
Di lantai satu kediaman Smith, sudah ada empat orang beauty therapist sedang mempersiapkan kebutuhan perawatan untuk geng ceriwis terdiri dari Ayunda, Aluna dan Shera.
Beauty therapist adalah seseorang yang memiliki tugas memberikan pelayanan kecantikan dan bertanggung jawab terhadap kepuasan pasien.
Ayunda biasa menggunakan jasa beauty therapist sebulan dua kali karena baginya kecantikan fisik merupakan faktor terpenting selain inner beauty dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Buktinya sampai detik ini dia bisa mempertahankan keharmonisan rumah tangga bersama Reymond. 25 tahun mempertahankan bahtera rumah tangga dengan segala lika liku bukan perkara mudah bagi pasangan suami-istri, banyak kerikil kecil menghadang. Ayunda memang sangat menjaga penampilan jadi tidak heran di usia hampir menginjak 48 tahun wajahnya masih tetap segar seperti gadis berusia 20 tahun-an. Hanya terdapat sedikit kerutan dan garis halus di wajah.
Ayunda biasa melakukan perawatan dirumah dibantu beauty therapist langganannya. Rumah megah milik keluarga Smith menyediakan satu ruangan khusus yang sengaja Reymond bangun untuk mini salon agar Ayunda tidak perlu keluar rumah jika sewaktu-waktu ingin memanjakan diri.
Ruang mini salon terletak dilantai satu berdekatan dengan ruang gym. Ruangan ini berukuran 6×5 meter, mengusung gaya modern natural dengan peralatan yang cukup lengkap.
Ciri khas dari gaya modern terletak pada garis-garis lurus dengan balutan warna-warna terang sementara gaya natural dengan menekankan pada penggunaan elemen-elemen dekoratif yang alami dengan tujuan menciptakan rasa nyaman pada setiap ruangan menggunakan material alam seperti batu-batuan, kayu atau tanaman.
Saat memasuki ruangan pertama kali kita disuguhkan pemandangan sebuah pot putih berisikan tanaman hias diletakan didekat pintu masuk. Warna-warna terang dan netral serta unsur kayu mendominasi suasana. Pencahayaan alami yang masuk melalui bukaan jendela besar menjadikan ruangan ini terasa sangat terang dan lebih lapang.
"Ayo Aluna masuk, ini mini salon punya mommy tapi sekarang punya kamu juga kan kamu sudah jadi menantu dirumah ini jadi semua yang ada dirumah ini milik kamu juga." Ayunda mempersilahkan Aluna masuk.
Aluna terkagum-kagum melihat konsep serta tatanan ruangan salon milik Ayunda. Tidak terlalu lapang namun cukup terasa nyaman.
Aluna perlahan-lahan melangkah, melihat ke sekeliling ruangan mengamati dan diam-diam dia sungguh takjub dengan selera mommy mertuanya.
"Selera mommy sungguh bagus, aku takjub mom."
Mata Aluna tidak berkedip memandang keadaan ruangan itu, benar-benar nyaman.
"Kamu suka sayang?" Ayunda melambaikan tangan ke arah menantunya seketika Aluna berkedip.
"I-iya mom, suka sekali. Aku nyaman berada disini." Aluna benar-benar kagum dengan Ayunda selain pintar masak, pintar mengurus keluarga tapi dia juga memiliki selera bagus dalam mengatur interior ruangan. Pantas saja Reymond begitu mencintainya.
__ADS_1
"Ini mommy sendiri loh kak yang men-design dibantu daddy tentunya. Tidak salah kan daddy dan mommy mendirikan perusahaan dibidang art and design." Shera merangkul Aluna dan menuntun masuk ke dalam ruang perawatan.
Ke empat beauty therapist sudah siap memanjakan mereka bertiga.
"Nyonya besar, nyonya muda dan nona muda ruang sauna sudah siap untuk digunakan." Suara lembut dari salah satu orang beauty therapis meng-interupsi percakapan.
"Ayo kak, kita ganti baju dulu habis itu baru masuk sauna box."
Ketiga wanita itu berganti pakaian dengan menggunakan handuk berukuran sedang dan segera memasuki sauna box.
