
Setelah hampir 40 hari semenjak kepulangan Alexander, Aluna memutuskan untuk izin tidak masuk kuliah semua materi kuliah, materi praktikum dan tugas kampus menumpuk untung saja semua dosen bisa memaklumi keadaan Aluna yang sedang berkabung. Rossa sebagai seorang sahabat tidak luput turut membantu Aluna dalam mengejar ketertinggalan.
Bryan sudah mulai aktif bekerja kembali setelah cuti hampir 40 hari, semua tugas kantor sebagian kecil ditangani Rudy asisten sekaligus supir pribadi.
Hari ini tepat pukul 7 pagi semua keluarga Smith sudah berkumpul di meja makan. Seperti biasa Reymond selalu memimpin do'a sebelum makan sebagai ucapan syukur karena sudah diberikan kelapangan rezeki oleh Sang Pencipta.
Semua hening dan khidmat menyantap makanan yang ada di atas meja.
"Mom-dad, mulai hari ini aku akan mulai kuliah kembali. Tidak enak kalau harus izin terus nanti yang ada akan ketinggalan banyak materi apalagi dua minggu kedepan aku sudah mulai mid semester." Aluna membuka percakapan disaat semua tengah asik menyantap sarapan.
"Apa kamu yakin sudah bisa mengikuti perkuliahan lagi sayang?"
"Yakin mom, lagipula aku sudah bosan kalau hanya berdiam diri dirumah tidak melakukan aktivitas apapun. Semua pekerjaan rumah tangga sudah dikerjakan Bu Risa dan para pelayan, kebun sudah ada Mang Jajang yang urus terus aku mengerjakan apa?" Aluna mengeluarkan isi hatinya kepada Reymond dan Ayunda.
Dengan polosnya Shera berkata "ya kakak tugasnya membuatkan keponakan gembul untuk ku, baguskan ide ku?"
Sontak Aluna dan Bryan kaget mendengar ucapan polos Shera.
Bryan meloloti Shera namun dia acuh karena dia berbicara sesuai dengan fakta.
"Kenapa kakak melototiku? Aku berbicara sesuai dengan fakta loh. Mommy saja sudah ingin cepat punya cucu. Benarkan mom?" Shera mencari pembelaan karena tidak ingin kena omel Bryan.
"Benar sayang, mommy ingin sekali menggendong cucu dari kalian." Ayunda memasang tampang sedih agar Bryan dan Aluna luluh tapi senjata itu tidak mempan bagi Bryan. Dia sudah tahu jurus tipu muslihat Ayunda.
"Jurus itu tidak akan mempan kepadaku mom, cukup daddy saja yang akan terjebak!" Dengus Bryan.
"Sayang, lihat kelakukan putramu. Dia sudah tidak menyayangiku lagi." Rengek Ayunda.
Aluna hanya mematung melihat drama yang ada dihadapannya.
Reymond yang tidak tahan melihat pujaan hati merengek langsung menegur Bryan.
__ADS_1
"Ry, apa salahnya kamu wujudkan keinginan mommy mu. Toh kalian sudah sah menjadi suami istri diakui agama dan negara. Usia kalian juga sudah pas untuk memiliki anak." Tersebit rasa menyesal di hati Reymond setelah mengucapkan itu tapi mau bagaimana dia tidak ingin melihat Ayunda bersedih.
Sungguh cinta itu buta. 😩 Author mau juga donk digituin tapi sayang mas bojo sikapnya cuek. 😭 abaikan curhatan author ini ya guys. 😁
"Daddy selalu saja membela mommy. Mommy seharusnya dulu menjadi artis, aku pastikan pasti akan banyak mendapatkan penghargaan atas kemampuan acting yang dimiliki."
Situasi yang awalnya tenang kini berubah memanas jika tidak segera dihentikan akhirnya Aluna berinisiatif menghentikan drama.
"Ehm, mommy dan daddy tolong beri waktu aku untuk berpikir. Jujur saja untuk saat ini aku belum siap untuk memiliki anak. Aku masih belum yakin bisa merawatnya dengan baik." Akhirnya Aluna jujur, dia tidak ingin mengecewakan kedua mertuanya tapi mau bagaimana lagi saat ini memang belum siap memiliki anak. Aluna masih ragu dengan perasaan nya terhadap Bryan begitu juga sebaliknya.
