Menikah Demi Papa

Menikah Demi Papa
Tujuan Utama Balas Dendam


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian


Tak terasa waktu terus berputar dengan cepat. Sudah satu bulan semenjak Aluna pergi meninggalkan rumah mewah keluarga Smith. Rumah megah nan asri itu dulu terasa hangat saat nyonya muda Bryan tinggal disana namun kini semuanya berubah. Tidak ada lagi kehangatan disana, hanya ada kesedihan dan air mata.


Hampir setiap hari nyonya besar Smith menangisi kepergian menantu kesayangannya. Ia tidak pernah membayangkan sebelumnya rumah tangga anak dan menantunya akan berakhir seperti ini. Berkali-kali Ayunda merengek meminta suaminya membawa kembali gadis itu namun hasilnya selalu nihil. Aluna tetap teguh pada pendiriannya dan ia belum bisa kembali ke sisi suaminya. Luka yang ditorehkan oleh Bryan begitu mendalam sehingga sulit bagi gadis itu untuk bisa melupakan semua pengkhianatan yang suaminya lakukan. Jauh di dalam lubuk hati, gadis itu sebenarnya masih mencintai Bryan. Cintanya kepada pria itu begitu dalam sedalam Samudera Hindia dan setinggi Gunung Himalaya karena baginya Bryan merupakan sosok pria sempurna.


Sementara Bryan Smith tidak lagi menginjakan kaki dirumah itu semenjak istrinya pergi meninggalkan rumah. Pria itu banyak menghabiskan hari-harinya di sebuah apartemen yang ia beli sebelum menikah dengan Aluna. Apartemen itu berada di pusat ibu kota, memiliki dua kamar tidur, satu buah dapur, satu ruang tamu dan dua buah kamar mandi. Memang tidak terlalu luas jika dibandingkan dengan kediaman keluarga Smith. Apartemen itu ia beli dengan hasil jerih payahnya sendiri selama dua tahun bekerja sebagai CEO diperusahaan milik orang tuanya.


Tepat hari Sabtu malam minggu, tanggal sebelas Juli, usia pria itu genap dua puluh enam tahun. Eliza dibantu Gugun berencana mengadakan sebuah surprise party untuk Bryan. Mereka berencana mengadakan pesta disebuah cafe milik Gugun. Rudy mengetahui rencana itu namun ia enggan terlibat karena tidak mau dekat-dekat dengan wanita licik seperti Eliza yang berusaha merebut tuan mudanya dari pelukan nyonya muda Bryan.


Selama satu bulan itu Aluna tinggal di cluster elit milik Rendra. Disana ia diperlakukan layaknya nyonya rumah oleh Bik Sumi, semua kebutuhannya selalu dipenuhi wanita parah baya itu. Rendra juga ikut andil dalam merawat kandungan Aluna, ia dengan siaga memenuhi keinginan gadis itu. Bahkan pernah suatu ketika, gadis itu tengah malam ngidam minta dibelikan nasi goreng terkenal di daerah Bogor sana sedangkan saat itu Rendra sedang shift malam karena akan melakukan tindakan operasi pada seorang pasien. Tidak sampai hati mengecewakan gadis pujaannya, ia meminta bantuan seorang perawat pria untuk pergi ke Bogor membelikan nasi goreng yang diinginkan gadis itu.


Aluna sangat terharu dengan pengorbanan dan perhatian yang diberikan Rendra kepadanya namun apa daya cinta tak bisa dipaksakan. Hati, cinta dan tubuhnya sudah ia berikan kepada Bryan, papa dari bayi yang ada dalam kandungannya.


Apakah Bryan pernah menghubungi istrinya? Tentu saja pernah, seminggu dua kali pria itu menelpon hanya sekedar menanyakan kondisi gadis itu beserta kedua anaknya. Bryan masih memberikan nafkah kepada istrinya karena ia tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya sebagai seorang suami sekaligus calon papa bagi kedua bayi kembar. Biar bagaimanapun, ia masih suami sah dari gadis itu hanya saja saat ini kondisi rumah tangga mereka sedang diterpa badai akibat kebodohan dan keegoisan Bryan.


|| Restoran Jepang ||


"Bagaimana El, apakah rencanamu berjalan lancar?" Tanya Maura asisten pribadi Eliza.


