
Setiap manusia di bumi ini diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sempurna dibandingkan ciptaan-Nya yang lain. Manusia memiliki pikiran dan hati. Hati yang dimiliki seseorang bisa membuatnya merasakan berbagai macam perasaan seperti senang, jatuh hati, sedih dan sakit hati. Ketika seseorang merasakan sakit hati mendalam maka akan ada perasaan dendam yang mendalam di hatinya yang bisa membutakan mata hati dan pikiran orang tersebut. Menghalalkan segala macam cara untuk bisa melampiaskan rasa sakit hati itu kepada orang lain.
Biasanya mereka cenderung akan melakukan tindakan berbahaya terhadap seseorang atau sekelompok. Dendam merupakan hal manusiawi, semua manusia di bumi ini pasti pernah merasakannya namun jika dilakukan secara berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuang jauh rasa sakit hati berujung pembalasan dendam seperti mengikhlaskan semua yang sudah terjadi dan belajar untuk melupakan segalanya.
Akibat dendam yang sudah mendarah daging membuat wanita cantik, pintar dan diberkahi segudang prestasi membuat Eliza membenci Reymond Smith pendiri dan pemilik saham terbesar dari perusahaan RA art and design. Wanita itu selama bertahun-tahun menyusun rencana agar bisa menghancurkan pria bule berdarah London tersebut. Ia ingin pria itu merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang tersayang makanya sejak awal wanita itu berusaha mendekati Bryan dengan jurus maut yang mematikan.
Saat ini, Eliza tengah dilanda rasa cemas. Beberapa kali ia mondar mandir mengelilingi ruang kamar apartemen. Wanita itu khawatir semua rencananya akan berakhir dengan kegagalan akibat percakapannya bersama Maura tak sengaja di dengar oleh Aluna, nyonya muda keluarga Smith.
Ia menjadi tidak fokus dalam beraktivitas, semuanya terasa tidak nyaman bagi wanita itu.
"Apa yang harus ku lakukan?"
"Aku benar-benar takut semua rencanaku terbongkar."
Eliza termenung menatap jendela apartemen, tangan kirinya memegang segelas wine yang isinya sudah habis ditengak olehnya, malam itu ia tidak bisa tidur nyenyak selalu dihantui bayangan kegagalan dalam serangan balas dendam.
Cukup lama ia menatap pemandangan kota Jakarta dari lantai empat puluh, tata letak bangunan dan kelap kelip lampu terlihat lebih cantik pada malam hari.
Wanita itu mengambil ponsel dari dalam tas dan menghubungi seseorang.
Eliza
📲 Lakukan plan B sesuai dengan rencana kita.
Ucap wanita itu kepada seseorang diseberang sana.
📲 Kali ini tidak boleh gagal.
Eliza mematikan sambungan telpon.
"Kamu coba bermain-main denganku gadis kecil." Eliza melempar gelas cabernet ke sudut kamar.
Prang!
Terdengar suara gelas pecah.
"Kamu memaksaku untuk berbuat kasar!" Teriak Eliza.
__ADS_1
Maura yang mendengar suara benda pecah dan teriakan Eliza segera membuka pintu kamar, wanita itu khawatir terjadi hal buruk terhadap sahabatnya.
"Eliza, kamu kenapa?" Maura terperanjat melihat pecahan gelas berceceran disudut kamar.
"Kamu minum?"
"Benar, memangnya tidak boleh?" Bentak Eliza. Wanita itu terlihat frustasi.
"Bukan begitu hanya saja...."
"Aku takut Ra, semua rencanaku berantakan. Rencana yang sudah ku susun bertahun-tahun lamanya tidak boleh gagal gara-gara gadis sialan itu!" Eliza memaki Aluna.
"Tenang El!"
"Kita cari cara untuk bisa membalasnya."
"Aku sudah meminta orang untuk melenyapkan gadis itu."
Senyum jahat ala sinetron Indonesia yang tayang di stasiun televisi terlukis di wajah cantik wanita itu. 😂
"Apa katamu? El, jangan bertindak gegabah. Bagaimana jika Bryan atau tuan Reymond mengetahui rencanamu ini?" Maura panik karena sahabatnya bertindak tanpa mendiskusikannya dulu.
"El, target balas dendam kita hanya tuan Reymond bukan gadis itu ataupun yang lainnya."
"Kamu tahu, saat ini ia sedang hamil? Kalau terjadi sesuatu pada kandungannya, bisa masuk penjara kita."
