Menikah Demi Papa

Menikah Demi Papa
Status Baru


__ADS_3

"Setelah mendapatkan kabar bahwa kamu akan melahirkan mama meminta Papa Fengying menyiapkan pesawat." Mama Irene menggenggam tangan Aluna.


Aluna merasakan kehangatan seorang mama setiap kali bersentuhan dengan wanita paruh baya, ia membayangkan jika mamanya masih hidup mungkin akan bahagia melihat kedua cucunya lahir dengan selamat.


"Kamu menangis?" Mama Irene mengeluarkan bungkusan tisu dan menghapus air mata Aluna


"Aluna pasti terharu ma karena kamu begitu baik padanya." Papa Fengying mencoba menghangatkan suasana.


"Apa benar Luna?" Mama Irene tersenyum lebar.


"Benar ma. Aluna terharu karena mama dan papa bersedia membesukku disini." Aluna tersenyum manis.


Oek


Oek


Suara tangisan si kecil menggema memenuhi ruang kamar rawat inap.


Mama Irene membantu menggendong si kecil.


"Kalau yang ini siapa namanya?" Tanya Irene, ia mendekatkan tubuh mungil itu ke dalam dekapan Aluna.


"Ini Arya adiknya."


Aluna membuka manik kancing pakaiannya, si kecil terlihat kehausan.


Papa Fengying memilih keluar kamar memberi ruang kepada istri dan calon menantunya untuk berbincang.


"Hm, sepertinya lebih agresif ya daripada kakaknya."


Mama Irene terkekeh.


"Iya ma, Arya memang lebih agresif daripada Aryan."


"Lebih cengeng dan paling banyak menyusu."


"Kamu harus banyak makan sayur agar ASI mu lancar. Nanti mama akan minta Bi Sumi membuatkan sayur untukmu. Kalau perlu akan mama belikan di tukang sayur langganan."


Mama Irene begitu antusias berbincang dengan Aluna. Wanita itu berbagi pengalaman saat melahirkan Rendra dulu, memberikan beberapa tips dalam mengurus anak dan merawat anak saat sedang sakit. Aluna mendengarkan semua ucapan Mama Irene dengan serius sementara si kecil Arya begitu asyik menyusu bahkan sesekali ia memberikan senyuman kepada sang mami. Senyuman yang jika dilihat sekilas sangat mirip dengan Aluna.


***


|| Satu Tahun Kemudian ||


Setelah kepergian Aluna, Bryan berubah menjadi pria dingin dan mudah tersulut emosi. Penampilan gagah dan mempesona kini tidak terlihat lagi pada diri pria itu. Otot kekar sudah menghilang dari tubuhnya, penampilan awut-awutan, rambut gondrong dan ia kini menumbuhkan kumis beserta jambang. Bryan sudah tidak mempedulikan lagi penampilannya, ia terlalu sibuk mencari keberadaan Aluna. Saat menerima surat gugatan cerai, pria itu semakin giat mencari istrinya namun hasilnya selalu sama.


Ia tetap tidak mau menceraikan istrinya namun berkat kerja keras dan bantuan Imelda akhirnya Bryan resmi berpisah dengan Aluna. Kini pria itu menyandang gelar duren alias duda keren. 😂


Hari-hari ia lalui tanpa merasa lelah mencari keberadaan istri dan kedua anaknya. Bryan yakin suatu hari nanti akan bertemu kembali dengan mereka.

__ADS_1


Ayunda dan Reymond memikirkan nasib putranya setelah bercerai dengan Aluna. Kabar perceraian pewaris tunggal perusahaan RA art and design menjadi berita panas dan berada di urutan pertama kolom pencarian. Masyarakat berbondong-bondong menggali informasi mengenai kisruh rumah tangga Bryan, banyak gosip beredar di dunia maya. Membuat keluarga Smith menjadi sorotan media masa.


"Brengsek, kenapa mereka seakan tidak bosan mengorek informasi tentang perceraianku!" Bryan membanting remote televisi ke lantai.


Bryan geram karena seluruh saluran televisi membahas berita kehidupan pribadinya. Pria itu menekan tombol pesawat telpon dan tak lama Ruddy sudah berada dalam ruangan.


"Ruddy, apakah anak buah kita sudah mengetahui keberadaan Aluna?"


"Belum tuan."


"Cari terus sampai ketemu akan aku lipat gandakan bayarannya jika berhasil."


"Baik tuan."


"Oh ya, apa Rossa tidak memberitahu dimana Aluna berada sekarang?"


"Tidak tuan."


"Kamu paksa dia untuk memberitahu."


"Maaf tuan tapi saya tidak tega memaksa Nona Rossa."


