
Happy reading ๐
Seluruh murid baru kelas 1 berkumpul di lapangan, membentuk lingkaran besar mengelilingi api unggun. Sebelum acara dimulai, kepala sekolah SMA Harapan Pelita memberikan wejangan kepada seluruh murid baru untuk bisa menjaga sopan santun dan norma-norma selama mengikuti acara makrab. Untuk menghindari hal buruk yang bisa mencoreng nama baik sekolah, pihak sekolah sepakat memisahkan ruangan tidur antara murid laki-laki dengan murid perempuan. Ada kurang lebih 200 orang total seluruh murid baru kelas 1 yang mengikuti kegiatan makrab malam itu.
Okky selaku pembawa acara (MC) memulai acara dan meminta panitia maju menampilkan performa serta menunjukan pesona mereka ke seluruh murid baru.
"Hai semua, aku Okky malam ini kita berkumpul untuk menyaksikan langsung bakat terpendam dari panitia dan juga teman-teman sesama murid baru."
"Bagaimana kalau kita minta ketua panitia tampil pertama memberikan hiburan untuk kita semua."
"Setuju."
"Oke, kepada kak Rendra diminta maju untuk unjuk gigi."
Rendra maju ke depan, dia sudah siap dengan gitar kesayangannya namun sebelum ia bernyanyi ada beberapa kalimat yang ingin diucapkan di hadapan semua orang.
"Halo semua selamat malam. Terima kasih aku ucapkan kepada kalian karena sudah berpartisipasi dalam kegiatan malam ini. Aku akan menyanyikan sebuah lagu khusus untuk seorang gadis yang begitu spesial dihati."
Terdengar suara petikan gitar yang indah memecah keheningan. Tampak Rendra menyanyi dengan suara merdu dan petikan gitar indahnya. Semua peserta dan panitia yang hadir terpesona dengan bakat yang dimiliki pria itu.
RAN || PANDANGAN PERTAMA
๐ถ Lama memendam rasa di dada
๐ถ Mengagumi indahmu wahai jelita
๐ถ Tak dapat ku ucap lagi kata
๐ถ Bisuku diam terpesona
๐ถ Dan andai suatu hari kau jadi miliki
๐ถ Tak akan ku lepas dirimu kasih
๐ถ Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu
๐ถ Kurasa ku t'lah jatuh cinta
๐ถ Pada pandangan yang pertama
๐ถ Sulit bagiku untuk bisa
๐ถ Berhenti mengagumi dirinya
๐ถ Seiring dengan berjalannya waktu
๐ถ Akhirnya kita berdua bertemu
๐ถ Oh diriku tersipu malu
melihat sikapmu yang lucu
๐ถ Dan andai suatu hari kau jadi miliki
๐ถ Tak akan kulepas dirimu kasih
๐ถ Dan bila waktu mengijinkanku untuk
__ADS_1
menunggu dirimu
๐ถ Kurasa ku t'lah jatuh cinta
๐ถ Pada pandangan yang pertama
๐ถ Sulit bagiku untuk bisa
๐ถ Berhenti mengagumi dirinya
๐ถ Oh tuhan tolonglah diriku
๐ถ 'tuk membuatnya menjadi milikku
๐ถ Sayangku
๐ถ Kasihku
๐ถ Oh cintaku
๐ถ She's all that I need
๐ถ Dan bila kita bersama
๐ถ Kan kujaga dirimu untuk selamanya
๐ถ Oh terima cintaku
๐ถ ye ye ye
๐ถ Summer time in the Summer time
๐ถ If I Dont have U a smile but U always on my mind
๐ถ In the magazine U show up,ย
baby girl U filled make some of blow up
๐ถ Your personality is calm n Friendly
๐ถ The kind a girl that I will up to be with me
๐ถ No so short no I won't fallbackย
๐ถ This my cell Phone number so please call backย
๐ถ Kurasa ku t'lah jatuh cinta
๐ถ Pada pandangan yang pertama
๐ถ Sulit bagiku untuk bisa
๐ถ Berhenti mengagumi dirinya
๐ถ Oh tuhan tolonglah diriku
๐ถ 'tuk membuatnya menjadi milikku
__ADS_1
๐ถ Sayangku
๐ถ Kasihku
๐ถ Oh cintaku
๐ถ She's all that I need
Bait terakhir dari lirik lagu RAN telah dinyanyikan dan suara petikan gitar mengakhiri penampilan Rendra, terdengar suara tepuk tangan gemuruh dari semua orang yang hadir termasuk Aluna. Entah bagaimana gadis itu begitu menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Rendra seolah mendapat sinyal bahwa lagu itu khusus dinyanyikan untuk nya.
