Mawar Liar Untuk Luqman

Mawar Liar Untuk Luqman
56. Kecelakaan


__ADS_3

Siang hari, rombongan Luqman menghabiskan waktunya untuk berjalan santai mengelilingi sekitar hotel.


Tempat itu memang dilengkapi dengan sarana bermain untuk anak dan dewasa, market, bioskop dan beberapa fasilitas penunjang lainnya yang begitu membuat para penghuni hotel merasa sangat nyaman dan terpuaskan.


Dan pada saat malam harinya, mereka baru berangkat menuju ke masjid tempat acara. Panitia menyambutnya dengan hangat, setelah itu mempersilahkannya duduk di ruang tunggu.


Sama seperti orang yang baru melihat Mawar, para panitia itu pun juga menyangka dirinya adalah kekasih dari Luqman. Karena pria itu terkenal sebagai anak tunggal. Lagi-lagi Luqman harus menjelaskan pada mereka.


Setelah sejenak menunggu, akhirnya acara pun di mulai. Luqman dipersilahkan memasuki tempat acara.


Ia menyunggingkan senyum sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada, untuk menyapa para hadirin.


Banyak diantara para hadirin yang langsung mengambil gambar Luqman saat memasuki ruangan tadi, tapi banyak juga yang mengambil gambarnya saat acara berlangsung.

__ADS_1


Serangkaian acara mulai dilaksanakan, seperti pembukaan, sambutan, tausyiah dan tiba saatnya pada inti acara. Luqman maju dan duduk di kursi yang lebih tinggi, agar para hadirin bisa dengan jelas melihatnya.


Semua hadirin menyimak baik-baik apa yang diucapkan oleh Luqman. Banyak diantara mereka yang mencatatnya dalam buku notulen, ada juga yang merekamnya, demi menyimpan ilmu itu, agar tidak lupa.


Setelah sekitar satu jam, akhirnya Luqman selesai mengisi acara. Panitia memberikan waktu bagi para hadirin untuk bertanya.


Mawar yang duduk di deretan depan bersama mama Firda, tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat Luqman mampu menjawab setiap pertanyaan yang kadang berbelit-belit dari para hadirin.


Kini acara itu pun selesai, Luqman bangkit berdiri dan didampingi oleh beberapa panitia. Karena biasanya saat itu, banyak para hadirin yang mendekat, untuk meminta foto bersama.


Setelah melayani foto bersama dengan para hadirin, Luqman pamit pulang ke hotel, karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


Di dalam mobil itu, suasana pun juga tampak hening, karena Mawar dan mama Firda mengantuk.

__ADS_1


Luqman mengendarai mobilnya dengan pelan, karena juga merasakan capek dan lelah, serta matanya sedikit pedih karena mengantuk.


Tak disangka, Luqman menabrak sebuah mobil yang melaju dari arah yang berlawanan. Sehingga membuat kedua mobil itu ringsek bagian depannya, dan kaca mobil bagian samping juga sampai pecah.


Beruntung ada pengendara mobil yang juga melintas di tempat itu. Mereka segera menolong korban kecelakaan itu, dengan cara mengeluarkannya dari mobil dengan hati-hati.


Luqman dan mama Firda karena tadi tidak tidur, dan hanya sekedar mengantuk maka kondisinya tidak terlalu parah, hanya luka lecet saja.


Mawar yang berada di belakang, tanpa menggunakan sabuk pengaman, badannya terombang-ambing dan akhirnya kepala dan seluruh tubuh bagian samping, terantuk bagian kaca yang pecah. Hal itu membuatnya tidak sadar diri, dan bahkan di beberapa bagian tubuhnya juga terdapat lecet-lecet.


"Mawar!" Mama Firda berseru histeris, ketika melihat Mawar keadaannya cukup parah. Bahkan ia sampai membekap mulutnya.


Pengendara mobil yang menolong, segera menghubungi ambulance, untuk membawa korban yang terluka parah. Sedangkan korban yang tidak begitu parah, menaiki mobil orang yang menolong tadi.

__ADS_1


Mereka semua mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, agar bisa segera sampai di rumah sakit.


__ADS_2