Menikah Demi Papa

Menikah Demi Papa
Program Hamil


__ADS_3

Happy reading 🍂


Kehadiran seorang anak dalam sebuah keluarga tentunya dinantikan oleh orang tua. Kehamilan tentunya membawa kebahagiaan tersendiri dalam sebuah keluarga.


Bagi sebagian besar orang terutama pasangan yang sudah menikah, kehamilan adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu. Dimana pasangan tersebut akan segera memiliki momongan yang menjadi buah cinta keduanya.


Bahkan ada sebagian orang yang rela mengeluarkan jutaan rupiah untuk mengikuti program kehamilan agar si buah hati segera hadir dalam perut istri tercinta.


Sebagai seorang suami yang baik, Bryan Smith ingin memberikan yang terbaik sebagai bukti cintanya kepada istri tercinta, Aluna Alexander dengan cara menemani istrinya ke rumah sakit menemui dokter kandungan. Ia dan istrinya berencana melakukan program hamil agar segera diberikan keturunan.


"Mas, ini teh nya." Aluna masuk ke dalam ruang kerja suaminya dengan membawa secangkir teh hangat rendah gula.


"Terima kasih sayang."


"Kamu sedang apa?"


"Membaca surat kontrak yang akan ditanda tangani PT Mega Art." Bryan masih sibuk meneliti kalimat demi kalimat dalam isi surat perjanjian kontrak kerjasama.


"Apakah besok kamu akan bertemu dengan sekretaris sexy itu lagi?"


"Belum tahu sayang tapi aku sudah meminta Rudy untuk meminta orang lain mewakili perusahaan itu."


"Kenapa, apa kamu cemburu?"


"Hu'um, aku takut kamu kepincut." Aluna mengalungkan kedua tangannya ke leher Bryan.


"Bagaimana kalau kamu ikut denganku ke kantor besok?"


"Hah!"


"Kamu jangan bercanda mas."


"Aku serius sayang."


"Kamu bisa bawa semua buku materimu dan belajar di kantorku. Disana ada ruangan yang biasa aku gunakan untuk istirahat jadi kamu bisa menggunakan ruangan itu untuk belajar."


"Bagaimana?"


Aluna nampak berpikir sejenak.


"Oke, aku setuju."


"Ya sudah, kalau begitu aku habiskan teh nya setelah itu kita ke rumah sakit."


***


Rumah Sakit Xxxx


"Mas, apakah mereka akan ikut masuk?" Aluna bertanya kepada suaminya tepat setelah mobil mewah keluaran terbaru bermerk xxx terparkir rapi di halaman parkir rumah sakit.


"Iya. Kenapa?"

__ADS_1


"Bisa tidak untuk kali ini minta mereka menunggu disini saja. Aku agak risih jika mereka ikut ke dalam. Lagipula ada kamu disampingku. Kamu pasti bisa menjagaku dengan baik."


"Boleh ya."


"Baik tapi janji tidak jauh-jauh dariku."


"Memangnya aku mau pergi kemana?"


"Ya siapa tahu kamu akan kabur meninggalkan ku sendirian dan pergi bersama pria lain."


"Astaga, kamu terlalu jauh berpikir."


Aluna memutar bola matanya, tak menyangka suami dinginnya akan mengatakan hal bodoh seperti tadi.


"Ayo turun." Bryan menggandeng tangan Aluna.


"Kalian berdua tunggu saja di mobil tapi harus selalu siaga, jika aku memanggil kalian harus segera masuk!" Bryan memberikan instruksi kepada kedua pengawal yang bertugas.


"Baik tuan!"


Rumah Sakit Xxxx merupakan salah satu rumah sakit yang terkenal di Indonesia memiliki beberapa anak cabang seperti di Depok, Bekasi, Yogyakarta, Bali dan Surabaya.


Gedung rumah sakit terdiri dari tujuh lantai dibangun diatas luas tanah sekitar kurang lebih 2500m2.


Rumah Sakit Xxxx menyediakan berbagai fasilitas dilengkapi dengan ruang konsultasi poliklinik dari berbagai spesialis, Unit Gawat Darurat (UGD) yang siap siaga 24 jam, 150 kamar tempat tidur rawat inap yang diberikan baik untuk perawatan non intensif maupun intensif, kamar operasi dan kamar bersalin.