Selama melancarkan serangan balas dendam, gadis itu memberikan hak penuh kepada Eliza untuk bertindak, ia hanya mengawasai dari kejauhan.


Saat ini keduanya sedang menikmati makan siang disebuah restoran Jepang. Mereka memesan makanan khas negeri sakura berupa sushi dan shabu-shabu. Sushi terbuat dari bahan dasar nasi dibumbui dengan cuka khas negeri sakura lalu diisi dengan makanan laut seperti tuna atau ikan salmon bahkan bisa juga dicampur dengan telur dan sayuran segar. Sementara shabu-shabu merupakan makanan khas Jepang yang berisi irisan tipis daging, tahu, jamur dan sayuran. Daging yang biasa digunakan adalah daging sapi atau daging ayam, ikan atau gurita. Daging shabu-shabu bisa dinikmati dengan Gomadare atau saus khas Jepang yang mengandung wijen. Cara makannya, semua irisan daging tipis dicelupkan ke dalam sebuah panci berisi kaldu panas.


"Sangat lancar, aku sudah berhasil membuat keretakan dalam keluarga itu bahkan kini gadis itu sudah meninggalkan Bryan dan pergi bersama pria lain." Eliza menikmati semua makanan dengan rasa puas karena sebagian rencananya berjalan mulus.

__ADS_1


"Aku bahagia sekali, keluarga harmonis yang dibina oleh si tua bangka akhirnya hancur."


"Dan kini putra mereka, pewaris satu-satunya perusahaan RA art and design sudah ada dalam genggamanku." Seulas senyum jahat terlukis di mulut berbisa wanita itu.


Tanpa disadari percakapan mereka terdengar oleh seorang gadis. Ia duduk tepat dibelakang wanita itu, posisi keduanya saling membelakangi sehingga menyebabkan Eliza tidak mengetahui bahwa pengunjung restoran yang duduk dibelakangnya pernah menjadi bagian dari keluarga Smith.


Aluna dibuat kesal, ia menggepalkan tangan, mengeraskan rahang, menggertakan gigi dan tubuhnya terasa panas dibagian leher.


"Dasar wanita licik, ternyata tujuanmu mendekati suamiku hanya untuk mengadu domba antara ayah dan anak!" Ucap gadis itu lirih.


"Aluna!" Rossa memperhatikan perubahan sikap sahabatnya.


"Sst! Kamu diam saja, ini urusanku."


Aluna beranjak dari kursi dan menghampiri wanita itu.


"K-kamu...." Ucap Eliza gugup.


"Saya Aluna, gadis yang suaminya sudah anda rebut."


"K-kebetulan sekali kita bertemu disini." Eliza berusaha menyembunyikan keterkejutannya.


"Iya, sangat kebetulan ya. Saking kebetulannya, saya mendengar semua percakapan kalian!" Aluna melipat tangan ke dada.


"Anda bisa saja menghancurkan rumah tangga saya dan Mas Bryan tapi jangan harap bisa menghancurkan keharmonisan keluarga yang dibangun oleh daddy Reymond apalagi membuat ikatan darah diantara keduanya putus."

__ADS_1


"Saya tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi!"


Aluna meninggalkan Eliza. Ia tidak memberikan celah sedikitpun bagi wanita itu untuk angkat bicara. Gadis itu menyambar tas dan dua buah buku modul praktikum yang ia letakan dikursi.


"Kita pulang!" Aluna pergi meninggalkan restoran.


"Hei, tunggu!" Rossa berteriak.


"Jangan cepat-cepat woi!"


Langkah Aluna terlalu panjang sehingga membuat Rossa tertinggal jauh dibelakang.


"Aduh Aluna, kamu tidak sadar diri. Lagi hamil kok cari masalah dengan wanita ular itu!" Rossa berlari mengejar Aluna.


"Aku harus segera meminta bantuan asisten Ruddy."


"Atau meminta bantuan Kak Rendra!


"Bodo amat lah, siapa saja akan aku mintai tolong asalkan mereka bisa menyelamatkan sahabatku dari incaran wewe gombel itu!"


"Tuhan, tolong jaga sahabat dan kedua keponakanku." Pintanya dalam hati.


to be continued....


***

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2