"Tuh kan, kalian dengar sendiri Aluna bicara apa jadi tolong jangan desak kami untuk segera memberikan cucu kepada kalian dan kamu anak kecil jangan pernah lagi bicara ngawur seperti tadi. Kalau masih begitu, tanggung sendiri akibatnya!"
"Dih Kak Bryan hobinya ngancam orang!"
"Sudah hentikan! Lebih baik kita lanjutkan sarapan dan kamu Aluna, maafkan mommy dan daddy ya sudah mendesak kamu untuk segera memberikan kami cucu."
"Oh iya, daddy sudah meminta orang untuk merenovasi kamar khusus untuk mu paling lambat 1 minggu kamar sudah selesai direnovasi jadi untuk sementara waktu kamu tidak masalah kan tidur dulu dikamar bareng Bryan?"
Ayunda mendelik, menatap penuh arti kepada Reymond dan Reymond menyadari makna tatapan itu. Dia segera memberi isyarat agar Ayunda tidak berbicara lagi. Akhirnya semua kembali hening dan menyantap makanan sampai habis.
Bryan pamit berangkat lebih dahulu karena akan menghadiri rapat, Aluna segera beranjak mengantar Bryan sampai pintu depan.
"Omongan mommy dan Shera barusan jangan dimasukan ke dalam hati. Kamu fokus saja kuliah. Oh iya, aku akan minta Pak Udin mengantarkan ke kampus." Bryan berhenti sejenak sebelum naik ke dalam mobil.
"Tidak usah mas, biar aku mengendarai "si bebek" saja. Aku tidak mau merepotkan."
"Cih, kamu masih saja menggunakan "si bebek" butut milikmu itu. Kamu sudah menjadi istriku, istri dari seorang CEO perusahaan terkenal. Menantu dari pemilik perusahaan RA art and design. Sudah pokoknya aku tidak mau tahu, kamu harus diantar jemput Pak Udin. Kalau menolak maka aku akan memecat Pak Udin."
"Benar kata Shera, kamu hobi mengancam orang. Baik, aku akan meminta Pak Udin mengantarkan ke kampus."
"Gadis pintar!" Ucap Bryan sambil mengelus rambut Aluna.
__ADS_1
Aluna terlihat canggung ketika Bryan menyentuh rambutnya.
"M-mas, kamu cepat berangkat nanti telat." Aluna berusaha menutupi kecanggungan.
"Ingat, harus diantar Pak Udin!" Bryan mengingatkan Aluna.
"Ya!"
Aluna segera mencium punggung tangan Bryan, sebetulnya dia ragu karena dalam perjanjian pra nikah dilarang menyentuh Bryan tapi sebagai bakti nya kepada suami dia mengesampingkan keraguannya itu toh lagipula Bryan tidak menolak.
"Kalau hanya mencium tangan tidak apa-apa kan?" Tanya Aluna dalam hati.
"Hati-hati mas."
Kalimat terakhir yang Aluna ucapkan terdengar seperti nyanyian merdu seorang bidadari. Tubuh Bryan seperti terbang menari, menjelajah keatas langit melewati tujuh lapis awan. Sungguh menyejukan kalbu.
Bryan tidak menyadari sudut bibirnya terangkat keatas membentuk sebuah senyuman manis.
Rudy memperhatikan dari spion depan, seketika jiwa keponya muncul.
"Kenapa tuan tertawa? Apakah sesuatu sudah terjadi diantara tuan dan nyonya muda?" Jiwa iseng Rudy muncul.
"Sembarangan kamu. Aku....."
"Ah sudahlah lupakan saja. Kamu tidak akan mengerti karena belum menikah makanya lekas kau cari pacar kemudian ajak menikah agar kau tahu bagaimana rasanya memiliki istri."
"Ck, sombong sekali. Lihat saja akan saya balas!" Ucap Rudy dengan kesal namun di dalam hatinya dia merasa bahagia melihat Bryan tersenyum lagi.
"Saya berdo'a semoga pernikahan anda dan nyonya muda langgeng sampai maut memisahkan." Do'a Rudy dalam hati.
#Jangan lupa like, vote dan komen ya guys agar author semakin rajin update. Terima kasih. Love kalian semua. 😊
__ADS_1