlihat semakin akrab. Bahkan seperti keluarga sendiri.
Sedangkan Clara sendiri, sudah mengalami banyak sekali kemajuan. Ia sangat senang, bisa berkumpul dengan kedua orang tua yang sangat menyayanginya dan mantan majikan yang selalu memperlakukannya dengan baik.
Hari ini rencananya dengan di antar oleh keluarganya, Clara akan kembali memeriksakan keadaannya. Setelah menyelesaikan sarapan paginya, mereka pun berangkat menuju rumah sakit, tempat ia di rawat dulu.
Tidak perlu menunggu waktu lama, asisten dokter mempersilahkan mereka masuk dan duduk di kursi yang telah disediakan. Sedangkan Clara sendiri, dipersilahkan merebahkan dirinya di bed pasien.
Dengan di bantu asistennya, Dokter memeriksa keadaan Clara.
Terlihat ia menganggukkan kepalanya, setelah sekian menit berlalu memeriksa keadaan pasien. Lalu mengulas senyum.
Mereka pun kembali duduk di tempat masing-masing. Lalu Dokter pun menjelaskan tentang kondisi Clara, pada keluarganya.
__ADS_1
Rona bahagia meliputi wajah mereka, karena mendengar kabar keadaan Clara yang semakin membaik. Pusing di kepalanya pun juga jarang kambuh. Dan meskipun begitu, Clara tetap harus mengkonsumsi obat dan vitamin.
Gadis itu menganggukkan kepalanya patuh. Seperti halnya kedua orang tuanya yang melakukan apapun untuknya. Clara pun juga akan terus melakukan apapun untuk kebahagiaan keluarganya.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Clara dan keluarganya keluar dari ruang Dokter. Mereka pun berjalan menuju mobilnya terparkir.
Kendaraan roda empatnya melaju ke sebuah taman yang ada di pusat kota. Hanya menempuh tiga puluh menit saja, mereka sudah sampai di tempat yang dituju.
Sepanjang kaki melangkah, mereka tampak menyunggingkan senyum bahagia. Karena merasa dimanjakan dengan pemandangan yang ada di hadapannya.
Clara sejenak menghentikan langkahnya dan memejamkan matanya sambil menghirup dalam-dalam aroma khas dari rumput dan bunga yang berbaur menjadi satu. Segala masa lalunya yang buruk seakan terhapus dalam benaknya. Ia sangat menikmati berada di tempat itu.
Tidak hanya Clara saja yang menikmati suasana ditempat itu. Tapi juga keluarganya dan juga mantan majikannya.
"Sayang, ayo kita ke sana." Nyonya Anita menunjuk kursi yang ada di dekat air terjun buatan. Tempatnya jauh lebih rindang dan begitu menyejukkan hati.
__ADS_1
Tidak perlu waktu lama, Clara langsung menganggukkan kepalanya menyambut ajakan dari mamanya. Mereka pun meneruskan langkahnya dengan santai menuju tempat yang dimaksud.
"Ah! Ini menyenangkan sekali, pa, ma." Teriak Clara, sambil menjatuhkan dirinya di kursi. Kepalanya menoleh ke kiri dan kanan, menikmati pemandangan yang begitu memanjakan mata.
Sedangkan keluarganya, juga ikut duduk di sampingnya. Nyonya Anita menatap wajah anaknya yang begitu bahagia, sambil merapikan jilbab Clara yang sedikit berantakan karena tertiup angin.
"Apa itu artinya kamu senang dan menikmati tempat ini, Clara?" Tanya Nyonya Anita.
"Iya, ma. Clara sangat menyukainya." Menjawab dengan antusias. Bahkan disertai anggukan kepala.
"Syukurlah. Kalau begitu, setiap weekend papa akan mengajak kamu kesini." Pak Andreas menimpali pembicaraan anak dan istrinya.
"Hah, yang benar, pa?"
Pak Andreas menganggukkan kepalanya dengan lebih keras lagi.
__ADS_1
"Terima kasih, pa." Clara bangkit berdiri dan memeluk papanya. pria itu pun membalasnya dengan mengusap kepala dan punggungnya lembut.