"Aluna, aku perhatikan dari awal kak Rendra menyanyi sampai akhir lirikan matanya fokus ke kamu terus dan ku lihat kamu pun menikmatinya." Rossa berbisik ke Aluna.
"Apa ada hubungan istimewa diantara kalian?" Rossa penasaran. Ia merasa sepertinya telah terjadi sesuatu diantara sahabat dan wakil ketua OSIS sekolahnya.
"Itu hanya perasaanmu saja, kami tidak ada hubungan apa-apa." Ucap Aluna.
"Wow, sungguh indah sekali ya perpaduan antara suara dan musik berjalan seirama. Penampilan kak Rendra sungguh mempesona." Ucap Okky.
"Ngomong-ngomong, lagu yang baru saja dinyanyikan khusus untuk siapa sih?" Tanya Okky.
Sontak saja pertanyaan itu mengundang kehebohan diantara semua yang hadir. Diantara mereka ada yang menebak bahwa gadis yang beruntung itu adalah Aluna, bahkan ada pula yang menebak bahwa gadis itu merupakan salah satu anggota OSIS namun Rendra tidak mengungkapnya secara gamblang.
"Gadis itu bagian dari kita namun maaf, aku tidak bisa memberitahu kalian cukup ku simpan saja dalam hati."
"Namun kalian akan tahu disaat hari kelulusan nanti, aku akan mengutarakan isi hatiku di hadapan kalian semua."
Tatapan mata Rendra tetap fokus ke arah Aluna yang duduk tepat diseberangnya. Rendra memberikan senyum terbaik yang ia miliki dan gadis itu membalasnya dengan senyuman tulus.
Malam semakin larut dan tak terasa sudah diujung acara. Okky menutup rangkaian acara api unggun dan mempersilahkan semua panitia dan peserta istirahat.
***
Waktu bergulir dengan cepat, semenjak malam puncak acara api unggun Rendra semakin gencar mendekati Aluna dengan berbagai cara dengan trik dan tips yang diberikan oleh Okky semakin memudahkan jalanya merebut hati sang pujaan hati.
Bak gayung bersambut, Aluna terharu dengan sikap baik dan kelembutan yang Rendra berikan kepadanya. Setiap hari bertemu menumbuhkan benih-benih cinta dihatinya tanpa ia sadari benih cinta itu tumbuh dan berubah menjadi keinginan untuk memiliki pria itu selamanya.
Hari Perpisahan Kelas 3
Detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun berlalu tak terasa kini Rendra sudah memasuki fase akhir dalam perjalanan menuntut ilmu di bangku SMA.
Pagi-pagi sekali Aluna sudah siap berangkat ke sekolah, ia biasanya sangat cuek dengan penampilan kini berdandan dengan make up ala kadarnya dengan modal bedak, lipgloss dan pensil alis ia memoles dirinya agar terlihat lebih cantik dari biasanya.
Alexander menyadari perubahan putrinya saat mereka sama-sama duduk dikursi makan, ia melonggo melihat penampilan Aluna hari itu begitu cantik.
"Kamu cantik sekali hari ini, sayang?" Puji Alexander. Ia menyuapkan satu sedok makanan ke dalam mulutnya.
"Aa-aku cuma belajar dandan saja pa, karena hari ini jadi penerima tamu undangan mengharuskanku berpenampilan menarik."
"Aku kan orang pertama yang mereka lihat, masa iya aku kucel dan kumal saat menyapa mereka." Aluna sedikit gugup karena ini harus berbohong agar papa nya tidak mengetahui tujuan ia berdandan. Tidak sepenuhnya Aluna berbohong karena memang seluruh panitia diharapkan bisa memberikan penampilan semenarik mungkin ya walaupun ada maksud terselubung dalam diri Aluna.
"Oh."
Alexander tak curiga dengan perubahan penampilan putri semata wayangnya. Ia melanjutkan sarapan dan bersiap mengantarkan Aluna ke sekolah.
to be continued....
#Mana nih like nya, jangan bosan-bosan kasih like untuk author ya karena like itu gratis. Hehehe....
__ADS_1