"Cih, sekarang kamu lebih mementingkan perasaan kekasihmu daripadaku." Ucap Bryan sinis.


"Maaf tuan, saya tidak bermaksud begitu."


Bryan pergi meninggalkan kantor saat jam makan siang, ia berencana mengunjungi Gugun di cafenya namun sebelumnya pria itu ingin mengunjungi seseorang yang sudah menjadi dalang akan hancurnya rumah tangga Bryan.


Di kantor polisi, Bryan meminta penjaga rutan memanggil seorang tahanan wanita. Ia keluar dari sel mengenakan pakaian biru, kini penampilan wanita itu tidak secantik dulu. Perlahan-lahan ia duduk.


"Ry!" Ucap wanita itu lirih.


"Bagaimana, enak tinggal dirutan?" Tanya Bryan sinis.


"Apa kamu masih marah kepadaku?"


"Kamu pikir?"


"Ry, kejadian itu sudah berlangsung lama dan aku sudah menerima ganjarannya. Tidak kah kau memaafkan dan melupakan semuanya?" Eliza menyentuh tangan Bryan.


"Melupakan? Tidak semudah itu Eliza!"


"Lihat, akibat perbuatanmu Aluna pergi meninggalkanmu, membawa kedua anak-anakku."


"Bahkan kini aku sudah berpisah dengannya." Bentak Bryan.


"Ini yang kamu inginkan hah?" Bryan menepis tangan wanita itu.


"Aku tahu kesalahanku fatal tapi sungguh aku sudah menyesal."

__ADS_1


Tangis Eliza pecah, ia tahu bahwa kini Bryan menderita namun dirinya pun sama menderitanya seperti pria itu. Cintanya hilang, ibu kandunganya sendiri menjadikannya sebagai alat balas dendam sedangkan ayah kandungnya tidak pernah menginginkannya.


"Air matamu kini sudah tidak mampu merobohkan pendirianku, El."


"Jika tahu akan begini, aku lebih memilih membatalkan kontrak kerjasama kita. Aku menderita Eliza, sangat menderita. Aku sudah kehilangan istri dan dua buah cintaku bersama Aluna."


Bryan menitikan air mata, hatinya terlalu sakit jika mengingat istrinya.


"Sudah-lah. Aku kesini hanya ingin menegaskan tentang status hubungan kita. Eliza, mulai detik ini kita resmi putus!"


"Ku harap kamu melupakan semua kenangan kita. Selamat tinggal."


Bryan menyeka air matanya sebelum beranjak dan meninggalkan rutan. Ia melanjutkan perjalanannya ke sebuah cafe milik Gugun.


"Ry!" Teriak Gugun saat melihat seorang pria masuk ke dalam cafe.


"Kenapa mukamu ditekuk?"


"Apakah karena status barumu yang menyandang gelar duda?" Goda Gugun.


"Sialan!" Maki Bryan


"Ha-ha-ha, take easy bro. Nikmati saja semua prosesnya, lagipula ini buah yang kamu dan Eliza tanam."


"Aku dan Ruddy sudah sering menasihatimu tapi kamu keras kepala jadi sekarang terima akibatnya."


"Aku menyesal Gun karena sudah menyakiti Aluna dan kini malah kehilangan istri kecil dan anak-anakku."


Gugun menuangkan air putih ke dalam kelas dihadapan Bryan.


"Minum dulu."


"Ry, aku mengerti perasaanmu."


"Segala sesuatu di bumi ini ada sebab akibat dari perbuatan kita. Jika menanam kebaikan maka kebaikan itu akan diperoleh namun sebaliknya jika menanam keburukan, bersiaplah suatu saat nanti keburukan dan nasib malang akan menimpa."


"Dan kini kamu harus ikhlas menerima takdir akibat kesalahanmu di masa lalu. Yakin-lah jika Aluna masih jodohmu suatu saat akan bertemu kembali. Sejauh apapun wanita itu berlari walau sampai ke ujung dunia sekalipun jika sudah jodoh maka akan bertemu."


"Saat ini, perbaiki hubunganmu dengan Tuan Reymond. Luangkan waktu untuk mereka, berikan perhatian kepada orang tuamu dan Shera."


"Kalau tidak jodoh bagaimana?"


"Ya itu artinya kamu diminta menikah lagi dan memiliki anak dengan wanita lain."


"Tidak mau, aku hanya ingin Aluna menjadi istriku selamanya." Bryan kesal karena Gugun selalu menggodanya.


"Maka tunggu sampai kalian menua dan Aluna menjadi janda."


Gugun tertawa terbahak-bahak, sementara Bryan hanya cemberut.

__ADS_1


__ADS_2