"Aku tidak ingin hidup dibalik jeruji." Maura mengusap wajahnya secara kasar. Ia tak menyangka Eliza akan berbuat tindakan kriminal demi memperhalus langkah balas dendamnya.
"Kamu takut? Pergi saja dari sini dan tidak usah bertemu denganku lagi."
"Biarkan aku sendiri, membalas mereka semua dengan tangan ini."
Eliza memainkan jemarinya di hadapan Maura.
"Eliza, hentikan semuanya sebelum terlambat."
"Shut up!" Teriak Eliza.
"Lebih baik, kamu pergi dari sini Ra. Aku sudah tidak membutuhkanmu lagi."
__ADS_1
"Tapi El...."
"Pergi!"
Dengan berat hati, Maura menuruti kemauan Eliza. Wanita itu mengemasi semua pakaiannya ke dalam koper dan pergi meninggalkan Eliza sendirian.
Eliza terkulai lemah dilantai, ia menangis sesegukan dan tangannya menyentuh sisa kanan perut posisi dimana letak hati manusia berada. Disana hatinya terasa sakit sekali. Bayangan kenangan pahit ketika ia berada di London, hidup sebatang kara tanpa sanak keluarga membuatnya tangisnya semakin pecah.
"Akanku balas semua perbuatan kalian!"
***
Esok harinya, semua orang suruhan Eliza sudah bersiap di posisi masing-masing. Dua orang berjaga di pos keamanan bertugas mengalihkan pandangan seorang security agar tidak memperhatikan kamera CCTV, satu orang bertugas sebagai mata-mata menyamar sebagai petugas kebersihan yang biasa membersihkan area perumahan dan dua orang berjaga di dalam mobil bertindak sebagai eksekutor. Sejak pagi tadi mereka sudah mengawasi rumah Rendra sambil tetap berkomunikasi menggunakan walkie talkie.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, target penculikan yang sedari tadi ditunggu kini menampakan diri. Aluna sedang berjalan ditemani Bik Sumi. Pagi itu mereka berencana pergi ke pasar menggunakan angkutan perkotaan biasanya selalu diantar Rendra namun karena pria itu mendapatkan jadwal tindakan operasi darurat sehingga membuatnya harus pergi tengah malam ke rumah sakit.
"Kelinci putih mendekat. Cicak dan kadal bersiap!" Ucap seseorang yang bertugas memata-matai kediaman Rendra.
"Kucing dan buaya sudah ditempat." Ucap dua orang penjahat yang bertugas mengalihkan pandangan security yang berjaga di pos keamanan.
"Cicak dan kadal siap!"
Kelima penjahat itu sudah siap dengan tugas masing-masing.
Aluna tidak curiga sama sekali, ia dan Bik Sumi berjalan ke arah jalan raya. Jarak dari rumah ke jalan raya tidak begitu jauh hanya dua ratus meter saja, Aluna bisa saja memesan taxi online untuk mengantarkannya ke pasar namun ia memilih berjalan kaki sebelum akhirnya menaiki angkutan perkotaan karena menurut sebuah artikel berjalan kaki memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil.
"Nyonya, apa tidak sebaiknya dirumah saja biar bibi yang ke pasar." Tanya Bik Sumi. Wanita paruh baya itu tidak tega melihat gadis yang dicintai oleh majikannya berjalan kaki dalam keadaan hamil.
"Tidak apa-apa bi, aku bosan dirumah terus. Lagian mumpung libur jadi sekalian ikut ke pasar. Aku sedang ngidam makan soto ayam yang biasa mangkal di depan pintu masuk pasar itu loh."
"Kan bisa bibi belikan."
"Kalau tuan Rendra tahu, bisa dimarahin bibi."
"Aku yang akan bertanggung jawab." Aluna tersenyum ke arah Bik Sumi.
Saat mereka sudah sampai dipintu gerbang perumahan tiba-tiba saja dari arah belakang ada sebuah mobil jeep berwarna biru tua menghampiri keduanya. Salah satu dari mereka mendekati Bik Sumi dan mendorong wanita itu hingga jatuh tersungkur ke jalan menyebabkannya pingsan akibat membentur aspal jalanan. Kemudian pria itu mengeluarkan sehelai kain kecil yang sudah diberi obat bius ke arah hidung Aluna dan seketika gadis itu pun pingsan.
to be continued....
__ADS_1