Di dalam sauna box mereka masih melanjutkan percakapan yang tertunda.
"Mommy dengar kamu meminta daddy menyiapkan satu kamar untuk mu, benar?" Ayunda menyenderkan kepala kebelakang.
"Benar mom."
"Bukan, kak Bryan tidak mendengkur hanya saja aku memang belum terbiasa tidur seranjang dengan lawan jenis. Semalam saja sering terbangun karena takut."
"Kakak takut kak Bryan menerkam tiba-tiba ya?" Shera menggoda Aluna yang saat ini posisinya berada disamping kanan kursinya.
"Tenang Aluna, Bryan sudah mommy jinakin jadi tidak akan menerkam kamu dengan tiba-tiba. Jika dia berbuat begitu, kamu tinggal beritahu dan mommy akan memarahinya."
"Oh iya Aluna, terima kasih ya kamu sudah mau kembali kerumah ini dan berkumpul lagi dengan kami."
"Iya mom, sama-sama."
Waktu tiga puluh berlalu dengan cepat, kini tubuh mereka sedang dilulur berguna mengangkat sel kulit mati dan debu melanjutkan dengan proses pemijatan, masker tubuh dan setelah itu dilanjutkan dengan mandi.
__ADS_1
Setelah proses perawatan tubuh kini saatnya mereka memanjakan kuku tangan dan kaki.
"Silahkan anda duduk disini nyonya muda. Apakah sebelumnya nyonya pernah melakukan perawatan ini?" Tanya salah satu beauty therapist bernama Ella.
"Belum, ini pertama kalinya aku melakukan perawatan all of body. Sebelumnya hanya melakukan lulur dan facial saja itupun hanya beberapa kali."
"Ella, menantuku ini orang yang sangat cerdas dan juga pintar mengatur keuangan. Dia sibuk dengan tugas kampus jadi tidak ada waktu menghambur-hamburkan uang seperti gadis diluaran sana."
"Seharusnya kamu mencontoh kakak iparmu Ra jangan banyak berfoya-foya dan menghabiskan waktu hanya untuk meratapi kisah cinta tak berujung. Cinta bertepuk sebelah tangan, sungguh tragis sekali kisah percintaan putri ku ini." Ucap Ayunda panjang lebar.
Ke empat beauty therapist tertawa mendengar ucapan Ayunda. Mereka sudah lama bekerja dengan Ayunda jadi terbiasa mendengar lelucon atau curhatan nyonya besar keluarga Smith.
"Mommy jangan buka kartuku di depan ke empat kakak cantik dan kakak iparku dong. Aku jadi malu tahu!" Shera mengerucutkan bibir.
"Nona muda tidak usah malu, saya juga pernah mengalaminya tapi setelah ditolak malah bertemu jodoh dan sampai detik ini rumah tangga kami langgeng. Ambil hikmah nya saja nona."
"Tuh dengar kata mbak Ella, seharusnya kamu tunjukan ke dia bahwa kamu bisa sukses walaupun cintamu tak terbalaskan." Ayunda merubah posisi tubuh dengan posisi lebih tegak.
"Benar Ra, kamu itu cantik dan baik. Kakak yakin pasti banyak laki-laki lain yang menyukaimu. Untuk saat ini sebaiknya kamu fokus sekolah dulu."
"Memang kakak tidak pernah menyukai seseorang sewaktu sekolah?" Shera penasaran dengan masa lalu Aluna. Dia ingin mengorek perjalanan cinta Aluna sebelum memantapkan diri menerima Bryan menjadi suaminya.
"Kakak wanita normal jadi pernah menyukai lawan jenis hanya saja kakak tidak berpacaran karena tidak di izinkan oleh almarhum papa hingga pada suatu hari kakak dijodohkan dan menikah dengan mas Bryan."
"Apa kakak menyesali pernikahan ini?"
"Sama sekali tidak berkat pernikahan ini kakak bisa bertemu dengan mommy, daddy dan adik secantik kamu Ra."
__ADS_1
Mereka semua tersenyum dan melanjutkan proses perawatan tubuh selama kurang lebih dua jam.