Fasilitas penunjang medik lain, seperti farmasi, laboratorium, radiologi, fisioterapi, gizi, serta layanan medical check up (MCU) juga tersedia guna meningkatkan kesehatan pasien.


Saat sudah berada di depan bangunan rumah sakit, kita akan disambut oleh dua orang security yang berjaga, salah satunya menghampiri Aluna.


"Selamat pagi, ada yang bisa dibantu?"


"Saya sudah buat janji dengan dokter Dianka, ahli kandungan."


"Apakah sebelumnya sudah pernah berobat disini?" Tanya security.


"Belum pak."


"Nyonya ke bagian pendaftaran dulu setelah itu baru bisa ke poli kandungan." Ucap security sambil menunjuk meja pendaftaran.


"Baik pak, terima kasih."


Aluna dan Bryan langsung ke meja pendaftaran.


"Permisi Mbak, saya sudah buat janji dengan dokter Dianka di bagian poli kandungan tapi belum pernah berobat kesini."


"Tolong tunjukan KTP dan isi formulirnya dulu." Ucap petugas yang berjaga dibalik meja administrasi.


Selang lima menit kemudian, petugas administasi menerima formulir pendaftaran pasien baru dari Aluna dan mengecek kelengkapan data pasien, petugas itu langsung melirik ke arah Aluna dan meneruskan lirikannya ke arah Bryan.


"Sst, ini gadis yang beruntung menikah dengan tuan muda keluarga Smith." Petugas itu berbisik pelan ke arah temannya yang duduk disamping.

__ADS_1


"Pantas saja, wajah pria itu sangat familiar."


"Wajah istrinya juga cantik, sama-sama bule."


"Kapan istri saya diperbolehkan ke bagian poli kandungan?" Tanya Bryan dengan nada kesal karena sudah menunggu hampir lima menit, istrinya tak kunjung diarahkan ke bagian poli kandungan.


"Maaf tuan, ini masih saya buatkan kartu berobatnya."


Kemudian dia menyerahkan kartu ke Aluna.


"Poli kandungan ada dilantai 2 keluar lift belok kanan."


"Baik, terima kasih."


"Kamu kenapa marah, mas?" Saat mereka melangkah menuju lift, Aluna merapatkan jarak dengan suaminya.


"Aku tidak suka mereka menggosipkan kamu."


"Memangnya kamu tidak dengar?"


"Aku dengar."


"Terus kenapa tidak menegur mereka?"


"Selama tidak merugikan, aku akan diam. Lagipula tadi aku dengar mereka malah memuji jadi tidak usah diperpanjang." Aluna tersenyum kearah suaminya.


Aluna memang pandai sekali meredakan emosi Bryan, hanya dengan senyuman saja pria itu sudah luluh dan melupakan kekesalannya.


Tanpa Bryan sadari, ujung bibirnya melengkung menampilkan senyuman samar.


"Kamu memang pandai meredakan emosiku sayang." Ucap Bryan dalam hati.


Mereka menaiki lift yang terus bergerak ke atas menuju lantai 2 rumah sakit khusus poli kandungan.


"Kamu gugup?"


"Iya, ini pertama kalinya aku bertemu dokter obsgyn sebagai pasien."


"Ha-ha-ha, Bryan tertawa mendengar jawaban istrinya. Disaat genting begini, kamu masih saja bercanda."


Bryan mengulurkan tangan untuk menggenggam jemari wanita disampingnya.


"Tenang, selama ada aku semua akan baik-baik saja."


Ada rasa damai saat pria itu menggenggam jemari Aluna. Bryan benar-benar membuktikan kesungguhan hatinya untuk bisa menerima gadis itu sebagai istrinya. Aluna pikir, pria itu akan meninggalkan dirinya setelah mendapatkan mahkota yang selama ini gadis itu jaga namun ternyata Bryan bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Lalu, disinilah pria itu sekarang menemani Aluna bertemu dokter Dianka ahli kandungan dan mengkonsultasikan program kehamilan untuknya.


"Mas, terima kasih." Ucap Aluna lirih.


to be continued....


#Jangan lupa like, tinggalkan komentar dan masukan novel ini ke dalam list favorit agar tidak ketinggalan cerita selanjutnya. Kirim merah atau vote juga boleh kok. Hehehe... Terima kasih. Love kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2